Nasional Serangan DBD di Klaten belum Surut, 31 Orang Meninggal

Serangan DBD di Klaten belum Surut, 31 Orang Meninggal

65
0

IndonesiaDiscover –

Serangan DBD di Klaten belum Surut, 31 Orang Meninggal
Petugas melakukan fogging nyamuk di Klaten.(MI/Djoko Sardjono)

SERANGAN penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, belum surut hingga minggu ke-26 tahun ini. Bahkan, jumlah kasus DBD menunjukkan peningkatan.

Untuk pencegahan dan pengendalian DBD, berbagai upaya telah ditempuh jajaran Dinas Kesehatan Klaten, antara lain gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Klaten, Hanung Sasmito Wibowo, mengungkapkan kasus DBD hingga minggu 
ke-26 mencapai 908 dengan 31 kematian.

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023 sebanyak 209 kasus dan 10 kematian, kasus DBD tahun ini naik signifikan,” katanya, Senin (8/7). Kenaikan kasus DBD di Klaten belum terkendali. 

Baca juga : Kasus DBD di Klaten Meningkat, 25 Orang Meninggal

Pada minggu ke-26 terdapat 40 kasus dengan satu kematian. Sedangkan minggu ke-25 muncul 26 kasus dan satu meninggal dunia.

Kasus kematian akibat DBD pada minggu ke-25, yakni seorang anak umur lima tahun warga Tulung. Kasus kematian minggu ke-26 juga seorang anak usia lima tahun warga Delanggu.

“Peningkatan serangan DBD tahun ini harus diwaspadai. Pun pencegahan dan pengendalian, seperti PSN dan optimalisasi peran juru pemantau jentik (jumantik) harus terus digiatkan,” imbuhnya. Selain itu, lanjutnya, kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya virus dengue perlu terus dilakukan dan dioptimalkan dengan melibatkan tenaga kesehatan puskesmas di Klaten.

Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, membenarkan gerakan serentak PSN termasuk kegiatan 3M Plus, ialah langkah paling efektif untuk pengendalian DBD ketimbang fogging. Kalau fogging atau pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak membunuh telur, jentik, dan larvanya. Hal ini yang terus disosialisasikan di masyarakat guna pengendalian DBD.

“Jadi, untuk menjaga Klaten bebas DBD, kegiatan PSN dan 3M Plus harus menjadi tradisi terus menerus di masyarakat, baik ada atau tidak ada kasus DBD,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Klaten. (Z-2)

Tinggalkan Balasan