Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 10 Juni 2026
Trending
  • Bacaan Liturgi Senin 8 Juni 2026: Santo William, Uskup
  • Mencuci Mobil Sendiri Bisa Rusak Cat Lebih Parah Daripada Cuci Otomatis
  • Vaksin Pertama di Dunia yang Dibuat Kecerdasan Buatan
  • Reksadana Saham Tergelincir, Manajer Investasi Perkuat Pemilihan Saham Berkualitas
  • Koleksi mewah Silmy Karim disita KPK, 19 kendaraan termasuk 2 Porsche
  • 301 Guru Besar UI Tantang Putusan PTUN Kasus Disertasi Bahlil: Preseden Buruk Akademik
  • Semen Padang FC Pertahankan Tiga Bintang Muda: Ikram, Iqbal, dan Firman
  • Menjelajah Rasa Bali: Kuliner Otentik yang Menggugah Selera
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Harga smartphone diproyeksikan naik 5-15% akibat kekurangan cip
Teknologi

Harga smartphone diproyeksikan naik 5-15% akibat kekurangan cip

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesia menghadapi kenaikan harga smartphone sebesar 5–15% pada tahun ini. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk terbatasnya pasokan semikonduktor, khususnya chipset. Keterbatasan pasokan chipset ini diakibatkan oleh lonjakan permintaan dari industri kecerdasan buatan (AI) global yang menyerap kapasitas produksi pabrik chip.

Selain itu, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menjelaskan bahwa biaya logistik, fluktuasi nilai tukar, serta kenaikan harga bahan baku seperti memori dan sensor kamera juga turut memperbesar biaya produksi. “Dari sisi kisaran, peningkatan harga umumnya berada di rentang 5–15% tergantung segmen produk,” kata Heru.

Menurut Heru, ponsel kelas menengah hingga atas yang menggunakan chipset berperforma tinggi cenderung mengalami kenaikan harga lebih besar. Sementara itu, segmen entry-level relatif lebih tertahan karena produsen berupaya menjaga keterjangkauan harga. Dia menambahkan bahwa kenaikan harga berpotensi menekan volume penjualan, khususnya di segmen menengah ke bawah yang sangat sensitif terhadap perubahan harga.

Konsumen cenderung menunda pembelian, memperpanjang siklus penggantian ponsel, atau beralih ke merek dan model yang lebih terjangkau. Namun, dampaknya tidak terjadi secara merata. Segmen premium relatif lebih tahan terhadap tekanan tersebut karena konsumennya lebih mengutamakan spesifikasi dan kekuatan merek. Selain itu, kebutuhan digital masyarakat yang terus meningkat masih menjadi penopang permintaan dasar.

“Secara keseluruhan, pasar kemungkinan mengalami perlambatan pertumbuhan, bukan penurunan yang tajam selama kenaikan harga masih dalam batas wajar dan tidak berkepanjangan,” katanya.

Dari sisi produsen, Heru menilai beberapa strategi dapat ditempuh, antara lain diversifikasi pemasok chipset, optimalisasi desain produk agar lebih efisien dari sisi biaya, serta perluasan lini produk dengan spesifikasi seimbang dan harga terjangkau. Program cicilan, bundling dengan operator, serta promosi juga dinilai penting untuk menjaga minat beli.

Pemerintah pun dapat berperan melalui pemberian insentif fiskal bagi industri perakitan lokal, percepatan pengembangan industri semikonduktor dalam negeri, serta upaya stabilisasi nilai tukar dan biaya logistik. “Kolaborasi pemerintah dan industri menjadi kunci agar daya beli tetap terjaga sekaligus mendorong kemandirian rantai pasok jangka panjang,” kata Heru.

Sebelumnya, pada November 2025, manajemen Xiaomi telah memperingatkan potensi kenaikan harga smartphone secara global seiring meningkatnya harga chip memori. Lonjakan harga memori terjadi akibat meningkatnya permintaan dari sektor kecerdasan buatan. Presiden Xiaomi Lu Weibing menyampaikan tekanan biaya pada industri smartphone diperkirakan akan lebih besar pada 2026 dibandingkan 2025.

“Secara keseluruhan, konsumen kemungkinan akan melihat kenaikan harga ritel produk yang cukup signifikan. Sebagian tekanan mungkin harus diatasi melalui kenaikan harga, tetapi kenaikan harga saja tidak akan cukup untuk menyerap seluruh tekanan tersebut,” kata Lu Weibing.

Sementara itu, Counterpoint Research memprediksi pengiriman smartphone global akan turun 2,1% pada 2026. Penurunan tersebut dipicu oleh kenaikan biaya komponen yang membebani produsen sekaligus melemahkan daya beli konsumen. Counterpoint menyebutkan angka tersebut merupakan revisi turun sebesar 2,6 poin persentase dari perkiraan sebelumnya untuk 2026. Pabrikan smartphone asal China seperti HONOR, OPPO, dan vivo diperkirakan mengalami perubahan estimasi terbesar dibandingkan proyeksi awal.

Kenaikan biaya material atau bill of materials (BoM) menjadi faktor utama yang menekan industri. Direktur Riset Counterpoint MS Hwang menjelaskan segmen pasar kelas bawah dengan harga di bawah US$200 atau sekitar Rp3,3 juta menjadi yang paling terdampak. “Apa yang kita lihat sekarang adalah segmen pasar kelas bawah terkena dampak paling parah, dengan biaya BoM meningkat sebesar 20%-30% sejak awal tahun,” kata Hwang.

Adapun, segmen pasar menengah dan atas juga mengalami tekanan dengan kenaikan harga komponen di kisaran 10% hingga 15%.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Vaksin Pertama di Dunia yang Dibuat Kecerdasan Buatan

10 Juni 2026

3 Siswa HP Ditahan Sampai Ujian Selesai, Cara Sekolah di Tanahlaut Jaga Disiplin Digital

10 Juni 2026

Fitur Unggulan HUAWEI WATCH FIT 5, Jam Tangan Pintar Kekinian

10 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Bacaan Liturgi Senin 8 Juni 2026: Santo William, Uskup

10 Juni 2026

Mencuci Mobil Sendiri Bisa Rusak Cat Lebih Parah Daripada Cuci Otomatis

10 Juni 2026

Vaksin Pertama di Dunia yang Dibuat Kecerdasan Buatan

10 Juni 2026

Reksadana Saham Tergelincir, Manajer Investasi Perkuat Pemilihan Saham Berkualitas

10 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?