Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 15 Maret 2026
Trending
  • Hasil Serie A: Cremonese Kalah dari Lecce, Audero Cs Terpuruk di Zona Merah
  • Dua pemain asing Bali United mulai tampil mengancam di putaran kedua
  • Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan Pagi, Hujan Ringan Sore Sampai Malam
  • Jadwal MotoGP Brasil 2026 Live Trans7: Bezzecchi Ciptakan Sejarah untuk Aprilia
  • Telkom gelar GoZero% Festival Inovasi, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah
  • Pasar obligasi tertekan, ekonom: pemerintah harus yakin investor soal ekonomi RI
  • Dua Kesepakatan Bebaskan Nabilah O’Brien, Akui Lelah dan Ingin Tidur
  • Opini: Penyempurnaan Program Asuransi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»4 Jenis Batuk yang Rentan Menyerang di Musim Kemarau Basah, Waspada
Nasional

4 Jenis Batuk yang Rentan Menyerang di Musim Kemarau Basah, Waspada

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

4 Jenis Batuk yang Rentan Menyerang di Musim Kemarau Basah, Waspada!
Batuk yang cenderung menyerang saat musim kemarau(Freepik)

FENOMENA kemarau basah saat ini terjadi di beberapa daerah Indonesia. Berbeda dengan kemarau biasa yang kering dengan sedikit hujan, kemarau basah justru ditandai dengan hujan yang turun secara berkala.

BMKG menyebutkan bahwa kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer baik regional maupun global, seperti suhu permukaan laut yang hangat, aktifnya angin monsun, serta dampak La Nina dan Indian Ocean Dipole (IOD) negatif.

Meskipun La Nina menuju fase netral, dampaknya masih terasa dalam bentuk curah hujan tinggi, bahkan di musim kemarau.

Baca juga : Prakiraan Cuaca BMKG Senin 26 Mei, 14 Daerah Ini akan Dilanda Hujan Deras, Petir, dan Angin Kencang di Sore Hari

Perubahan cuaca yang tak menentu ini meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk batuk. Fluktuasi suhu dan kelembapan yang tak stabil dapat mengiritasi saluran pernapasan dan meningkatkan kemungkinan penularan infeksi.

Menurut Alodokter, batuk adalah reaksi tubuh terhadap gangguan saluran pernapasan, baik karena infeksi, alergi, atau paparan polusi. Di musim kemarau basah, ada beberapa jenis batuk yang lebih rentan dan harus diwaspadai:

1. Batuk Kering

Batuk kering ditandai dengan tidak adanya dahak. Biasanya disebabkan infeksi virus, seperti flu, atau iritasi dari debu dan polusi. Perubahan kelembapan yang tidak stabil pada musim kemarau basah dapat memperburuk gejala batuk kering, terutama pada penderita asma atau alergi. Batuk ini sering disertai gatal di tenggorokan dan dapat berlangsung lama.

Baca juga : Bunda Jelita, Waspada Batuk Rejan atau Batuk 100 Hari pada Anak di Musim Kemarau

2. Batuk Berdahak

Batuk berdahak mengeluarkan lendir dari saluran pernapasan, sering akibat infeksi seperti bronkitis atau pneumonia. Lingkungan lembap dan berubah-ubah selama kemarau basah mempercepat pertumbuhan mikroba penyebab infeksi, memperburuk batuk berdahak.

3. Batuk Alergi

Kemarau basah meningkatkan paparan alergen seperti debu, jamur, dan serbuk sari, yang dapat tersebar akibat perubahan cuaca. Batuk alergi biasanya disertai bersin, hidung tersumbat, dan gatal pada mata. Batuk ini berlanjut selama ada paparan alergen dan tidak selalu merespons obat batuk biasa.

4. Batuk Kronis

Batuk yang berlangsung lebih dari delapan minggu disebut batuk kronis. Pada musim kemarau basah, batuk ini bisa memburuk, terutama pada penderita penyakit paru kronis seperti asma, bronkitis kronis, atau GERD. Kelembapan tinggi, perubahan suhu mendadak, dan lingkungan yang tidak bersih menjadi penyebab utama.

Untuk menghadapi musim kemarau basah, masyarakat disarankan menjaga kesehatan tubuh, menghindari paparan debu dan polusi, serta segera berkonsultasi jika batuk bertahan lebih dari satu minggu. Penanganan cepat mencegah komplikasi, terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta. (BMKG/Alodokter/Z-10)

Basah Batuk Jenis Kemarau Menyerang musim Rentan Waspada yang
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Nabilah O’Brien Terlanjur Viral, ZK Buka Pernyataan Berbeda

15 Maret 2026

Pasar obligasi tertekan, ekonom: pemerintah harus yakin investor soal ekonomi RI

15 Maret 2026

Dua Kesepakatan Bebaskan Nabilah O’Brien, Akui Lelah dan Ingin Tidur

15 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hasil Serie A: Cremonese Kalah dari Lecce, Audero Cs Terpuruk di Zona Merah

15 Maret 2026

Dua pemain asing Bali United mulai tampil mengancam di putaran kedua

15 Maret 2026

Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan Pagi, Hujan Ringan Sore Sampai Malam

15 Maret 2026

Jadwal MotoGP Brasil 2026 Live Trans7: Bezzecchi Ciptakan Sejarah untuk Aprilia

15 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?