Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Maret 2026
Trending
  • Catat, Batas Akhir Pembayaran Zakat Fitrah Agar Sah
  • WOW Pimpinan DPRD Sumsel Beli Meja Biliar, Rusak APBD Rp 486 Juta
  • 7 tanda pria pintar terlihat dari sifatnya yang unik
  • Prospek MTDL Dukung Solusi Cloud & AI, Ini Rekomendasi Sahamnya
  • Pria Kaya dengan 2 BMW Jadi Target KPK, Suami Bupati Pekalongan
  • GP Ansor Jabar Kritik Tingginya Pengangguran, Minta Pemerintah Prioritaskan Lapangan Kerja
  • Juventus Target Bek Muda Brentford Michael Kayode Usai Bersinar di Liga Premier
  • Mari tingkatkan soft skill dengan 7 buku ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Fed meninjau dampak pemotongan, suku bunga mungkin dipertahankan
Ekonomi

Fed meninjau dampak pemotongan, suku bunga mungkin dipertahankan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Menilai Perlu Menahan Suku Bunga

Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menilai bahwa The Fed perlu menahan suku bunga untuk sementara waktu guna mengevaluasi dampak pemangkasan 75 basis poin sepanjang 2025. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks inflasi yang masih tinggi dan sinyal pelemahan pasar tenaga kerja.

“Posisi kita saat ini adalah skenario dasar saya, yakni mempertahankan kebijakan pada level ini untuk beberapa waktu sampai ada bukti yang lebih jelas apakah inflasi benar-benar kembali menuju target atau kondisi pasar tenaga kerja melemah secara lebih signifikan,” ujar Hammack dalam wawancara.

Pemangkasan suku bunga terakhir The Fed pada 10 Desember lalu diwarnai tiga suara berbeda (dissenting votes), jumlah terbanyak sejak 2019. Para pejabat bank sentral AS masih terbelah mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan, dengan sebagian pembuat kebijakan lebih mengkhawatirkan perlambatan pasar tenaga kerja, sementara lainnya menilai The Fed perlu memprioritaskan pengendalian inflasi yang masih berada di atas target.

Proyeksi suku bunga yang dirilis setelah rapat tersebut menunjukkan enam pejabat memilih untuk menahan suku bunga. Hammack menegaskan bahwa ia akan fokus untuk memastikan inflasi dapat kembali ke target. Menurutnya, itu adalah salah satu tujuan utama dan penting untuk diselesaikan oleh The Fed.

Data Ekonomi yang Tertunda Akibat Penutupan Pemerintahan

Para pembuat kebijakan juga baru menerima sejumlah data ekonomi pekan lalu yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan AS terlama dalam sejarah. Tingkat pengangguran AS tercatat naik menjadi 4,6% pada November dari 4,4% pada September.

Sementara itu, indeks harga konsumen inti (core CPI), yang mengecualikan harga pangan dan energi yang volatil, naik 2,6% secara tahunan pada November, menjadi laju kenaikan paling lambat sejak 2021.

Hammack menegaskan dirinya tidak terlalu bertumpu pada satu laporan ekonomi semata. Menurutnya, data inflasi terbaru masih mengandung gangguan akibat keterbatasan pengambilan sampel selama masa penutupan pemerintahan.

“Itu hanya satu angka dan saya ingin memberi waktu. Untungnya, kami memiliki cukup waktu sebelum pertemuan berikutnya untuk melihat gambaran yang lebih menyeluruh,” ujarnya.

Kondisi Inflasi dan Biaya Input

Dia menambahkan, inflasi telah bertahan di kisaran 3% selama sekitar satu setengah tahun terakhir, sementara biaya input bagi pelaku usaha masih terus meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memicu kembali tekanan kenaikan harga, sehingga memperkuat alasan bagi The Fed untuk bersikap hati-hati.

Usai pemangkasan suku bunga pada Desember, Hammack menyatakan dirinya lebih memilih kebijakan suku bunga berada pada posisi yang sedikit lebih ketat dibandingkan saat ini. Hal ini dilakukan untuk memastikan inflasi tetap terkendali dan pasar tenaga kerja tetap stabil.

Perspektif Ke depan

Dalam perspektif ke depan, Hammack menekankan pentingnya mengevaluasi semua data yang tersedia sebelum mengambil keputusan. Ia yakin bahwa dengan pendekatan yang hati-hati, The Fed dapat mencapai keseimbangan antara kontrol inflasi dan stabilitas pasar tenaga kerja.

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa keputusan yang diambil harus didasarkan pada bukti yang jelas dan tidak hanya pada satu indikator ekonomi. Dengan demikian, The Fed dapat memastikan bahwa kebijakan moneter yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan ekonomi nasional.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, pandangan Hammack menunjukkan bahwa The Fed perlu menahan suku bunga untuk sementara waktu agar dapat mengevaluasi dampak pemangkasan yang telah dilakukan. Dengan data ekonomi yang masih dalam proses pengumpulan dan analisis, keputusan yang diambil harus didasarkan pada informasi yang lengkap dan akurat.

Kebijakan yang diambil harus mampu menjaga inflasi tetap terkendali sambil tetap memperhatikan kondisi pasar tenaga kerja. Dengan pendekatan yang hati-hati dan berbasis data, The Fed dapat memastikan stabilitas ekonomi jangka panjang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Prospek MTDL Dukung Solusi Cloud & AI, Ini Rekomendasi Sahamnya

19 Maret 2026

Catat, Batas Akhir Pembayaran Zakat Fitrah Agar Sah

19 Maret 2026

4 cara mengubah baju bekas jadi uang banyak

19 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Catat, Batas Akhir Pembayaran Zakat Fitrah Agar Sah

19 Maret 2026

WOW Pimpinan DPRD Sumsel Beli Meja Biliar, Rusak APBD Rp 486 Juta

19 Maret 2026

7 tanda pria pintar terlihat dari sifatnya yang unik

19 Maret 2026

Prospek MTDL Dukung Solusi Cloud & AI, Ini Rekomendasi Sahamnya

19 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?