Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 3 April 2026
Trending
  • Dua Mayat Penuh Belatung di Atap Masjid Menggegerkan, Polisi Ungkap Penyebab Kematian
  • Trigol Beto Bawa PSIS Raih Kemenangan Terbesar Musim Ini
  • Ekonom: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Akibat Konflik Timur Tengah
  • Kejati Banten Selidiki Dugaan Korupsi Aset UIN Syarif Hidayatullah
  • Uni Eropa hapus bea masuk untuk belanja murah dari Tiongkok
  • Ericsson umumkan portofolio inovatif berbasis AI untuk tingkatkan kinerja jaringan
  • 5 tempat belanja baju lebaran murah dan berkualitas di Malang!
  • 6 inspirasi kanopi minimalis untuk teras rumah subsidi, bikin fasade makin rapi dan fungsional
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Motif Bripda Rio Bergabung dengan Tentara Bayaran Rusia Diduga Karena Tekanan Ekonomi
Ekonomi

Motif Bripda Rio Bergabung dengan Tentara Bayaran Rusia Diduga Karena Tekanan Ekonomi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Motif Bripda Muhammad Rio Bergabung dengan Tentara Bayaran Rusia

Bripda Muhammad Rio, anggota Polri dari wilayah hukum Polda Aceh, diketahui membelot dari Brigade Mobil (Brimob) dan bergabung dengan tentara bayaran Rusia. Kasus ini menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat, terutama karena tindakan yang dilakukan oleh seorang aparat negara.

Diduga, faktor ekonomi menjadi alasan utama Bripda Rio mengambil langkah tersebut. Setelah bergabung dengan tentara bayaran Rusia, ia mendapatkan gaji yang sangat besar, yaitu sebesar Rp 42 juta per bulan. Gaji ini disebutkan dalam pesan yang dikirimkan oleh Bripda Rio kepada beberapa anggota Provos Satbrimob Polda Aceh. Dalam pesan tersebut, Rio juga menunjukkan proses pendaftarannya sebagai tentara bayaran serta informasi gaji dalam mata uang Rubel yang kemudian dikonversi ke rupiah.

Selain itu, Bripda Rio juga mengaku mendapat pangkat Letda sebagai tentara Rusia. Tindakan ini membuatnya dipecat dari anggota Polri setelah melakukan desersi sejak Desember 2025. Kabar ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto.

Sebelum kasus desersi ini, Bripda Rio memiliki riwayat pelanggaran kode etik. Ia pernah disidang KKEP pada Mei 2025 atas kasus perselingkuhan dan pernikahan siri. Atas perbuatannya, Rio diberi sanksi mutasi demosi selama dua tahun dan penempatan di Yanma Brimob.

Bripda Rio juga pernah melakukan pelanggaran lain, seperti KDRT dan meninggalkan tugas tanpa izin. Anggota Provos sudah berusaha mencari keberadaannya, tetapi tidak berhasil menemukan. Akhirnya, surat Daftar Pencarian Orang (DPO) diterbitkan dengan Nomor: DPO/01/I/HUK.12.10/2026 tanggal 7 Januari 2026. Pemanggilan sudah dilakukan namun tidak ada tanggapan. Akhirnya, Polda Aceh menggelar sidang Komisi Kode Etik Profesi (Polri) pada Jumat 9 Januari 2026. Hasilnya, Bripda Muhammad Rio dipecat dari anggota Polri.

Diduga Motif Ekonomi

Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, menjelaskan bahwa Bripda Muhammad Rio sudah keluar dari Indonesia sejak 19 Desember 2025. Ia awalnya pergi ke China lalu melanjutkan ke wilayah Rusia. Meskipun belum mengetahui secara pasti alasan Bripda Rio bergabung dengan tentara Rusia, dugaannya adalah motif ekonomi. “Kalau motif saya belum bisa mendalami, belum ketemu orangnya. Kalau kita dengar cerita-cerita bisa aja itu (karena tertarik penghasilan lebih besar),” katanya.

Irjen Pol Marzuki menilai Bripda Muhammad Rio telah melanggar janji setia kepada Tanah Air. Di sisi lain, ia mengakui ada saja potensi personil polisi nakal meski sudah ada pengawasan. “Sementara kita sudah ada doktrin jaga rahasia negara, jaga Negara Republik Indonesia. Ya, kalau dia memang ada 1.000 orang yang diawasi, kadang-kadang ada juga satu yang tidak sempurna,” tandasnya.

Pengamat: Bahayakan Hubungan Diplomatik

Pandangan pengamat soal aparat negara yang membelot ke negara lain sudah pernah diungkap. Hal itu ketika menanggapi viralnya sosok Satria Arta Kumbara yang bergabung dengan operasi militer khusus Rusia, pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, memberikan tanggapan.

Ia mengatakan TNI perlu berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan posisi resmi negara dalam menghadapi isu terkait Satria. “(TNI perlu) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan posisi resmi negara dalam menghadapi isu keterlibatan warga negara Indonesia di konflik asing,” ungkap Fahmi, Jumat.

Lebih lanjut, Fahmi menyebut TNI perlu mengingatkan kepada masyarakat, terutama mantan TNI. Baik pecatan maupun pensiunan, agar tidak terlibat dalam konflik luar negeri, terlebih aktivitas militer asing. Sebab, menurutnya, hal itu bisa membahayakan hubungan diplomatik Indonesia.

Fahmi juga menyinggung kemungkinan Satria bisa menghadapi konsekuensi hukum, baik negara lain maupun internasional. “Selain karena berpotensi membahayakan hubungan diplomatik Indonesia, juga dapat menyebabkan hilangnya kewarganegaraan dan yang bersangkutan terjerat konsekuensi hukum negara lain maupun internasional,” urai Fahmi.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Uni Eropa hapus bea masuk untuk belanja murah dari Tiongkok

3 April 2026

Mengukur Prospek Kinerja Grup Merdeka Tahun 2026

3 April 2026

Pemerintah: Harga BBM Tak Naik Meski Konflik Iran dan AS-Israel

3 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dua Mayat Penuh Belatung di Atap Masjid Menggegerkan, Polisi Ungkap Penyebab Kematian

3 April 2026

Trigol Beto Bawa PSIS Raih Kemenangan Terbesar Musim Ini

3 April 2026

Ekonom: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Akibat Konflik Timur Tengah

3 April 2026

Kejati Banten Selidiki Dugaan Korupsi Aset UIN Syarif Hidayatullah

3 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?