Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 1 November 2026
Trending
  • Sumpah Pemuda: Semangat persatuan dan kepedulian sesama
  • Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia
  • Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong
  • Langkah Strategis Toyota: Genjot Mobil Listrik dan Bidik Pasar Australia
  • Opini: Biokapitalisme digital – normalisasi pornografi dan darurat eros
  • Terancam Hukuman Mati,Dwi Bagus Dinilai Penuhi Unsur Perencanan pada Pembunuhan AG Anak Tirinya
  • Gus Lilur bangun jaringan dagang di Vietnam, tetap desak pengusutan dugaan riswah Muktamar ke-35 NU
  • Pesona Tersembunyi Situ Biru Cilembang Sumedang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»7 Fakta Menarik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalbar, Dari Kronologi Hingga Permintaan Maaf Wakil Ketua MPR
Nasional

7 Fakta Menarik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalbar, Dari Kronologi Hingga Permintaan Maaf Wakil Ketua MPR

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 May 2026No Comments5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ringkasan Berita

Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendadak menjadi sorotan nasional setelah video perdebatan antara peserta dan dewan juri viral di media sosial. Ajang yang digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (9/5/2026), itu menuai polemik lantaran dua peserta dari sekolah berbeda memberikan jawaban yang dinilai sama, tetapi memperoleh hasil penilaian berbeda dari juri.

Peristiwa tersebut kemudian memancing reaksi luas publik. Video cuplikan lomba ramai beredar di berbagai platform media sosial hingga kolom komentar akun Instagram MPR RI dibanjiri kritik. Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman sampai menyampaikan permintaan maaf secara resmi atas insiden tersebut.

Kontroversi itu bermula dari babak rebutan soal dalam final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalbar yang mempertemukan tiga sekolah, yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau. Dalam perlombaan itu, peserta diuji mengenai materi Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Berikut rangkaian fakta lengkap polemik LCC 4 Pilar Kalbar yang viral dan memicu evaluasi dari MPR RI.

1. Bermula dari Pertanyaan soal Pemilihan Anggota BPK

Polemik bermula ketika pembawa acara membacakan pertanyaan mengenai tata cara pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam sistem lomba rebutan tersebut, Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menekan tombol dan menjawab pertanyaan.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab peserta dari SMAN 1 Pontianak. Namun, jawaban tersebut justru dinilai salah oleh dewan juri. Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita WB kemudian memberikan pengurangan nilai lima poin kepada Regu C.

Situasi mulai memanas ketika pertanyaan yang sama kemudian dilempar kembali kepada peserta lain.

2. Jawaban Peserta Lain Dinilai Benar meski Dianggap Sama

Setelah jawaban pertama dinyatakan salah, Regu B dari SMAN 1 Sambas mendapat kesempatan menjawab pertanyaan yang sama. Jawaban yang disampaikan peserta dari SMAN 1 Sambas terdengar serupa.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan dari Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab peserta Regu B. Berbeda dengan peserta sebelumnya, jawaban tersebut justru dianggap benar oleh dewan juri dan diberikan tambahan 10 poin.

Momen itu langsung memicu protes dari peserta SMAN 1 Pontianak karena merasa jawaban yang mereka sampaikan sama dengan peserta dari SMAN 1 Sambas.

3. Peserta SMAN 1 Pontianak Protes di Depan Juri

Peserta dari SMAN 1 Pontianak kemudian menyampaikan keberatan secara langsung di hadapan juri dan penonton. Mereka menilai terdapat ketidakkonsistenan dalam penilaian.

“Mohon maaf, jawaban yang kami sampaikan sama,” kata peserta Regu C. Namun, Dyastasita menjelaskan bahwa menurut dewan juri, jawaban Regu C tidak menyebut unsur DPD atau Dewan Perwakilan Daerah secara jelas.

Peserta SMAN 1 Pontianak kembali membantah penjelasan tersebut dan meyakini mereka telah mengucapkan jawaban yang sama persis. Peserta bahkan meminta konfirmasi kepada audiens mengenai jawaban yang mereka sampaikan.

4. Juri Sebut Artikulasi Peserta Tidak Jelas

Di tengah polemik yang berlangsung, salah satu dewan juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni, menjelaskan alasan jawaban peserta dianggap salah. Menurutnya, masalah utama terletak pada artikulasi peserta saat menjawab pertanyaan. Artikulasi sendiri merupakan cara pengucapan kata agar terdengar jelas dan mudah dipahami.

“Begini ya, kan sudah diingatkan dari awal, artikulasi itu penting. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas,” ujar Indri. “Dewan juri kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima,” lanjutnya.

5. Dugaan Gangguan Speaker ke Arah Meja Juri

Setelah polemik meluas, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, mengungkap adanya dugaan gangguan pada speaker yang mengarah ke meja dewan juri. Menurut Faisal, suara jawaban peserta kemungkinan tidak terdengar jelas oleh juri meski terdengar jelas oleh penonton dan siaran langsung YouTube.

Ia mengatakan pihaknya telah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak beserta tim pendamping untuk membahas persoalan tersebut. Meski demikian, Faisal meminta seluruh pihak tetap mengikuti mekanisme resmi perlombaan dengan mengajukan peninjauan ulang kepada penyelenggara.

6. Sekda Kalbar Soroti Objektivitas Dewan Juri

Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, turut memberikan perhatian serius terhadap polemik tersebut. Ia menilai ada persoalan objektivitas dalam penilaian dewan juri. Menurut Harisson, jawaban peserta sebenarnya memiliki substansi yang sama dan benar. Ia menduga juri terlalu terpaku pada teks jawaban di perangkat penilaian.

Harisson juga meminta agar peserta mendapatkan rasa keadilan. “Saya minta ada rasa keadilan yang harus diterima oleh anak-anak SMANSA. Jangan biarkan rasa ketidakadilan itu membekas di diri mereka,” tegasnya.

7. MPR RI Minta Maaf dan Janji Evaluasi Total

Viralnya video tersebut akhirnya membuat Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada publik. “Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar. Ia menegaskan MPR RI akan mengevaluasi sistem perlombaan, mulai dari aspek teknis tata suara hingga mekanisme penyelesaian keberatan peserta.

Meski ada evaluasi dan permintaan maaf, hasil perlombaan tidak berubah. SMAN 1 Sambas tetap dinyatakan sebagai juara dan akan mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional. Salah satu peserta SMAN 1 Sambas, Wafi, mengaku terkejut atas kemenangan timnya. Ia menyebut persiapan yang dilakukan hanya sekitar tiga pekan sebelum lomba.

Di sisi lain, pihak SMAN 1 Pontianak melalui akun Instagram resmi sekolah menyatakan keberatan atas proses penilaian yang dinilai kurang objektif. Sekolah juga menyoroti adanya indikasi penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri dan meminta evaluasi menyeluruh demi menjaga integritas LCC 4 Pilar MPR RI.






Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong

31 October 2026

Opini: Biokapitalisme digital – normalisasi pornografi dan darurat eros

31 October 2026

Gus Lilur bangun jaringan dagang di Vietnam, tetap desak pengusutan dugaan riswah Muktamar ke-35 NU

31 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sumpah Pemuda: Semangat persatuan dan kepedulian sesama

31 October 2026

Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia

31 October 2026

Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong

31 October 2026

Langkah Strategis Toyota: Genjot Mobil Listrik dan Bidik Pasar Australia

31 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?