Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 2 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Fed meninjau dampak pemotongan, suku bunga mungkin dipertahankan
    Ekonomi

    Fed meninjau dampak pemotongan, suku bunga mungkin dipertahankan

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 December 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Menilai Perlu Menahan Suku Bunga

    Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menilai bahwa The Fed perlu menahan suku bunga untuk sementara waktu guna mengevaluasi dampak pemangkasan 75 basis poin sepanjang 2025. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks inflasi yang masih tinggi dan sinyal pelemahan pasar tenaga kerja.

    “Posisi kita saat ini adalah skenario dasar saya, yakni mempertahankan kebijakan pada level ini untuk beberapa waktu sampai ada bukti yang lebih jelas apakah inflasi benar-benar kembali menuju target atau kondisi pasar tenaga kerja melemah secara lebih signifikan,” ujar Hammack dalam wawancara.

    Pemangkasan suku bunga terakhir The Fed pada 10 Desember lalu diwarnai tiga suara berbeda (dissenting votes), jumlah terbanyak sejak 2019. Para pejabat bank sentral AS masih terbelah mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan, dengan sebagian pembuat kebijakan lebih mengkhawatirkan perlambatan pasar tenaga kerja, sementara lainnya menilai The Fed perlu memprioritaskan pengendalian inflasi yang masih berada di atas target.

    Proyeksi suku bunga yang dirilis setelah rapat tersebut menunjukkan enam pejabat memilih untuk menahan suku bunga. Hammack menegaskan bahwa ia akan fokus untuk memastikan inflasi dapat kembali ke target. Menurutnya, itu adalah salah satu tujuan utama dan penting untuk diselesaikan oleh The Fed.

    Data Ekonomi yang Tertunda Akibat Penutupan Pemerintahan

    Para pembuat kebijakan juga baru menerima sejumlah data ekonomi pekan lalu yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan AS terlama dalam sejarah. Tingkat pengangguran AS tercatat naik menjadi 4,6% pada November dari 4,4% pada September.

    Sementara itu, indeks harga konsumen inti (core CPI), yang mengecualikan harga pangan dan energi yang volatil, naik 2,6% secara tahunan pada November, menjadi laju kenaikan paling lambat sejak 2021.

    Hammack menegaskan dirinya tidak terlalu bertumpu pada satu laporan ekonomi semata. Menurutnya, data inflasi terbaru masih mengandung gangguan akibat keterbatasan pengambilan sampel selama masa penutupan pemerintahan.

    “Itu hanya satu angka dan saya ingin memberi waktu. Untungnya, kami memiliki cukup waktu sebelum pertemuan berikutnya untuk melihat gambaran yang lebih menyeluruh,” ujarnya.

    Kondisi Inflasi dan Biaya Input

    Dia menambahkan, inflasi telah bertahan di kisaran 3% selama sekitar satu setengah tahun terakhir, sementara biaya input bagi pelaku usaha masih terus meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memicu kembali tekanan kenaikan harga, sehingga memperkuat alasan bagi The Fed untuk bersikap hati-hati.

    Usai pemangkasan suku bunga pada Desember, Hammack menyatakan dirinya lebih memilih kebijakan suku bunga berada pada posisi yang sedikit lebih ketat dibandingkan saat ini. Hal ini dilakukan untuk memastikan inflasi tetap terkendali dan pasar tenaga kerja tetap stabil.

    Perspektif Ke depan

    Dalam perspektif ke depan, Hammack menekankan pentingnya mengevaluasi semua data yang tersedia sebelum mengambil keputusan. Ia yakin bahwa dengan pendekatan yang hati-hati, The Fed dapat mencapai keseimbangan antara kontrol inflasi dan stabilitas pasar tenaga kerja.

    Selain itu, ia juga menyatakan bahwa keputusan yang diambil harus didasarkan pada bukti yang jelas dan tidak hanya pada satu indikator ekonomi. Dengan demikian, The Fed dapat memastikan bahwa kebijakan moneter yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan ekonomi nasional.

    Kesimpulan

    Secara keseluruhan, pandangan Hammack menunjukkan bahwa The Fed perlu menahan suku bunga untuk sementara waktu agar dapat mengevaluasi dampak pemangkasan yang telah dilakukan. Dengan data ekonomi yang masih dalam proses pengumpulan dan analisis, keputusan yang diambil harus didasarkan pada informasi yang lengkap dan akurat.

    Kebijakan yang diambil harus mampu menjaga inflasi tetap terkendali sambil tetap memperhatikan kondisi pasar tenaga kerja. Dengan pendekatan yang hati-hati dan berbasis data, The Fed dapat memastikan stabilitas ekonomi jangka panjang.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?