Nasional Pengembang Baru Muncul, Dream Forge Kolaborasi dengan Indosat Kuatkan Pasar Game Lokal

Pengembang Baru Muncul, Dream Forge Kolaborasi dengan Indosat Kuatkan Pasar Game Lokal

7
0

Perkembangan Industri Game Indonesia yang Menjanjikan

Industri game di Indonesia kini sedang mengalami pertumbuhan pesat, dengan semakin banyaknya pengembang baru yang mencoba membangun ekosistem gaming lokal. Salah satu contohnya adalah PT Dream Forge Creation (DFC), sebuah studio game asal Jakarta yang baru saja didirikan pada November 2024, namun telah menunjukkan keberanian dan strategi yang kuat dalam memperluas pasar.

DFC baru-baru ini mengumumkan kolaborasi strategis dengan PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) untuk memperkuat distribusi game lokal. Melalui kerja sama ini, Indosat akan menjadi mitra resmi dalam penyaluran game dari DFC, termasuk melalui paket data bundling yang dirancang agar gamer Indonesia dapat mengakses permainan dengan lebih mudah dan terjangkau.

Menurut Yu Kun, Direktur PT Dream Forge Creation Indonesia, kolaborasi ini tidak hanya tentang distribusi, tetapi juga menjadi dorongan bagi talenta lokal. “Kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi anak muda dan komunitas indie developer lewat program inkubasi, kolaborasi, hingga platform digital yang memudahkan pemasaran game setelah proses kurasi,” ujar dia.

DFC menegaskan bahwa arah pengembangan mereka sejalan dengan visi pemerintah dalam menghadirkan game yang ramah anak. Selain menyajikan judul yang relevan dengan tren pasar, mereka berkomitmen mengembangkan konten yang sehat, seru, dan inklusif.

Sebelumnya, pada Maret 2025, DFC berhasil menembus pasar Asia Tenggara lewat game idle RPG Mythical Odyssey, yang mencatat lebih dari 250.000 unduhan. Ke depan, DFC menargetkan pembangunan ekosistem berkelanjutan bersama komunitas gamer, studio lokal, sekolah, universitas, hingga lembaga pelatihan untuk mendorong pertumbuhan industri game di Indonesia. Kerjasama dengan Indosat ini pun dipandang sebagai momentum penting.

Sinergi antara konten berkualitas dari DFC dengan infrastruktur distribusi digital IOH diharapkan memperluas jangkauan game karya anak bangsa, sekaligus menambah daya saing Indonesia di industri gaming global.

Pengembang Game Lokal yang Berprestasi di Dunia

Sebelum DFC muncul ke permukaan, sejumlah pengembang game Indonesia telah lebih dulu menorehkan prestasi global. Beberapa developer lokal yang telah mendunia antara lain:

  • Digital Happiness (Bandung, didirikan 2013): Terkenal lewat game horor bertema budaya lokal, DreadOut (2014) dan lanjutannya DreadOut 2 (2020) yang tersedia di berbagai platform. DreadOut sempat viral dan mendapat adaptasi film.
  • Toge Productions (Jakarta, sejak 2009): Memulai dari Flash games, mereka kini dikenal lewat judul seperti Infectonator, Necronator, dan yang paling fenomenal—Coffee Talk, sebuah visual novel santai yang memikat hati pemain internasional.
  • Agate (Bandung, didirikan 2009): Salah satu studio terbesar di Indonesia. Sudah membuat ratusan game dan proyek gamifikasi, serta bekerja sama dengan publisher besar seperti Square Enix.
  • Mojiken Studio (Surabaya, sejak 2013): Dikenal dengan visual pixel art dan cerita emosional seperti A Space for the Unbound (2023).
  • StoryTale (ditulis juga sebagai StoryTale or StoryTale Studios): Developer di balik hit horor berbasis kisah rakyat Pamali (2018), banyak diminati karena nuansa budaya lokal yang kental.
  • TouchTen Games (Jakarta, sejak 2009): Fokus pada mobile game, sukses meraih jutaan unduhan lewat gim seperti Sushi Chain, Ramen Chain, dan Train Legend.
  • Lentera Nusantara: Indie studio yang mengangkat budaya Indonesia ke dalam game, seperti melalui Ghost Parade; fokus pada edukasi dan warisan budaya digital.

Selain itu, masih ada beberapa studio lain seperti Tahoe Games, Kidalang Studio, Vifth Floor, Own Games, GameChanger Studio, dan Xelo Games — yang turut memberi karya kreatif dan identitas lokal ke pasar global.

Belum lagi developer individu seperti Fajrul Falakh Nurfitryansyah (Eksil Team) yang sedang menggarap Acts of Blood, game beat-’em-up dengan nuansa keren ala film The Raid, dan mendapat sorotan di Summer Game Fest 2025.

Nama-nama seperti Digital Happiness, Toge, Agate, Mojiken, dan lainnya yang disebut di atas membuktikan bahwa kreator lokal sudah solid dan kompetitif di panggung global.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini