Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 2 Maret 2026
Trending
  • 8 Masalah Hidup Han Sun Ho di Awal Episode *Love Phobia*
  • Jadwal Pekan 23 Super League: Persebaya Hadapi PSM di Gelora Bung Tomo
  • Jadwal dan harga tiket bus AKAP Bali ke Jawa Minggu (22/2), cek sekarang!
  • Perbedaan pendapat bos Agrinas dan Menperin terkait impor 105.000 pikap India
  • Studi: Bayi yang Didengarkan Musik Sejak Lahir Lebih Cepat Berbicara
  • Strategi Pendekatan Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana Nasional
  • Ketika Pendidikan Kehilangan Amanah untuk Memanusiakan Manusia
  • Shio Paling Beruntung Mulai 23 Februari 2026, Rezeki Mengalir Lancar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Pasar Indonesia Menjanjikan, HPE Percepat Adopsi AI 2026
Teknologi

Pasar Indonesia Menjanjikan, HPE Percepat Adopsi AI 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pasar Kecerdasan Buatan di Indonesia Dinilai Menjanjikan

Pasar kecerdasan buatan (AI) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif dan dinilai sangat menjanjikan oleh perusahaan teknologi global seperti Hewlett Packard Enterprise (HPE). Dalam rangka mendorong percepatan adopsi AI di berbagai sektor industri, HPE telah merancang beberapa strategi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan teknologi ini.

Country Director HPE Networking Indonesia & Philippines, Robert Suryakusuma, menyampaikan bahwa banyak perusahaan di Indonesia mulai menyadari manfaat AI dalam meningkatkan efisiensi dan kecepatan operasional. Ia menjelaskan bahwa AI dapat membantu perusahaan dalam tiga aspek utama, yaitu efisiensi, kecepatan, serta pengurangan ketergantungan pada proses manual.

Namun, Robert juga mengungkapkan bahwa tidak semua perusahaan siap mengadopsi AI. Menurutnya, hanya perusahaan berskala enterprise yang sudah mulai mengintegrasikan AI ke dalam bisnis mereka. Sementara itu, segmen usaha kecil dan menengah (SMB) serta UMKM masih menganggap AI sebagai alat yang mahal dan sulit diakses.

Tantangan dalam Adopsi AI

Menurut Robert, tantangan terbesar dalam adopsi AI terletak pada segmen SMB dan UMKM. Banyak pelaku usaha di segmen ini menganggap AI sebagai teknologi yang mahal dan rumit. Padahal, ia menekankan bahwa implementasi AI tidak harus dilakukan secara besar-besaran, tetapi bisa dimulai secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas bisnis.

Selain itu, ada dua tantangan utama lainnya yang dihadapi dalam penerapan AI di Indonesia. Pertama, kekhawatiran karyawan terhadap posisi mereka yang akan tergantikan oleh AI. Kedua, ketidakjelasan ruang lingkup proyek AI di tingkat manajemen, yang sering menyebabkan inisiatif AI berjalan tanpa arah yang jelas atau tidak terintegrasi dengan strategi bisnis.

Strategi HPE dalam Mendorong Adopsi AI

Untuk mengatasi tantangan tersebut, HPE telah menyiapkan beberapa strategi. Pertama, meningkatkan brand awareness dan literasi AI melalui berbagai kegiatan dan forum lintas industri. Kegiatan ini digelar hampir setiap bulan untuk memperluas pemahaman dan membangun kepercayaan terhadap pemanfaatan AI.

Kedua, HPE memberikan kesempatan kepada klien untuk mencoba produk melalui proof of concept (POC) dan demo. Dengan demikian, calon pelanggan dapat langsung merasakan manfaat teknologi AI sebelum mengadopsinya secara penuh.

Ketiga, fokus pada kesiapan sumber daya manusia. HPE menyediakan pelatihan agar perusahaan mampu beradaptasi dengan teknologi baru.

Contoh Penerapan AI di Berbagai Sektor

Robert mencontohkan lini HPE Networking, khususnya produk Aruba Central, yang merupakan platform manajemen jaringan. Produk ini digunakan oleh organisasi dengan banyak cabang, seperti pemerintah, manufaktur, ritel, perbankan, pendidikan, rumah sakit, dan hotel untuk mengelola perangkat jaringan seperti access point, switch, dan server. Sistem ini dapat memberikan notifikasi atau alert jika terjadi gangguan.

Dengan Aruba Central yang memanfaatkan AI, administrator cukup memasukkan prompt atau perintah untuk menganalisis bagian tertentu dari jaringan. Sistem akan memberikan rekomendasi lengkap dengan pro dan kontra, termasuk dampak terhadap keamanan. Untuk ke depannya, HPE menargetkan konsep “self-driving network with AI” sebagai visi pengembangan teknologinya.

Selain itu, Robert juga menjelaskan penerapan AI di sektor manufaktur, khususnya pada perusahaan pemotongan ayam. Dengan bantuan AI, sistem dapat menganalisis dan mengklasifikasikan potongan ayam berdasarkan kebutuhan distribusi ke wilayah tertentu. Proses ini telah menjadi otomatis, sehingga mengurangi kesalahan dan meningkatkan efisiensi.

Penutup

Secara keseluruhan, AI sangat membantu dalam menunjang pekerjaan manusia sehari-hari. Meskipun demikian, Robert menegaskan bahwa penggunaannya tetap perlu dibatasi dan diatur secara bijak agar tidak melampaui batas. Ia menilai AI tidak berbahaya, karena AI tidak memiliki akal budi seperti manusia. Namun, AI tetap menjadi alat bantu yang penting dalam pekerjaan sehari-hari.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ringkasan Bab 2 Pembangunan Wilayah: Revolusi Industri dalam Geografi Kelas 12 SMA

1 Maret 2026

Harga Sedikit Berbeda, Spesifikasi Jauh Berbeda? Ini Fakta Oppo A6T Vs Redmi Note 13 4G

1 Maret 2026

5 iPhone Terbaik dengan Kamera Alami di Tahun 2026, iPhone 15 Pro Max Masuk Daftar

1 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

8 Masalah Hidup Han Sun Ho di Awal Episode *Love Phobia*

1 Maret 2026

Jadwal Pekan 23 Super League: Persebaya Hadapi PSM di Gelora Bung Tomo

1 Maret 2026

Jadwal dan harga tiket bus AKAP Bali ke Jawa Minggu (22/2), cek sekarang!

1 Maret 2026

Perbedaan pendapat bos Agrinas dan Menperin terkait impor 105.000 pikap India

1 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?