Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 13 Juni 2026
Trending
  • 15 Puisi Alam yang Menggugah Hati
  • Live Streaming Balapan MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Pantau Hasilnya Sekarang
  • Itel A100 Pro: Smartphone Murah dengan Performa Tinggi dan Baterai Tahan Lama
  • 5 Manfaat Tabungan Berjangka Saat Suku Bunga Naik
  • Mengungkap Kotoran Pemerasan di Imigrasi, Transaksi Keuangan 35 PNS Capai Rp366 M, Gaji Hanya 3 Persen
  • Sekolah Rakyat Singkawang Capai 58 Persen, Siap Selesai 20 Juni
  • Juara Polytron Indonesia Open 2026: Raymond/Joaquin Dinilai Salah Satu MD Terbaik
  • Libur Sekolah, Sleman Target 450 Ribu Wisatawan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»4 Jenis Batuk yang Rentan Menyerang di Musim Kemarau Basah, Waspada
Nasional

4 Jenis Batuk yang Rentan Menyerang di Musim Kemarau Basah, Waspada

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

4 Jenis Batuk yang Rentan Menyerang di Musim Kemarau Basah, Waspada!
Batuk yang cenderung menyerang saat musim kemarau(Freepik)

FENOMENA kemarau basah saat ini terjadi di beberapa daerah Indonesia. Berbeda dengan kemarau biasa yang kering dengan sedikit hujan, kemarau basah justru ditandai dengan hujan yang turun secara berkala.

BMKG menyebutkan bahwa kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer baik regional maupun global, seperti suhu permukaan laut yang hangat, aktifnya angin monsun, serta dampak La Nina dan Indian Ocean Dipole (IOD) negatif.

Meskipun La Nina menuju fase netral, dampaknya masih terasa dalam bentuk curah hujan tinggi, bahkan di musim kemarau.

Baca juga : Prakiraan Cuaca BMKG Senin 26 Mei, 14 Daerah Ini akan Dilanda Hujan Deras, Petir, dan Angin Kencang di Sore Hari

Perubahan cuaca yang tak menentu ini meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk batuk. Fluktuasi suhu dan kelembapan yang tak stabil dapat mengiritasi saluran pernapasan dan meningkatkan kemungkinan penularan infeksi.

Menurut Alodokter, batuk adalah reaksi tubuh terhadap gangguan saluran pernapasan, baik karena infeksi, alergi, atau paparan polusi. Di musim kemarau basah, ada beberapa jenis batuk yang lebih rentan dan harus diwaspadai:

1. Batuk Kering

Batuk kering ditandai dengan tidak adanya dahak. Biasanya disebabkan infeksi virus, seperti flu, atau iritasi dari debu dan polusi. Perubahan kelembapan yang tidak stabil pada musim kemarau basah dapat memperburuk gejala batuk kering, terutama pada penderita asma atau alergi. Batuk ini sering disertai gatal di tenggorokan dan dapat berlangsung lama.

Baca juga : Bunda Jelita, Waspada Batuk Rejan atau Batuk 100 Hari pada Anak di Musim Kemarau

2. Batuk Berdahak

Batuk berdahak mengeluarkan lendir dari saluran pernapasan, sering akibat infeksi seperti bronkitis atau pneumonia. Lingkungan lembap dan berubah-ubah selama kemarau basah mempercepat pertumbuhan mikroba penyebab infeksi, memperburuk batuk berdahak.

3. Batuk Alergi

Kemarau basah meningkatkan paparan alergen seperti debu, jamur, dan serbuk sari, yang dapat tersebar akibat perubahan cuaca. Batuk alergi biasanya disertai bersin, hidung tersumbat, dan gatal pada mata. Batuk ini berlanjut selama ada paparan alergen dan tidak selalu merespons obat batuk biasa.

4. Batuk Kronis

Batuk yang berlangsung lebih dari delapan minggu disebut batuk kronis. Pada musim kemarau basah, batuk ini bisa memburuk, terutama pada penderita penyakit paru kronis seperti asma, bronkitis kronis, atau GERD. Kelembapan tinggi, perubahan suhu mendadak, dan lingkungan yang tidak bersih menjadi penyebab utama.

Untuk menghadapi musim kemarau basah, masyarakat disarankan menjaga kesehatan tubuh, menghindari paparan debu dan polusi, serta segera berkonsultasi jika batuk bertahan lebih dari satu minggu. Penanganan cepat mencegah komplikasi, terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta. (BMKG/Alodokter/Z-10)

Basah Batuk Jenis Kemarau Menyerang musim Rentan Waspada yang
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Libur Sekolah, Sleman Target 450 Ribu Wisatawan

13 Juni 2026

Sekolah Rakyat Singkawang Capai 58 Persen, Siap Selesai 20 Juni

13 Juni 2026

Mengungkap Kotoran Pemerasan di Imigrasi, Transaksi Keuangan 35 PNS Capai Rp366 M, Gaji Hanya 3 Persen

13 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

15 Puisi Alam yang Menggugah Hati

13 Juni 2026

Live Streaming Balapan MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Pantau Hasilnya Sekarang

13 Juni 2026

Itel A100 Pro: Smartphone Murah dengan Performa Tinggi dan Baterai Tahan Lama

13 Juni 2026

5 Manfaat Tabungan Berjangka Saat Suku Bunga Naik

13 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?