Bantuan Kemanusiaan dari Mahasiswa Hukum untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor
Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (Himadikum UMRI) melakukan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir dan longsor di Aek Ngadol, Sitinjak, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kegiatan ini dilakukan pada hari Minggu, 21 Desember 2025, melalui Posko SARMMI sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
Ketua Himadikum UMRI, Lamhot Gabriel Nainggolan, menjelaskan bahwa bantuan diserahkan langsung kepada warga sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pemulihan pasca bencana. Ia menyampaikan hal tersebut kepada Indonesiadiscover.com pada Senin, 22 Desember 2025.
Lamhot juga menjelaskan bahwa Himadikum UMRI menghimpun bantuan dari masyarakat Pekanbaru melalui penggalangan dana. Tim relawan kemudian menyalurkan bantuan dalam bentuk perlengkapan alat kebersihan dan alat salat kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diserahkan langsung di lokasi bencana untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat yang masih melakukan pembersihan lingkungan dan pemulihan aktivitas harian.
“Apresiasi kepada para donatur dan masyarakat Pekanbaru yang telah berpartisipasi dalam aksi solidaritas kemanusiaan tersebut,” kata Lamhot.
Penanganan Bencana yang Masih Membutuhkan Perhatian
Di sela kegiatan, Lamhot Gabriel Nainggolan menyampaikan sorotannya terkait penanganan bencana di Aek Ngadol. Ia menilai respons pemerintah pusat masih perlu ditingkatkan agar pemulihan berjalan lebih cepat dan menyeluruh.
“Sudah hampir 1 bulan bencana banjir dan longsor ini melanda Aek Ngadol, namun hingga hari ini pemerintah pusat belum menetapkan status Bencana Nasional. Di lapangan, kami masih menemukan rumah warga yang dipenuhi lumpur dan kayu sisa banjir,” tegas Lamhot.
Ia menambahkan bahwa penetapan status bencana nasional dinilai penting untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Menurutnya, dorongan tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat agar negara hadir secara optimal dalam menjamin keselamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pemulihan kehidupan warga terdampak.
Komitmen untuk Terus Berkontribusi
Himadikum UMRI menyatakan komitmen untuk terus terlibat dalam aksi kemanusiaan serta mendorong perhatian serius dari seluruh pemangku kebijakan terhadap penanganan bencana di Aek Ngadol. Adapun Ketua Himadikum UMRI, Lamhot Gabriel Nainggolan, bersama Lano Rahadian, Muhammad Anto, dan Rabbi Fernanda, turut hadir dalam pendistribusian bantuan.

Kepedulian dan Solidaritas Masyarakat
Bantuan yang disalurkan oleh Himadikum UMRI tidak hanya berupa barang fisik, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas masyarakat terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan. Dengan adanya aksi seperti ini, diharapkan dapat memberikan semangat dan dukungan moral bagi warga terdampak, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gotong royong dalam menghadapi bencana.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya persiapan dan respons cepat dalam menghadapi bencana alam. Dengan kolaborasi antara organisasi mahasiswa, masyarakat, dan pihak terkait, diharapkan bisa menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Tantangan yang Masih Ada
Meskipun ada inisiatif positif seperti yang dilakukan oleh Himadikum UMRI, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh warga terdampak. Salah satunya adalah kurangnya akses terhadap bantuan yang memadai dan cepat. Hal ini membuat warga terus menghadapi kesulitan dalam pemulihan kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret dari pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. Selain itu, perlu adanya koordinasi yang lebih baik antara berbagai pihak guna memaksimalkan dampak dari setiap aksi kemanusiaan yang dilakukan.
Dengan adanya partisipasi aktif dari berbagai pihak, diharapkan keadaan di Aek Ngadol dapat segera pulih dan warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan yang layak.



