Nasional Danamon Peringatkan Nasabah Soal Keamanan Transaksi Digital

Danamon Peringatkan Nasabah Soal Keamanan Transaksi Digital

11
0

Inisiatif Edukasi Danamon untuk Meningkatkan Kesadaran Keamanan Digital

Digitalisasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bertransaksi finansial. Meski memberikan kemudahan, digitalisasi juga membawa tantangan baru, khususnya dalam menjaga keamanan data pribadi dan mencegah tindakan kejahatan siber. Dalam menghadapi hal ini, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) meluncurkan kampanye #JanganKasihCelah. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi data saat bertransaksi digital, terutama di ruang publik.

Sebagai bank yang berkomitmen pada nasabah dan solusi finansial terpercaya, Danamon ingin memastikan pengguna layanan perbankan digital tetap aman dari ancaman penipuan dan kejahatan siber. Berdasarkan laporan Indonesia Millennials and Gen Z Report 2025, sebagian besar generasi milenial dan Gen Z di Indonesia menggunakan aplikasi keuangan digital seperti mobile banking dan e-wallet dalam aktivitas harian mereka. Data dari Bank Indonesia juga menunjukkan lonjakan signifikan dalam transaksi online, dari Rp205,5 triliun pada 2019 menjadi Rp487,01 triliun pada 2024. Namun, dengan meningkatnya jumlah transaksi, risiko penipuan juga semakin tinggi.

Salah satu celah yang sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber adalah penggunaan fasilitas publik. Mulai dari Wi-Fi gratis di kafe, taman, hingga halte, hingga port pengisian daya USB di bandara dan pusat perbelanjaan. Celah-celah ini sering kali menjadi pintu masuk bagi para penipu yang ingin mencuri data pribadi pengguna.

Andreas Kurniawan, Chief Digital Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk, menyampaikan bahwa nasabah harus lebih waspada saat melakukan transaksi di tempat umum. “Sering kali jaringan dengan enkripsi lemah dimanfaatkan penipu untuk mencuri data pribadi. Begitu pula dengan port USB sembarangan yang dapat menjadi sarana penyebaran malware,” ujarnya.

Menurut informasi dari Kementerian Keuangan melalui DJPB, beberapa bentuk fraud yang rawan terjadi saat menggunakan jaringan publik antara lain Man in the Middle Attack (MITM), sniffing atau pencurian data melalui jaringan, malware distribution, serta fake hotspot atau jaringan Wi-Fi palsu yang dirancang untuk mencuri data.

Untuk menghadapi ancaman tersebut, Danamon melalui kampanye #JanganKasihCelah mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam menjaga keamanan data. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:

  • Menggunakan jaringan seluler pribadi dan menghindari Wi-Fi publik.
  • Menghindari penggunaan port USB publik dan memprioritaskan power bank pribadi.
  • Mengaktifkan two factor authentication seperti biometrik.
  • Tidak membagikan data pribadi seperti OTP, PIN, atau kode CVV/CVC kepada siapa pun.
  • Menghindari mengklik tautan mencurigakan dari pihak tidak dikenal.

Selain itu, nasabah juga diingatkan untuk memastikan situs yang diakses menggunakan protokol HTTPS saat mencari informasi layanan perbankan maupun institusi lain. Untuk mendapatkan informasi resmi, nasabah dapat langsung mengunjungi situs web Danamon di www.danamon.co.id.

Apabila menemukan transaksi mencurigakan setelah menggunakan fasilitas publik, nasabah diminta segera menghubungi layanan resmi Danamon, seperti Hello Danamon di nomor 1-500-090 untuk dalam negeri atau +62-21-23546100 dari luar negeri.

Dengan inisiatif ini, Danamon berharap kesadaran nasabah akan keamanan digital semakin meningkat, sehingga transaksi digital tetap aman meskipun dilakukan di ruang publik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini