Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Maret 2026
Trending
  • Catat, Batas Akhir Pembayaran Zakat Fitrah Agar Sah
  • WOW Pimpinan DPRD Sumsel Beli Meja Biliar, Rusak APBD Rp 486 Juta
  • 7 tanda pria pintar terlihat dari sifatnya yang unik
  • Prospek MTDL Dukung Solusi Cloud & AI, Ini Rekomendasi Sahamnya
  • Pria Kaya dengan 2 BMW Jadi Target KPK, Suami Bupati Pekalongan
  • GP Ansor Jabar Kritik Tingginya Pengangguran, Minta Pemerintah Prioritaskan Lapangan Kerja
  • Juventus Target Bek Muda Brentford Michael Kayode Usai Bersinar di Liga Premier
  • Mari tingkatkan soft skill dengan 7 buku ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Asnawi Mangkualam Buka Suara Soal Gagalnya Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026
Olahraga

Asnawi Mangkualam Buka Suara Soal Gagalnya Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Tim Nasional (Timnas) Indonesia menyelesaikan perjalanannya dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada ronde keempat. Dalam fase tersebut, Skuad Garuda mengalami dua kekalahan yang secara langsung mengakhiri peluang mereka untuk melangkah ke putaran final.

Pertama, Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi, kemudian dikalahkan 0-1 oleh Irak. Hasil ini menjadi penutup dari perjalanan sejak ronde pertama, ketika tim mulai membangun kekuatan secara bertahap. Asnawi Mangkualam, salah satu pemain penting dalam proses ini, menjalani peran sebagai kapten sejak awal dan ikut melewati setiap fase kualifikasi.

Selama kualifikasi, Timnas Indonesia juga mengalami banyak perubahan komposisi pemain. Salah satu faktor utama adalah hadirnya sejumlah pemain naturalisasi yang memberikan kekuatan tambahan bagi tim. Nama-nama seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Thom Haye, Maarten Paes, Emil Audero, hingga Miliano Jonathans sempat mencuri perhatian publik.

Penilaian Asnawi Mengenai Kualitas Pemain Timnas

Program naturalisasi membuat Timnas Indonesia diperkuat oleh pemain diaspora yang berkarier di Eropa. Di atas kertas, komposisi tim terlihat lebih kompetitif dibanding periode sebelumnya. Namun, Asnawi memiliki pandangan realistis tentang kualitas keseluruhan pemain Timnas Indonesia.

Menurutnya, kualitas keseluruhan pemain belum berada di level Piala Dunia 2026. Ia menyebut hanya sebagian kecil pemain yang benar-benar siap bersaing di level tertinggi. “Babak keempat, tampak mudah dengan komposisi tim sekarang,” ujar eks pemain PSM Makassar tersebut.

“Tapi untuk ke Piala Dunia, realistis dengan komposisi pemain, buat saya hanya ada lima sampai tujuh pemain yang layak ke Piala Dunia,” katanya.

Meski begitu, jarak kualitas antara pemain saat ini dengan level putaran final Piala Dunia masih terasa. Penilaian ini disampaikan berdasarkan pengalamannya bermain bersama tim sejak awal kualifikasi.

Reaksi Usai Gagal ke Piala Dunia 2026

Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 meninggalkan kesan emosional bagi Asnawi. Ia mengaku sangat terpukul saat hasil akhir tidak sesuai harapan. Perasaan itu muncul karena perjuangan panjang sejak ronde pertama, termasuk laga awal melawan Brunei Darussalam.

“Saya menangis. Sumpah. Pasti kecewa karena berjuang dari round 1 masih melawan Brunei, berjuang dari awal, sama-sama semua,” ujar Asnawi.

Asnawi menyebut seluruh pemain sudah berusaha maksimal sepanjang kualifikasi. Harapan untuk membawa Indonesia tampil di Piala Dunia menjadi motivasi utama selama proses tersebut. Meski hasil akhir belum sesuai target, ia menekankan pentingnya bersikap realistis terhadap kondisi tim saat ini.

Pelajaran dari Pengalaman Kualifikasi

Pengalaman panjang di kualifikasi memberi banyak pelajaran bagi Timnas Indonesia. Dari awal hingga akhir, setiap fase kualifikasi memberikan pembelajaran berharga, baik dalam hal teknik maupun mental. Asnawi mengatakan bahwa meskipun kegagalan terjadi, semangat dan kerja keras para pemain tetap menjadi fondasi utama untuk masa depan.

Kegagalan ini menjadi momentum untuk evaluasi dan persiapan lebih matang di masa mendatang. Timnas Indonesia akan terus berupaya meningkatkan kualitas dan kompetensi agar bisa meraih prestasi yang lebih tinggi di ajang internasional.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Juventus Target Bek Muda Brentford Michael Kayode Usai Bersinar di Liga Premier

19 Maret 2026

Hasil ONE Friday Fights 146: Detchawalit Lanjutkan Dominasi dengan Hancurkan Denis Dotsenko

19 Maret 2026

Reece James tetap di Chelsea, kontrak diperpanjang hingga 2032

19 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Catat, Batas Akhir Pembayaran Zakat Fitrah Agar Sah

19 Maret 2026

WOW Pimpinan DPRD Sumsel Beli Meja Biliar, Rusak APBD Rp 486 Juta

19 Maret 2026

7 tanda pria pintar terlihat dari sifatnya yang unik

19 Maret 2026

Prospek MTDL Dukung Solusi Cloud & AI, Ini Rekomendasi Sahamnya

19 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?