Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 30 Januari 2026
Trending
  • Stadion LE Penuh: 19.612 Suporter Hadir untuk Persipura, Ini Respons Manajer
  • John Herdman Menikmati Atmosfer Super League, Hadir untuk Pemain
  • FA Pantau Insiden Selebrasi Matheus Cunha Usai Kemenangan MU atas Arsenal
  • Rumah Kos Fasilitas Modern dengan Taman dan Lapangan Olahraga Kian Digemari
  • Tanda-tanda karir stagnan dan cara keluar dari situasi itu
  • Pengaruh Tavares: Tetap Rendah Hati Usai Kalahkan PSIM Yogyakarta
  • KIC Jadi Ikon Kuliner dan Olahraga Sehat, Destinasi Akhir Pekan Favorit Kuningan
  • Reuni Gelap Conte: Juventus Hancurkan Napoli 3-0 di Allianz Stadium
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Pesanan Baru Naik Jelang Ramadan, Indeks Kepercayaan Industri Ekspansif
Nasional

Pesanan Baru Naik Jelang Ramadan, Indeks Kepercayaan Industri Ekspansif

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Februari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Pesanan Baru Naik Jelang Ramadan, Indeks Kepercayaan Industri Ekspansif
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian di salah satu pabrik garmen di Banjarnegara, Jawa Tengah.(ANTARA/Yulius Satria Wijaya)

JELANG Ramadan, Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Februari menunjukkan ekspansi dengan mencapai 53,15. Posisi itu naik tipis 0,05 poin dibandingkan Januari 2025 atau meningkat 0,59 poin dibandingkan dengan Februari tahun lalu.

“Peningkatan IKI bulan ini dipengaruhi oleh ekspansinya seluruh variabel pembentuk, yaitu pesanan baru, produksi, dan persediaan,” ujar Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif dalam keterangan resmi, Kamis (27/2).

Variabel pesanan tercatat mengalami ekspansi dengan peningkatan sebesar 1,83 poin dibanding bulan sebelumnya menjadi 54,57. Kemudian, meski variabel produksi juga mengalami ekspansi sebesar 50,55, namun angkanya menurun 2,84 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Demikian juga dengan persediaan yang tetap ekspansi sebesar 53,52, meskipun menurun 0,06 poin dibandingkan Januari 2024.

Baca juga : Tutup 2024, PMI Manufaktur Akhirnya Keluar dari Zona Merah

Febri menjelaskan, perlambatan produksi dan persediaan tersebut karena belum optimalnya penyerapan persediaan produksi pada bulan Februari ini. Sehingga, perusahaan industri berhati-hati dalam menambah produksinya.

Di satu sisi, Febri menerangkan, terjadi penurunan proporsi konsumsi terhadap pendapatan, terutama pada tingkat pengeluaran Rp3,1 juta-Rp4 juta sebesar 70,9% di Januari 2025, dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 72,8%. Sedangkan, untuk porsi pembayaran cicilan/utang terhadap pendapatan terindikasi meningkat pada seluruh tingkat pengeluaran.

Hal tersebut, lanjut Febri, menunjukkan adanya perubahan preferensi konsumen untuk menahan konsumsi kepada pembayaran cicilan/utang.

Baca juga : Indeks Kepercayaan Industri Turun Tipis

“Ini tentu saja mempengaruhi penyerapan produk industri pengolahan di pasar,” ucapnya.

Secara umum, subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada Februari adalah industri peralatan listrik dan industri pencetakan dan reproduksi media rekaman. Sedangkan, dua subsektor yang mengalami kontraksi adalah industri kayu, barang dari kayu (tidak termasuk furnitur), gabus, reparasi, serta pemasangan mesin dan peralatan.

Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Solehan menambahkan, subsektor reparasi dan pemasangan mesin, serta peralatan mengalami kontraksi. Hal itu karena pada periode awal tahun ini belum ada aktivitas belanja pemerintah, serta menurunnya aktivitas pertambangan, dan laju investasi yang berkurang.

Faktor-faktor tersebut menyebabnya berkurangnya pemasangan mesin. Selain itu, kondisi keuangan perusahaan juga sangat berpengaruh pada penundaan perawatan mesin, termasuk proyek-proyek yang panjang dan belum terhitung realisasinya.

baru Ekspansif Indeks Industri Jelang Kepercayaan Naik Pesanan Ramadan
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Tanda-tanda karir stagnan dan cara keluar dari situasi itu

29 Januari 2026

Kunci Gitar dan Lirik Lagu Batamu Mangko Bapisah – Anyqu feat Aprilian : Cinta Tinggal Kenangan

29 Januari 2026

Giveaway Disangka Settingan, Willie Salim: Ini Bentuk Hiburan, Bukan Niat Menipu

29 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Stadion LE Penuh: 19.612 Suporter Hadir untuk Persipura, Ini Respons Manajer

30 Januari 2026

John Herdman Menikmati Atmosfer Super League, Hadir untuk Pemain

30 Januari 2026

FA Pantau Insiden Selebrasi Matheus Cunha Usai Kemenangan MU atas Arsenal

30 Januari 2026

Rumah Kos Fasilitas Modern dengan Taman dan Lapangan Olahraga Kian Digemari

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?