Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 2 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Pemimpin Bolivia Umumkan Darurat Ekonomi, Hentikan Subsidi BBM
    Ekonomi

    Pemimpin Bolivia Umumkan Darurat Ekonomi, Hentikan Subsidi BBM

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 December 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    JAKARTA – Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengumumkan penerapan status darurat ekonomi dan pencabutan subsidi bahan bakar, yang menjadi langkah signifikan dalam perubahan kebijakan ekonomi negara tersebut. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap inflasi yang telah melebihi 20% dan tekanan terhadap stabilitas fiskal.

    Pengumuman tersebut menandai pergeseran dari kebijakan ekonomi sosialis yang berlangsung selama lebih dari dua dekade. Menurut Paz, tindakan ini bertujuan untuk memperkuat keuangan publik dan menciptakan sistem redistribusi yang lebih transparan dan adil. “Menghapus subsidi yang tidak efektif bukan berarti meninggalkan rakyat, melainkan menegakkan ketertiban, keadilan, serta distribusi sumber daya yang lebih seimbang,” ujarnya.

    Kebijakan baru ini langsung memicu kenaikan harga bahan bakar yang sangat drastis. Harga bensin naik hingga 86%, sedangkan harga solar meningkat lebih dari 160%. Kenaikan ini menjadi penyesuaian terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Harga baru akan berlaku selama enam bulan sebelum dievaluasi kembali.

    Beberapa stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Kota La Paz dilaporkan menghentikan sementara penjualan karena lonjakan permintaan. Pengendara bergegas membeli bahan bakar bersubsidi setelah pengumuman tersebut. Sebelumnya, Bolivia dikenal memiliki salah satu harga bahan bakar terendah di kawasan. Namun, penurunan produksi gas alam telah menyebabkan krisis cadangan devisa, mengakibatkan kelangkaan bahan bakar dan dolar AS, serta memperlambat pertumbuhan ekonomi.

    Untuk melindungi masyarakat, pemerintah juga mengumumkan sejumlah langkah perlindungan sosial. Upah minimum akan dinaikkan sebesar 20% pada tahun depan, mencapai 3.300 boliviano atau sekitar US$479. Program Renta Dignidad, yang memberikan tunjangan bagi warga lanjut usia tanpa pensiun, akan meningkat sebesar 150 boliviano (US$22). Bonus sekolah untuk siswa sekolah negeri juga akan naik sebesar 100 boliviano (US$15), setara dengan 50% dari nilai sebelumnya.

    Selain itu, pemerintah meluncurkan program bantuan tunai luar biasa bagi keluarga paling rentan. “Ini bukan hanya bantuan sosial. Ini adalah dukungan bagi keluarga yang sudah hancur,” kata Paz. Ia menunjukkan bahwa kondisi ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintahan sebelumnya.

    Dekret yang dikeluarkan juga memberi kewenangan kepada bank sentral untuk mengamankan jalur pembiayaan likuiditas, merevisi regulasi internal, menerbitkan instrumen keuangan eksternal, melakukan lindung nilai valuta asing, serta menjalankan skema pertukaran mata uang (currency swap) guna menstabilkan neraca pembayaran. Langkah ini baru-baru ini dibahas dengan pejabat Amerika Serikat di Washington.

    Selain itu, Paz mengumumkan program untuk mendorong investasi domestik dan asing dengan jaminan stabilitas hukum dan perpajakan hingga 15 tahun. Program ini mencakup kepastian bahwa perubahan regulasi di masa depan tidak akan berlaku bagi investasi yang dilindungi tanpa persetujuan eksplisit dari investor.

    Dekret tersebut juga menginstruksikan bank sentral untuk beralih ke rezim nilai tukar baru. Hal ini berpotensi mengakhiri sistem kurs tetap yang berlaku sejak 2011. Selama ini, nilai tukar boliviano dipatok di level 6,96 per dolar AS, jauh di bawah kurs pasar paralel yang mendekati 10 boliviano per dolar.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?