Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 14 Mei 2026
Trending
  • Busi Balap: Meningkatkan Performa atau Hanya Ilusi?
  • Mengapa Alam Semesta Ada? Ilmuwan Temukan Petunjuknya di Sini
  • Jalur Marathon Menuju MJM 2026, Bank Mandiri Dorong Dampak Sosial Berkelanjutan
  • Mereka yang Berjuang Melawan Kekerasan Neo-Nazi di Ibu Kota
  • Daftar 55 Pemain Timnas Argentina untuk Piala Dunia 2026: Messi Masuk, Dybala Absen
  • Markas Judul di Indonesia Terus Berkembang, Said Didu Bocorkan Sosok di Baliknya
  • Di Manakah Mojtaba Khamenei Saat Trump Berbicara? Rahasia Intelijen AS Terungkap
  • Perubahan iklim dan ancaman hantavirus lama
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Mau Beli HP Baru Tahun Depan? Pertimbangkan Ini Dulu
Teknologi

Mau Beli HP Baru Tahun Depan? Pertimbangkan Ini Dulu

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Prediksi Kenaikan Harga Smartphone Tahun Depan

Harga smartphone diprediksi akan mengalami kenaikan pada tahun depan, terutama akibat lonjakan harga memori global. Fenomena ini sudah terlihat sejak akhir tahun 2025 dan diperkirakan akan berlanjut hingga tahun depan. Vendor ponsel disebut akan mencari cara untuk mengurangi dampak kenaikan harga tersebut, salah satunya dengan memangkas kapasitas RAM di beberapa model.

Perubahan Konfigurasi RAM

Berdasarkan bocoran yang muncul dari blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan akan mengurangi jumlah RAM pada beberapa model smartphone. Hal ini akan membuat ponsel dengan RAM 16 GB semakin langka, sementara model dengan RAM 4–6 GB akan lebih dominan. Beberapa model yang biasanya dilengkapi RAM 12 GB juga bisa dipangkas hingga 40 persen menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara itu, model dengan RAM 8 GB bisa dikurangi hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.

Meskipun konfigurasi RAM dipangkas, harga smartphone tetap diperkirakan lebih mahal dibandingkan model sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa peningkatan harga tidak hanya terjadi karena perubahan spesifikasi, tetapi juga akibat faktor eksternal seperti permintaan tinggi terhadap chip memori.

Penyebab Kenaikan Harga Memori

Kenaikan harga memori disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari berbagai industri, termasuk data center dan server kecerdasan buatan (AI). Permintaan yang tinggi ini menyebabkan kelangkaan pasokan memori, sehingga memicu kenaikan harga secara umum. Perusahaan seperti Samsung juga dilaporkan memangkas produksi chip memori untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).

Pengumuman Xiaomi tentang Kenaikan Harga

Xiaomi telah mengumumkan rencana kenaikan harga smartphone mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing, dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025. Ia menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena harga chip memori yang semakin mahal, akibat melonjaknya permintaan untuk server AI.

Weibing juga memperingatkan pengguna akan kenaikan harga ponsel Xiaomi. Ia menyatakan bahwa tekanan harga akan jauh lebih berat tahun depan dibanding tahun ini. “Secara umum, konsumen mungkin akan mendapati kenaikan harga ecer produk yang cukup besar,” ujarnya. Meski demikian, ia tidak merinci persentase kenaikan harga atau apakah kenaikan ini akan berlaku secara global atau hanya di pasar tertentu saja.

Contoh Ponsel dengan Kenaikan Harga

Salah satu contoh ponsel yang mengalami kenaikan harga adalah Redmi K90. Ponsel andalan dari sub-merek Xiaomi ini dibanderol 2.599 yuan (sekitar Rp 6,1 juta) untuk versi dasarnya dengan RAM 12/256 GB. Harganya naik dari 2.499 yuan (sekitar Rp 5,8 juta) dibanding pendahulunya, Redmi K80 yang rilis November 2024 lalu. Kenaikan harga ini menunjukkan bahwa tren kenaikan harga memori telah memengaruhi berbagai merek ponsel.

Strategi Vendor Ponsel

Dalam menghadapi kenaikan harga, vendor ponsel kabarnya akan menggunakan strategi lain selain kenaikan harga. Salah satu caranya adalah dengan memangkas RAM pada beberapa model ponsel. Namun, meskipun konfigurasi RAM dipangkas, harga ponsel tetap diperkirakan lebih mahal dibanding model sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga tidak hanya terjadi karena perubahan spesifikasi, tetapi juga akibat kondisi pasar yang sulit.

Kesimpulan

Tren kenaikan harga smartphone tahun depan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kelangkaan pasokan memori dan permintaan tinggi dari berbagai industri. Vendor ponsel akan mencari cara untuk mengurangi dampak kenaikan harga tersebut, seperti memangkas RAM pada beberapa model. Meskipun demikian, harga ponsel tetap diperkirakan akan lebih mahal dibandingkan model sebelumnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Mengapa Alam Semesta Ada? Ilmuwan Temukan Petunjuknya di Sini

14 Mei 2026

Perbedaan SpaceX dan NASA: Sejarah hingga Visi Ruang Angkasa

14 Mei 2026

Bagaimana bebek mengunyah makanan tanpa gigi?

14 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Busi Balap: Meningkatkan Performa atau Hanya Ilusi?

14 Mei 2026

Mengapa Alam Semesta Ada? Ilmuwan Temukan Petunjuknya di Sini

14 Mei 2026

Jalur Marathon Menuju MJM 2026, Bank Mandiri Dorong Dampak Sosial Berkelanjutan

14 Mei 2026

Mereka yang Berjuang Melawan Kekerasan Neo-Nazi di Ibu Kota

14 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?