Nasional Realisasi Belanja APBD Jakarta Tembus Rp30,95 Triliun pada Juli 2025

Realisasi Belanja APBD Jakarta Tembus Rp30,95 Triliun pada Juli 2025

9
0

Realisasi Anggaran APBD Jakarta Hingga Juli 2025

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengungkapkan realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga bulan Juli 2025. Angka yang dicapai mencapai Rp30,95 triliun dari total anggaran sebesar Rp82,67 triliun. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Jakarta, Michael Rolandi Cesnanta Brata, dalam acara di Balai Kota Jakarta.

Menurut data yang dirilis, belanja operasi menjadi komponen terbesar dalam realisasi anggaran tersebut. Realisasi belanja operasi mencapai Rp29,24 triliun dari total anggaran sebesar Rp65,78 triliun. Belanja operasi ini digunakan untuk pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Negeri Sipil (PNS), P3K, dan lainnya.

Selain belanja operasi, belanja barang dan jasa juga menjadi komponen penting dalam APBD Jakarta. Realisasi belanja ini mencapai Rp13,29 triliun dari total anggaran sebesar Rp29,87 triliun. Menurut Michael, belanja barang dan jasa ini paling besar dialokasikan untuk penyediaan layanan perorangan atau PJLp. Dalam hal ini, pemerintah provinsi memanfaatkan pasukan pelangi yang biasanya membantu menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

Program Prioritas Pemprov DKI Jakarta

Dalam rangka mewujudkan APBD 2025 dengan tema “Mewujudkan Jakarta Kota Global yang Berketahanan, Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan”, pemerintah provinsi menetapkan empat program prioritas. Empat program ini meliputi:

  • Peningkatan kualitas lingkungan dan infrastruktur kota
  • Peningkatan kesejahteraan masyarakat
  • Akselerasi pertumbuhan ekonomi
  • Tata kelola pemerintahan yang adaptif

Realisasi belanja untuk program peningkatan kualitas lingkungan dan infrastruktur kota mencapai Rp3,17 triliun dari total anggaran sebesar Rp19,23 triliun. Sementara itu, realisasi belanja untuk program peningkatan kesejahteraan masyarakat mencapai Rp7,43 triliun dari total anggaran Rp16,43 triliun.

Untuk program tata kelola pemerintahan yang adaptif, realisasi belanjanya mencapai Rp1,41 triliun dari total anggaran Rp2,98 triliun. Terakhir, program akselerasi pertumbuhan ekonomi memiliki realisasi belanja sebesar Rp0,24 triliun dari total anggaran Rp1,01 triliun.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meskipun realisasi anggaran hingga Juli 2025 menunjukkan progres positif, masih ada tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah provinsi. Salah satu tantangan utama adalah memastikan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien, terutama dalam menjalankan program-program prioritas yang telah ditetapkan.

Selain itu, pemerintah juga perlu memperhatikan aspek keberlanjutan dalam setiap pengeluaran. Dengan adanya program prioritas yang berfokus pada lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, diperlukan pendekatan yang lebih holistik agar hasil yang dicapai bisa bertahan dalam jangka panjang.

Pemprov DKI Jakarta diharapkan dapat terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Hal ini akan memberikan rasa percaya kepada masyarakat dan stakeholder terkait, serta memastikan bahwa semua dana yang dialokasikan benar-benar bermanfaat bagi warga Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini