Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 7 Juli 2026
Trending
  • Temuan Dugaan SKP dan SBU di Pengadaan BPBD Jawa Timur Kian Mengundang Pertanyaan
  • Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo
  • Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol
  • Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas
  • 4 Kandidat Kuat Gantikan Adam Pryzbek di Persib: Semua Bintang, Tapi Rela Duet dengan Mantan Persija?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hentikan konflik internal PBNU, kiai Jombang ajak segera lakukan islah
Nasional

Hentikan konflik internal PBNU, kiai Jombang ajak segera lakukan islah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran dan Tanggung Jawab Pemimpin NU dalam Menyelesaikan Konflik Internal

Konflik internal yang terjadi di dalam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masih menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak. Dalam muktamar ke-34 yang digelar di Lampung, telah ditetapkan bahwa islah harus dilakukan sebelum 24 Desember 2025. Namun, hingga batas waktu tersebut berakhir, islah belum juga terwujud. Hal ini memicu desakan dari berbagai pihak agar konflik dapat segera diselesaikan.

Salah satu tokoh yang mengingatkan pentingnya islah adalah Abdussalam Shohib, pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Jawa Timur. Ia menilai bahwa para pemimpin PBNU harus bersikap tegas dalam menyikapi konflik yang sedang berlangsung.

“Mereka harus berani dan tegas untuk menjalankan komitmen bersama di Muskub Lirboyo, Kediri,” ujar Gus Salam, demikian panggilan akrabnya, pada Kamis (25/12).

Komitmen yang dimaksud oleh Gus Salam merupakan upaya bersama untuk menyelamatkan organisasi dengan mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Menurutnya, konflik ini tidak hanya tidak bermanfaat, tetapi juga merusak citra PBNU di mata masyarakat luas.

Gus Salam khawatir jika konflik internal PBNU tidak segera diselesaikan, maka dampaknya akan dirasakan oleh seluruh struktur dan jamaah NU di berbagai daerah. Ia menilai bahwa sikap undur diri dari para pemimpin yang terlibat dalam konflik bisa menjadi solusi untuk menyelamatkan harapan PW-PC-PCINU serta ranting dan banom-banom NU.

“Daripada terseret arus, terus menerus saling adu benar-salah,” ujarnya.

Menurut Gus Salam, para pemimpin NU memiliki tanggung jawab besar terhadap umat. Oleh karena itu, mereka harus memiliki hati yang baik dan tidak terseret dalam pusaran konflik. Ia menekankan bahwa para pemimpin tidak sedang memimpin dan mengikat para pengikut yang berada di jam’iyyah dan jamaah NU untuk mengikuti ambisi dan nafsu duniawi mereka.

“Ingat. Mereka berdua itu sedang membantu (khidmah) memimpin santri-santri Mbah Hasyim dan muassis yang lain, bukan sedang memimpin dan mengikat para pengikut yang berada di jam’iyyah dan jamaah NU untuk mengikuti ambisi dan nafsu duniawi mereka. Ingat itu, dan hati-hati,” tambahnya.

Langkah-Langkah yang Diperlukan untuk Menyelesaikan Konflik

  1. Komitmen Bersama: Para pemimpin harus konsisten dengan komitmen yang telah disepakati dalam berbagai pertemuan seperti Muskub Lirboyo.

  2. Sikap Tegas: PW, PC, dan PCINU harus menunjukkan sikap tegas dalam menyikapi konflik agar tidak terus berlarut-larut.

  3. Pemimpin yang Berintegritas: Pemimpin NU harus memiliki integritas tinggi dan tidak terjebak dalam ambisi pribadi atau kelompok tertentu.

  4. Pemahaman terhadap Tanggung Jawab: Para pemimpin harus memahami bahwa tugas mereka adalah membantu memimpin santri dan para pendiri NU, bukan untuk memperkuat ambisi pribadi.

  5. Kesejahteraan Jamaah: Tujuan utama dari semua langkah adalah untuk memastikan kesejahteraan dan keharmonisan jamaah NU di berbagai daerah.

Dengan langkah-langkah di atas, diharapkan konflik internal PBNU dapat segera diselesaikan, sehingga organisasi NU tetap kokoh dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

30 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Temuan Dugaan SKP dan SBU di Pengadaan BPBD Jawa Timur Kian Mengundang Pertanyaan

7 Juli 2026

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol

30 Juni 2026

Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?