Perayaan Tahun Baru 2026 di Kota Padang
Pada malam pergantian tahun 2025 ke 2026, kota Padang mengalami perubahan dalam suasana perayaan. Berbagai aktivitas masyarakat terjadi di berbagai titik, termasuk di Pantai Padang yang mulai ramai sejak pukul 18.00 WIB. Namun, kondisi ini tidak sepenuhnya sama dengan tahun sebelumnya karena adanya dampak banjir bandang yang masih dirasakan oleh banyak warga.
Suasana Pantai Padang Saat Malam Tahun Baru
Pantai Padang menjadi salah satu lokasi yang dipadati masyarakat menjelang pergantian tahun. Mereka datang bersama keluarga dan anak-anak untuk menikmati suasana sore hingga malam hari. Namun, arus lalu lintas menuju kawasan pantai diberlakukan sistem satu arah oleh pihak kepolisian. Banyak persimpangan ditutup dan penutupan dilakukan di hampir setiap simpang oleh personel lalu lintas Polda Sumbar yang dibantu Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta unsur Forkopimda Kota Padang.
Di sepanjang Jalan Samudera, suasana tampak semarak dengan deretan pedagang yang menjajakan berbagai makanan dan minuman hingga mainan anak-anak. Di sisi lain, masyarakat terlihat duduk santai di bibir pantai, sebagian bermain bersama anak-anak mereka. Memasuki pukul 21.40 WIB, kepadatan kendaraan semakin meningkat. Kendaraan yang melintas didominasi oleh sepeda motor dan mobil pribadi, meski arus lalu lintas masih terpantau terkendali.
Namun, menurut salah seorang pedagang Pantai Padang, Indra Syafar, keramaian malam ini belum seramai peringatan Tahun Baru 2025 lalu. Ia menyebut bahwa minimnya keramaian dipengaruhi oleh tidak adanya perayaan Tahun Baru yang digelar Pemerintah Kota Padang maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Hal ini disebabkan oleh suasana duka akibat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.
Gubernur Ajak Doa dan Zikir Bersama di Masjid
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengimbau masyarakat agar menyambut malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan penuh kesederhanaan dan empati. Imbauan tersebut disampaikan mengingat Sumbar masih berada dalam suasana duka pascabencana banjir bandang yang melanda 16 kabupaten dan kota sekitar satu bulan lalu. Mahyeldi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar telah mengeluarkan surat edaran resmi terkait imbauan tersebut. Sebagai gantinya, Pemprov Sumbar akan menggelar doa dan zikir bersama di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi pada malam pergantian tahun.
Banjir Bandang Mengganggu Kehidupan Warga
Warga terdampak banjir bandang di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi banjir yang terus berulang sejak akhir November 2025 lalu. Salah seorang warga, Ibet (50), mengaku rumahnya telah terendam banjir sebanyak lima kali sejak peristiwa banjir bandang pada 27 November 2025 lalu. Menurutnya, sedikitnya lebih dari 60 rumah di kawasan tersebut terdampak setiap kali hujan lebat mengguyur Kota Padang selama satu hingga dua jam.
Ketika air kembali naik, Ibet dan keluarganya tidak sempat mengungsi ke tempat lebih tinggi dan memilih bertahan di atas plafon rumah. Ia menyebut, pilihan tersebut diambil karena tidak ada lagi tempat berlindung. Sejak masa tanggap darurat bencana berakhir, posko pengungsian yang sebelumnya digunakan warga telah dibongkar. Ibet juga mengaku enggan menumpang ke rumah saudara karena keterbatasan tempat.
Permintaan Arang Meningkat di Akhir Tahun
Menjelang pergantian tahun 2025 menuju 2026, permintaan arang di Pasar Raya Padang meningkat signifikan. Untuk memenuhi kebutuhan pembeli yang semakin ramai, para pedagang bahkan memilih buka hingga malam hari demi melayani warga yang bersiap menggelar bakar-bakar pada malam pergantian tahun. Tradisi bakar-bakar bersama keluarga pada malam pergantian tahun membuat kebutuhan arang sebagai bahan perapian ikut naik, apalagi momen pergantian tahun tinggal hitungan jam.
Pedagang di Blok I Pasar Raya Kota Padang, Raful, mengatakan pihaknya menyediakan arang siap pakai, yang dijual per kantong. Ia memprediksi, kemungkinan penjualan arangnya bakal meningkat hingga malam jelang tahun baru 2026 nanti. Sebab, beberapa masyarakat pekerja kantoran selalu membeli pada malam hari jelang tahun baru.





