Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 18 Maret 2026
Trending
  • Neymar Tepis Isu Kondisi Fisik Jelang Piala Dunia 2026
  • Mudik Bareng Daihatsu 2026 Kembali Digelar, Ratusan Peserta Hadir
  • Syahrul Yasin Limpo: Bukan Pemimpin Jika Hanya Bilang Suku Makassar di Sini, Bugis di Sana
  • Plataran Six Series Peace Run 2026: Lari Menjelajahi Keindahan Alam Indonesia
  • Menteri ‘Koboi’ Dicap, Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Stabil
  • Zakat Mal Bisa Diberikan ke Keluarga? Ini Jawabannya
  • Produk Apple Terbaru dengan MacBook Murah
  • Prabowo: Defisit Anggaran 3 Persen Hanya Dilewati Saat Krisis
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Susno Duadji Sebut Kemungkinan Penyebab Kematian Anak Maman Suherman Tanpa Barang Hilang
Hukum

Susno Duadji Sebut Kemungkinan Penyebab Kematian Anak Maman Suherman Tanpa Barang Hilang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus Pembunuhan Anak Politikus PKS Cilegon Masih Mencurigakan

Kasus kematian MAHM (9), anak dari politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon, Maman Suherman, masih menjadi misteri. Setelah hampir sepekan berlalu, polisi belum berhasil mengungkap siapa pelaku dan motif di balik kejadian tersebut. Awalnya, kasus ini sempat dianggap sebagai perampokan, tetapi ketiadaan barang yang hilang membuat penyelidikan beralih ke arah pembunuhan.

Tidak Ada Barang Berharga yang Hilang

Salah satu hal yang mencurigakan adalah ketiadaan barang berharga yang hilang. Menurut AKP Sigit Dermawan, Kasi Humas Polres Cilegon, semua barang milik korban masih utuh dan tidak ada yang raib. Hal serupa juga disampaikan oleh Kompol Firman Hamid, Kapolsek Cilegon, yang menyebut ponsel milik keluarga korban masih berada di rumah dan tidak disentuh oleh pelaku.

Motif Pembunuhan Mengarah pada Penyakit Hati

Eks Kabareskrim, Komjen (purn) Susno Duadji, menilai bahwa ketiadaan barang yang hilang menjadi petunjuk penting dalam mengungkap motif pembunuhan. Ia menduga bahwa pelaku memiliki niat untuk menyakiti keluarga korban secara psikologis, bukan hanya sekadar mengambil keuntungan materi.

“Kalau tidak ada satu pun barang yang hilang, dugaan motifnya mengarah pada upaya menyakiti keluarga korban, bisa karena sakit hati atau balas dendam,” ujar Susno. Ia menekankan bahwa tujuan pembunuhan ini bukanlah perampokan, melainkan memberi luka mendalam kepada keluarga korban.

Pelaku Bisa Jadi Orang Luar Rumah

Meski demikian, Susno memperingatkan agar tidak terburu-buru dalam menyimpulkan apakah pelaku berasal dari dalam atau luar rumah. Ia menilai kemungkinan pelaku berasal dari luar rumah masih terbuka. “Rumah yang dianggap aman bisa saja lengah. Pintu gerbang tidak dikunci, atau orang masuk dengan cara melompati pagar,” jelasnya.

Polisi Masih Dalami Motif dan Pelaku

Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. AKP Sigit Dermawan mengatakan penyelidikan masih terus berlangsung. “Motifnya masih dalam pendalaman. Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini murni pembunuhan atau ada motif lain,” ujarnya. Selain itu, polisi juga belum menemukan senjata atau alat yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

CCTV Rusak, Bukti Saintifik Jadi Fokus Utama

Diketahui, CCTV di rumah korban tidak berfungsi dan disebut telah rusak sejak dua minggu sebelum kejadian. Namun menurut Susno, hal itu bukan satu-satunya penentu pengungkapan kasus. “Alat bukti saintifik seperti sidik jari, DNA, dan jejak digital tidak bisa berbohong,” katanya. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan sidik jari di pintu, meja, maupun benda di sekitar lokasi kejadian.

Jejak Digital dan DNA Jadi Kunci

Selain itu, Susno menyarankan penyidik menelusuri komunikasi digital melalui ponsel korban, keluarga, hingga saksi lain. “WhatsApp, SMS, dan panggilan telepon bisa memberikan petunjuk penting,” ujarnya. Jika belum cukup, tes DNA dinilai dapat mengungkap siapa pun yang sempat berada di sekitar lokasi kejadian.

Penyelidikan Terus Berlanjut

Polisi telah memeriksa delapan saksi dari pihak keluarga maupun luar keluarga korban. Hasil autopsi korban masih ditunggu untuk memperjelas penyebab kematian. Penyelidikan terus berlanjut guna mengungkap pelaku dan motif di balik kematian MAHM yang hingga kini masih menjadi misteri.

Kronologi Kejadian

Peristiwa pembunuhan itu terungkap sekitar pukul 14.20 WIB, saat Maman Suherman menerima telepon dari anak keduanya yang terdengar panik dan meminta pertolongan. Maman yang sedang bekerja langsung bergegas pulang ke rumah dan setibanya di lokasi, dia mendapati anaknya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius dan pendarahan hebat. Korban kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon. Namun, nyawanya tidak tertolong. Hasil pemeriksaan awal menyebutkan bahwa korban meninggal akibat luka tusuk benda tajam.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Berita Terpopuler Kotim: Kecelakaan di Eks Golden, 1 Orang Terluka, Arus Mudik 2026 Terlihat di Sampit

18 Maret 2026

Dampak Nabilah O’Brien Jadi Tersangka Setelah Viral Pencuri di Restoran, Polri Janjikan Ini

18 Maret 2026

Respons Kapolri Pasca Nabilah Viral, Korban Pencurian Jadi Tersangka

17 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Neymar Tepis Isu Kondisi Fisik Jelang Piala Dunia 2026

18 Maret 2026

Mudik Bareng Daihatsu 2026 Kembali Digelar, Ratusan Peserta Hadir

18 Maret 2026

Syahrul Yasin Limpo: Bukan Pemimpin Jika Hanya Bilang Suku Makassar di Sini, Bugis di Sana

18 Maret 2026

Plataran Six Series Peace Run 2026: Lari Menjelajahi Keindahan Alam Indonesia

18 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?