Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 17 Mei 2026
Trending
  • 12 ramalan zodiak cinta hari ini: Sagitarius nonton film, Capricorn berpetualang
  • Beberapa Kadis Tak Hadir dalam RDP Pansus TRAP DPRD Bali, Supartha: Apa Mereka Sudah ‘Masuk Angin’?
  • Hakim PN Bengkulu dan Dosen UGM Diperiksa Terkait Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha
  • Neymar Masuk Tim Sementara Brasil Piala Dunia 2026, Nasibnya Ditentukan Minggu Depan
  • Harga BBM naik Rp 4.000, daftar terbaru Selasa 12 Mei 2026
  • Profesor Jiang Buka Rahasia Selat Malaka sebagai Target AS, Tujuan Lumpuhkan Ekonomi Tiongkok
  • Mimpi Besar Energi Surya di Bawah Koperasi Desa Merah Putih
  • Ucapan Hari Kesehatan Tumbuhan 12 Mei 2026, Cocok untuk Media Sosial
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Korsel Tindak Penimbunan Alat Suntik Akibat Krisis Timur Tengah
Ekonomi

Korsel Tindak Penimbunan Alat Suntik Akibat Krisis Timur Tengah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Operasi Nasional Korea Selatan untuk Menindak Penimbunan Alat Kesehatan

Pemerintah Korea Selatan menggelar operasi nasional untuk menindak praktik penimbunan alat kesehatan, khususnya alat suntik, pada Senin (20/4/2026). Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas pasokan medis domestik yang terdampak gangguan rantai logistik global akibat konflik di Timur Tengah. Saat ini, pasokan bahan baku medis berbasis petrokimia mengalami kendala. Kondisi ini menyebabkan stok alat kesehatan di fasilitas medis mulai berkurang, sementara harga jual di platform daring mengalami kenaikan signifikan. Sebagai respons, pemerintah mengerahkan tim inspeksi khusus untuk memastikan layanan kesehatan bagi warga tetap berjalan lancar.

Konflik Timur Tengah Hambat Pasokan Bahan Baku Medis

Konflik di Timur Tengah mengganggu pengiriman naphtha, bahan baku utama pembuatan plastik alat suntik medis seperti polipropilena dan polietilena. Gangguan pada jalur pelayaran kapal barang ini memicu kenaikan harga bahan baku petrokimia dan menghambat produksi alat kesehatan di Korea Selatan, yang selama ini sangat bergantung pada bahan impor.

“Saya meminta kementerian terkait menindak tegas penimbunan di pasar agar masyarakat dan pelaku usaha tetap percaya pada langkah pemerintah dalam menjaga ketersediaan barang penting,” ujar Perdana Menteri Korea Selatan, Kim Min-seok.

Belum adanya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran membuat banyak rumah sakit dan klinik memesan pasokan dalam jumlah besar karena khawatir akan kehabisan stok. Barang yang banyak dipesan termasuk alat suntik, jarum medis, serta bahan baku seperti etilena, propilena, dan butadiena, yang kini berada di bawah pengawasan ketat pemerintah.

“Sistem ekonomi darurat harus terus berjalan untuk menyesuaikan ketersediaan barang penting. Hal ini dilakukan agar tidak ada pihak yang menimbun barang dan merugikan masyarakat luas,” ujar Perdana Menteri Kim.

Pemerintah Inspeksi Gudang Distributor dan Pantau E-Commerce

Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan (MFDS) mulai Senin (20/4/2026) mengerahkan 35 tim gabungan untuk memeriksa gudang distributor di berbagai wilayah. Tim yang terdiri dari 70 petugas ini menelusuri perusahaan yang menyimpan barang lebih dari 150 persen dari rata-rata penjualan bulanan mereka selama lebih dari lima hari. Tindakan tersebut kini secara resmi dikategorikan sebagai pelanggaran hukum.

“Menimbun alat kesehatan esensial di situasi krisis tidak dapat diterima. Pemerintah akan memberikan sanksi tegas, termasuk ancaman pidana penjara maksimal tiga tahun,” kata Menteri Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan, Oh Yu-Kyoung.

Pemeriksaan ini juga menyasar platform e-commerce seperti Coupang. Terdapat laporan beberapa penjual sengaja mengubah status barang menjadi “habis” di toko resmi mereka, lalu menjualnya kembali dengan harga lima kali lipat di platform pihak ketiga.

“Mencari keuntungan finansial dari ketersediaan alat medis untuk pasien adalah pelanggaran etika yang serius, terlebih di tengah krisis nasional yang sedang kita hadapi saat ini,” kata Juru Bicara Asosiasi Medis Korea Selatan (KMA), Kim Sung-keun.

Produsen Lokal Tambah Produksi Alat Suntik

Guna mengatasi kekurangan pasokan, pemerintah bekerja sama dengan produsen lokal seperti Korea Vaccine untuk memproduksi tambahan 500 ribu unit alat suntik setiap minggunya. Pabrik akan memperpanjang jam operasional kerja selama tujuh minggu ke depan. Tambahan alat suntik ini akan diprioritaskan bagi fasilitas medis yang menangani kasus kritis, seperti klinik hemodialisis, perawatan anak (pediatri), dan perawatan ibu hamil (maternitas), melalui sistem pendataan yang dikelola oleh Asosiasi Medis Korea.

“Tingkat produksi untuk barang yang rentan langka seperti alat suntik saat ini dijaga agar tetap stabil. Situasi ini terus dipantau dengan ketat oleh pemerintah,” jelas pakar kesehatan di Korea Selatan, Jeong Eun-kyeong.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, pemerintah juga menaikkan tarif pembayaran asuransi kesehatan nasional sebesar dua persen untuk 27 ribu jenis alat medis. Langkah ini bertujuan meringankan beban produsen yang harus menanggung kenaikan biaya impor bahan baku. Pemerintah turut memperpanjang jadwal pembuangan limbah medis umum agar penggunaan kantong plastik berbahan naphtha dapat dihemat, dengan tetap memastikan standar pencegahan infeksi terpenuhi.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Mimpi Besar Energi Surya di Bawah Koperasi Desa Merah Putih

17 Mei 2026

Kapasitas Naik 2,5 Kali, Prospek PGEO Masih Cerah di 2026

16 Mei 2026

Maju Mundur Amnesti Pajak Jilid III

16 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

12 ramalan zodiak cinta hari ini: Sagitarius nonton film, Capricorn berpetualang

17 Mei 2026

Beberapa Kadis Tak Hadir dalam RDP Pansus TRAP DPRD Bali, Supartha: Apa Mereka Sudah ‘Masuk Angin’?

17 Mei 2026

Hakim PN Bengkulu dan Dosen UGM Diperiksa Terkait Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha

17 Mei 2026

Neymar Masuk Tim Sementara Brasil Piala Dunia 2026, Nasibnya Ditentukan Minggu Depan

17 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?