Kondisi Pemain yang Masih Diperhatikan Jelang Laga Persebaya Surabaya vs Borneo FC
Persebaya Surabaya akan menghadapi laga penting melawan Borneo FC dalam lanjutan Super League 2025/2026. Pertandingan ini menjadi fokus utama bagi tim berjuluk Green Force, terutama karena kondisi beberapa pemain kunci yang belum sepenuhnya pulih.
Dua pemain yang menjadi perhatian utama adalah Risto Mitrevski dan Koko Ari Araya. Meskipun keduanya telah kembali berlatih bersama tim, mereka masih belum mendapat jaminan untuk tampil sebagai starter. Pelatih caretaker Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga kesehatan dan menghindari risiko cedera ulang.
Kondisi Koko Ari yang Masih Dipantau
Koko Ari Araya, bek sayap asal Surabaya, menjadi salah satu pemain yang sangat diharapkan oleh pelatih. Ia memiliki kemampuan fleksibel untuk bermain sebagai right-back maupun left-back. Namun, meskipun perkembangan fisiknya terus membaik, kebugarannya dinilai belum cukup untuk tampil sejak menit pertama.
Uston Nawawi mengungkapkan bahwa pihak medis sedang terus memantau kondisi Koko Ari. “Kondisi Koko sudah membaik, tapi kami masih terus komunikasi dengan tim medis agar tidak ada risiko cedera ulang,” ujarnya. Hal ini membuat peluang Koko Ari tampil sebagai starter sangat kecil.
Sejak bergabung kembali pada Juli 2025, Koko Ari telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam transisi menyerang. Kemampuannya dalam membaca permainan dan mobilitas tinggi membuatnya menjadi bagian penting dari skema permainan Persebaya Surabaya.
Kondisi Risto Mitrevski yang Masih Belum Optimal
Selain Koko Ari, Risto Mitrevski juga menjadi sorotan. Sebagai bek tengah asal Makedonia Utara, ia dikenal memiliki postur tinggi dan kemampuan bertahan yang baik. Meski sudah kembali berlatih, kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.
Uston Nawawi menjelaskan bahwa tim pelatih tidak ingin memaksakan Risto untuk tampil penuh. “Risto juga sama, sudah latihan, tapi belum seratus persen. Kami tidak mau memaksakan karena risikonya besar,” katanya. Keputusan ini diambil demi menjaga kesehatan pemain dan menghindari cedera yang lebih parah.
Risto Mitrevski memiliki pengalaman panjang sebagai pemain bertahan. Selain itu, kemampuannya dalam bermain dengan kedua kaki membuatnya ideal sebagai bek tengah modern. Namun, tanpa kondisi fisik yang optimal, Persebaya Surabaya memilih untuk menahan sang pemain.
Tantangan Tim Pelatih Akibat Absennya Pemain Asing
Masalah Persebaya Surabaya semakin kompleks karena absennya dua pemain asing, yaitu Bruno Moreira dan Francisco Rivera. Keduanya harus menepi akibat akumulasi kartu kuning, sehingga opsi rotasi pemain menjadi sangat terbatas.
Absennya Bruno dan Rivera berdampak langsung pada kreativitas lini tengah dan depan. Tim pelatih dipaksa mencari alternatif lain dengan memaksimalkan pemain yang tersedia. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Uston Nawawi sebagai caretaker, yang harus menyusun strategi agar Persebaya Surabaya tetap kompetitif meski tidak tampil dengan kekuatan penuh.
Lawan yang Tidak Mudah: Borneo FC
Borneo FC datang ke Surabaya dengan status sebagai pemuncak klasemen sementara Super League. Pesut Etam telah mengoleksi 33 poin dan menunjukkan konsistensi sejak awal musim. Kekuatan lini serang dan kedisiplinan permainan mereka menjadi ancaman serius bagi tuan rumah.
Uston Nawawi mengaku sudah mempelajari karakter permainan Borneo FC secara mendalam. “Kami sudah analisis permainan mereka, terutama lini serang yang cukup agresif,” ujarnya. Fokus utama Persebaya Surabaya ada pada organisasi bertahan dan transisi cepat.
Kondisi Klasemen dan Harapan Tim
Saat ini, Persebaya Surabaya berada di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan raihan 18 poin. Posisi tersebut belum mencerminkan ambisi Green Force yang ingin bersaing di papan atas. Laga melawan Borneo FC pun menjadi ujian berat sekaligus momentum kebangkitan.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persebaya Surabaya berharap atmosfer Stadion GBT mampu memberi energi tambahan bagi pemain. Meski tanpa jaminan starter untuk Koko Ari dan Risto Mitrevski, Persebaya Surabaya tetap berupaya tampil kompetitif.
Keputusan akhir akan ditentukan mendekati pertandingan dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan rekomendasi tim medis.



