Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 18 Februari 2026
Trending
  • Jadwal MotoGP Minggu Malam, Jorge Martin Gantikan Marc Marquez 2027
  • 3 Shio Paling Beruntung Februari 2026: Strategi Cerdas untuk Rezeki dan Peluang
  • Waktunya bangkit ekonomi! 4 zodiak ini siap terima rezeki besar mulai 15 Februari 2026
  • 5 fakta duel mematikan di Tapin Kalsel, dua insiden sehari, korban terluka parah
  • Hukum Kekuasaan di Timur Tengah
  • IIMS 2026 Ditutup, Hiburan Otomotif yang Dinantikan Tahun Ini
  • 6 rekomendasi tas pendingin ibu menyusui, praktis untuk bepergian
  • Cari Pacing Terbaik dengan PUMA Deviate 4 di Planet Sports Run 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»5 fakta duel mematikan di Tapin Kalsel, dua insiden sehari, korban terluka parah
Hukum

5 fakta duel mematikan di Tapin Kalsel, dua insiden sehari, korban terluka parah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Februari 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Duel Berdarah di Kalimantan Selatan

Di kawasan Jalan Haji Isbat, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, terjadi duel bersenjata tajam yang menewaskan dua pria. Perkelahian ini terjadi di ruang terbuka, tidak jauh dari lapak pedagang sayuran keliling dan pedagang unggas.

Duel Berdarah Sama-sama Terluka

Perkelahian yang disebut-sebut berlangsung seimbang itu berakhir setelah keduanya sama-sama mengalami luka. Warga kemudian berinisiatif melerai dan melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. Informasi dihimpun, kedua pria yang terlibat diketahui saling mengenal. Mereka kerap disapa Uwan dan Roni. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti pemicu pertikaian yang berujung saling bacok tersebut.

Akibat luka yang diderita, keduanya langsung dilarikan ke IGD RSUD Datu Sanggul Rantau untuk mendapatkan perawatan medis. Anggota Polsek Tapin Utara bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan masyarakat.

Sama-sama Masuk RS

Selain mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), petugas juga melakukan evakuasi korban ke rumah sakit. Kapolsek Tapin Utara, Ipda Budi Santoso, saat dikonfirmasi membenarkan adanya perkelahian bersenjata tajam tersebut. “Kami sudah mendatangi TKP dan mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit. Kasusnya sedang kami tangani karena keduanya masih dalam perawatan medis,” ujarnya singkat.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi serta mengamankan barang bukti yang digunakan dalam perkelahian. Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setempat karena terjadi pada pagi hari saat aktivitas warga cukup ramai. Polisi mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui jalur yang baik tanpa kekerasan, guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

Satu Korban Harus Dioperasi

Dua pria yang terlibat perkelahian di wilayah Kabupaten Tapin harus mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Datu Sanggul, Minggu (15/2/2026). Satu di antaranya, S (37), mengalami luka cukup serius hingga harus menjalani operasi selama kurang lebih tiga jam.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Datu Sanggul Rantau, dr. Mujiran Sp.B, saat dikonfirmasi reporter Indonesiadiscover.com, membenarkan adanya dua pasien korban perkelahian yang masuk ke rumah sakit tersebut. “Inggih, tadi ulun dilapori pasien S, 37 tahun, dengan luka di wajah, tangan kiri dan lengan kanan. Tadi sudah kami lakukan tindakan operasi dari jam 12.30 sampai jam 15.30,” ujarnya.

Menurut dr Mujiran yang juga dokter spesialis bedah dan kini menjabat Plt Direktur menggantikan dr. Widhi Sp.OG, kondisi pasien saat ini dalam keadaan stabil meski sebelumnya mengalami perdarahan cukup banyak. “Alhamdulillah kondisi pasien stabil walaupun tadi banyak perdarahan dan butuh transfusi darah. Selanjutnya perlu rawat inap dan melanjutkan transfusi darah, tapi insyaallah segera pulih,” jelasnya.

Sementara itu, lawannya yang juga berinisial S, disebut hanya mengalami luka ringan di bagian kepala. Pasien tersebut telah mendapatkan tindakan penjahitan luka di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.

Dua Kejadian Berdarah Dalam 1 Hari

Kabupaten Tapin kembali digegerkan peristiwa duel lelaki dewasa yang berujung luka berat, Minggu (15/2/2026). Dalam sehari, dua kejadian penganiayaan terjadi di lokasi berbeda dan sama-sama viral di media sosial. Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 08.15 Wita di kawasan Pasar Keraton, Jalan Haji Isbat, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tapin Utara. Tak berselang lama, sekitar pukul 14.00 Wita, perkelahian kembali pecah di belakang SDN di Desa Tangkawang Lama, Kecamatan Bakarangan.

Informasi terbaru disampaikan Kasi Humas Polres Tapin, Ipda Imam Subhan yang membenarkan adanya penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka berat pada kejadian kedua. “Kapolsek Bakarangan menginformasikan bahwa benar terjadi perkelahian yang menyebabkan luka berat. Bagaimana kronologi dan mengapa penganiayaan bisa terjadi masih didalami,” ujar Ipda Imam Subhan mewakili Kapolres Tapin saat dikonfirmasi, petang.

Korban yang mengalami luka berat masih menjalani penanganan medis di RSUD Datu Sanggul Rantau. Dua peristiwa berdarah dalam sehari ini cepat menyebar di media sosial.

Patah Tulang dan Harus Dioperasi

Selain dua pasien tersebut, satu korban lain yakni AY (40), warga Tangkawang dan lawannya juga mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan keterangan dokter jaga IGD, AY mengalami luka di kepala dan tangan kiri setelah berkelahi. Bahkan, korban mengalami patah tulang terbuka pada tangan kiri. “Sudah dilakukan pembersihan luka dan jahit luka sementara. Besok pagi direncanakan operasi untuk patah tulangnya,” terang dr. Mujiran.

Pihak rumah sakit memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan sesuai prosedur medis. Kondisi pasien akan terus dipantau tim dokter hingga dinyatakan stabil dan dapat melanjutkan pemulihan.

Sikap dan Tips Jika Melihat Perkelahian di Jalan:

Saat terjadi perkelahian, prioritas utama adalah keselamatan diri dan menghindari cedera serius. Berikut adalah panduan tips berdasarkan prinsip keamanan diri:

  • Prioritas Utama: Hindari dan Tinggalkan
  • Segera Menjauh: Jika perkelahian belum melibatkan Anda, segera tinggalkan lokasi.
  • Hindari Konflik: Jangan terpancing emosi atau ikut campur jika tidak perlu. Menghindar lebih baik daripada menang perkelahian.
  • Cari Tempat Aman: Masuk ke area publik yang ramai, toko, atau kantor untuk menghindari kerusuhan.

  • Jika Terjebak dalam Perkelahian (Self-Defense)

  • Tetap Tenang: Jangan panik. Kepanikan menghambat kemampuan berpikir jernih.
  • Posisi Tubuh: Berdirilah dengan kaki terbuka untuk keseimbangan, dan angkat tangan untuk melindungi wajah.
  • Lindungi Area Vital: Lindungi leher, kepala, dan ulu hati.
  • Targetkan Area Lemah Lawan: Jika terpaksa melawan, bidik area sensitif lawan seperti mata, tenggorokan, selangkangan, atau perut untuk melumpuhkan sementara.
  • Gunakan Suara: Buat kebisingan untuk menarik perhatian orang lain agar membantu atau memanggil polisi.

  • Tips Saat Kerusuhan Massa

  • Jangan Terjebak: Hindari kerumunan di pusat kerusuhan.
  • Cari Jalan Keluar: Identifikasi jalan keluar tercepat dan aman.
  • Waspada: Jangan fokus pada satu lawan saja (situational awareness).

  • Setelah Perkelahian

  • Segera Pergi: Setelah lawan tidak berdaya atau ada kesempatan, segeralah lari ke tempat aman.
  • Cari Bantuan Medis: Periksa cedera dan cari pertolongan medis jika diperlukan.
  • Laporkan Pihak Berwajib: Laporkan kejadian ke pihak keamanan atau polisi.

Penting: Hindari penggunaan senjata. Tujuan utama adalah pertahanan diri, bukan balas dendam, untuk menghindari konsekuensi hukum yang berat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Terlibat Sejak Agustus 2025, Mantan Kapolres Bima Konsumsi Narkoba dari Koper

17 Februari 2026

Polisi Konfirmasi Kecelakaan Maut di Desa Saenam Tewaskan Pelajar

17 Februari 2026

5 Alasan Kang Shin Jin Layak Dihukum Mati di Akhir The Judge Returns

17 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Minggu Malam, Jorge Martin Gantikan Marc Marquez 2027

18 Februari 2026

3 Shio Paling Beruntung Februari 2026: Strategi Cerdas untuk Rezeki dan Peluang

18 Februari 2026

Waktunya bangkit ekonomi! 4 zodiak ini siap terima rezeki besar mulai 15 Februari 2026

18 Februari 2026

5 fakta duel mematikan di Tapin Kalsel, dua insiden sehari, korban terluka parah

18 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?