Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 9 Juli 2026
Trending
  • 7 gaya OOTD hijab untuk konser, keren dan unik!
  • Sisi lain film Pesta Babi, hasil donasi penonton Rp 517 juta diserahkan ke pengungsi konflik Papua
  • PT AHM Perkenalkan Warna Baru New Honda BeAT untuk Generasi Muda
  • Astra undang pemuda jadi penggerak perubahan lewat SATU Indonesia Awards 2026 di YOTNC
  • 5 Alasan Produk Mahal Tetap Laku
  • Polri ungkap korupsi batubara PLTU, kerugian negara capai Rp5 T
  • Kalender Liturgi Katolik Hari Ini: Selasa, 7 Juli 2026, Pekan Biasa XIV Tahun A
  • Portugal Cari Pelatih Baru, Quaresma Minta Evaluasi Besar, Ronaldo Tanggapi Jorge Jesus
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»5 Hewan Tangguh yang Berkembang Tanpa Orangtua
Ragam

5 Hewan Tangguh yang Berkembang Tanpa Orangtua

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran Orangtua dalam Kehidupan Hewan

Sama seperti manusia, peran induk atau orangtua hewan sangat penting dalam kehidupan dan keberlangsungan anak-anaknya. Induk mengajarkan banyak hal penting, mulai dari keterampilan berburu, membangun sarang, sampai menghindari predator. Semua keterampilan ini perlu dipelajari anak hewan supaya kelak mereka bisa bertahan hidup saat meninggalkan sarang atau induknya.

Namun, gak semua hewan tumbuh tanpa sosok orangtua. Bahkan, ada yang gak pernah melihat atau bertemu orangtuanya sama sekali. Hewan mana saja? Yuk, kenalan dengan lima hewan yang tumbuh tanpa sosok orangtua berikut ini!

Megapoda atau Burung Gosong



Megapoda atau burung gosong merupakan kelompok burung yang sangat unik. Alih-alih mengerami telur sendiri, burung ini justru memanfaatkan panas bumi, sinar matahari, dan panas hasil fermentasi untuk proses pengeraman telur. Burung ini membangun gundukan besar yang terbuat dari tumbuhan membusuk atau pasir, lalu meletakkan telurnya di dalam. Induk burung gosong rutin memeriksa suhu gundukan supaya tetap stabil untuk mengerami telurnya. Namun, peran induk burung gosong berhenti sampai di situ saja. Saat waktunya menetas, anak burung gosong harus menggali keluar sendiri dari gundukan tanpa bantuan dari induknya. Menurut penuturan Daniel Roby, seorang ahli ornitologi dari Universitas Oregon, anak burung gosong gak pernah bertemu atau melihat induknya sama sekali sepanjang hidupnya. Mereka mempelajari keterampilan bertahan hidup sendirian.

Kupu-Kupu



Kupu-kupu merupakan hewan selanjutnya yang membiarkan keturunannya bertahan hidup sendirian. Beberapa spesies kupu-kupu bahkan diketahui sengaja bertelur di dekat sarang semut. Hal ini dilakukan supaya semut bisa merawat anak-anaknya. Kupu-kupu biru besar atau large blue butterfly diketahui melakukan hal ini. Mengutip laman Britannica, larva kupu-kupu dari subfamili Polyommatinae ini menghasilkan cairan manis bernama madu serangga atau honeydew dari sistem pencernaannya. Cairan ini menarik perhatian semut merah, dan juga membuat ulat kupu-kupu ini punya bau seperti larva semut merah. Oleh karena itu, para semut merah membawa ulat tersebut ke dalam sarangnya. Larva kupu-kupu biru besar kemudian digabungkan bersama larva dari semut merah. Ulat tersebut memakan larva-larva semut untuk tumbuh besar.

Ngengat



Sama halnya kupu-kupu, ngengat juga membiarkan anak-anaknya bertahan hidup sendirian sejak kecil. Namun, bukan berarti larva ngengat gak punya pertahanan diri. Ulat kucing atau puss caterpilar merupakan larva dari ngengat flannel moth (Megalopyge opercularis). Ulat satu ini dikenal punya rambut fluffy yang terlihat sangat lembut. Meski terlihat cantik, ulat kucing sangat beracun. Ya, induk dari ulat kucing sengaja menutupi telur-telurnya dengan rambut fluffy dari bagian perutnya. Menurut Don Hall, seorang ahli entimologi dari Universitas Florida, rambut itu sebenarnya gak berbisa. Namun, rambut fluffy itu menutupi duri-duri kecil pada tubuh ulat kucing, terangnya. Duri-duri itu sangat beracun dan menyaktikan bila menusuk kulit. Perlindungan ini bikin ulat kucing tetap aman dari serangan predator sekalipun tanpa pengawasan dari orangtuanya.

Kadal Pagar Barat



Tahukah kamu kalau buaya adalah satu-satunya jenis reptil yang merawat anak-anaknya? Ya, ternyata sangat umum bagi kadal untuk gak membesarkan anaknya. Kebanyakan dari mereka cuma meletakkan telur, menutupinya, lalu ditinggal begitu saja. Bahkan mereka lupa kalau sudah bertelur. Kadal pagar barat atau western fence lizard (Sceloporus occidentalis), misalnya. Kadal asli Amerika Serikat dan Meksiko ini bisa menghasilkan 3—17 telur dalam sekali waktu. Dalam setahun, mereka bisa bertelur 1—3 kali, ungkap laman Animalia. Kadal punya kloaka, yakni satu lubang yang digunakan untuk sistem reproduksi, pencernaan, dan saluran kencing sekaligus. Kadal, seperti halnya kadal pagar barat, kemungkinan menganggap telurnya sebagai kotoran. Nassima Bouzid, seorang kandidat doktor di Universitas Washington, menjelaskan fenomena ini pada laman National Geographic. Kurangnya pengasuhan induk pada kadal kemungkinan bagian dari strateginya untuk punya keturunan sebanyak mungkin dengan harapan beberapa di antaranya bisa bertahan hidup.

Bunglon Labord



Mirisnya lagi, spesies kadal satu ini justru gak pernah bertemu dengan dewasa dari spesies mereka sendiri. Namanya bunglon Labord atau Labord’s chameleon (Furcifer labordi). Kelelesa asli Madagaskar ini cuma hidup selama 4—5 bulan usai menetas. Hidupnya paling banyak dihabiskan di dalam telur, yakni antara 8—9 bulan, ungkap laman Live Science. Seorang ahli herpetologi dari American Museum of Natural History, Chris Raxworthy, menjelaskan siklus hidup bunglon Labord yang unik ini pada laman Live Science. Betina mati beberapa jam setelah bertelur karena telah mengerahkan seluruh energinya. Jantan juga mati karena energi dan sumber dayanya habis untuk memperjuangkan kesempatan bereproduksi dengan betina. Seluruh populasi mati sebelum waktunya telur-telur tersebut menetas. Oleh karenanya, bunglon Labord jadi vertebrata berkaki empat dengan rentang hidup terpendek di dunia.

FAQ Seputar Hewan yang Tumbuh Tanpa Orang Tua

Apa contoh ulat yang tumbuh tanpa orangtua?

Ulat ngengat, terutama ulat kucing yang punya rambut pelindung dan duri beracun, berkembang sendirian tanpa pengawasan induk.

Bagaimana mereka bisa bertahan hidup?

Banyak dari hewan ini memiliki adaptasi khusus (misalnya perlindungan tubuh, strategi makan, atau perilaku hidup sendiri) yang memungkinkan mereka bebas dari pengawasan orangtua namun tetap mampu bertahan di alam.

Kenapa beberapa hewan tidak merawat anaknya?

Strategi ini merupakan bagian dari evolusi adaptif beberapa spesies menghasilkan banyak keturunan dan membiarkan yang paling kuat bertahan tanpa pengasuhan langsung.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Astra undang pemuda jadi penggerak perubahan lewat SATU Indonesia Awards 2026 di YOTNC

9 Juli 2026

PT AHM Perkenalkan Warna Baru New Honda BeAT untuk Generasi Muda

9 Juli 2026

5 Fakta Menarik Tentang Manfaat Journaling untuk Kesehatan Mental

9 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 gaya OOTD hijab untuk konser, keren dan unik!

9 Juli 2026

Sisi lain film Pesta Babi, hasil donasi penonton Rp 517 juta diserahkan ke pengungsi konflik Papua

9 Juli 2026

PT AHM Perkenalkan Warna Baru New Honda BeAT untuk Generasi Muda

9 Juli 2026

Astra undang pemuda jadi penggerak perubahan lewat SATU Indonesia Awards 2026 di YOTNC

9 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?