Nasional Putin Ancam Korsel untuk Tidak Membantu Pasokan Senjata ke Ukraina

Putin Ancam Korsel untuk Tidak Membantu Pasokan Senjata ke Ukraina

60
0

IndonesiaDiscover –

Putin Ancam Korsel untuk Tidak Membantu Pasokan Senjata ke Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin.(AFP)

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin memperingatkan Korea Selatan untuk tidak memberikan bantuan senjata untuk Ukraina. Hal itu disampaikan setelah Seoul mengatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan tersebut, sebagai tanggapan terhadap perjanjian baru Rusia dan Korea Utara untuk saling membantu jika terjadi agresi terhadap salah satu negara.

“Moskow akan membuat keputusan yang sepertinya tidak akan menyenangkan kepemimpinan Korea Selatan saat ini jika Seoul memutuskan untuk memasok senjata ke Kyiv,” kata Putin. 

Putin berbicara di Vietnam, tak lama setelah kunjungannya ke Pyongyang untuk menandatangani perjanjian pertahanan bersama dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Baca juga : Pertemuan Putin-Kim Diikuti Peluncuran Rudal Balistik Korut

Putin juga memperingatkan bahwa Moskow bersedia mempersenjatai Pyongyang jika AS dan sekutunya terus memasok senjata ke Ukraina.

“Mereka yang memasok senjata-senjata ini percaya bahwa mereka tidak berperang dengan kami. Saya katakan, termasuk di Pyongyang, bahwa kami berhak memasok senjata ke wilayah lain di dunia,” kata Putin.

Korea Selatan sebelumnya mengutuk perjanjian Rusia-Korea Utara sebagai ancaman terhadap keamanan nasional. Penasihat keamanan nasional Chang Ho-jin mengatakan negaranya berencana untuk mempertimbangkan kembali dukungan senjata ke Ukraina. 

Baca juga : Putin dan Kim Jong Un Sepakat Saling Bantu Melawan Agresi

Kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan pada Jum’at (21/6) bahwa pihaknya akan mempertimbangkan berbagai pilihan dalam memasok senjata ke Ukraina dan itu semua tergantung pada bagaimana Rusia menyikapi masalah ini. 

Mereka juga memanggil duta besar Rusia Georgy Zinoviev untuk memprotes perjanjian tersebut, dan menuntut agar Moskow segera menghentikan kerja sama militer dengan Pyongyang.

Selama ini Korea Selatan telah memberikan bantuan kemanusiaan dan peralatan militer ke Ukraina. Namun mereka menolak memberikan senjata mematikan karena negara tersebut memiliki kebijakan resmi untuk tidak memasok senjata ke negara-negara yang sedang berperang.

Baca juga : Pertemuan Rusia-Korut Keprihatinan Mendalam bagi Korsel

Sementara sejumlah pihak di Ukraina berharap semakin mendalamnya kolaborasi militer antara Moskow dan Pyongyang akan mengubah pikiran Seoul terhadap kebijakannya. Para analis sebelumnya mengatakan bahwa Kyiv akan memanfaatkan kunjungan Putin ke Pyongyang untuk meningkatkan tekanan ke Rusia. 

Pada Jumat (21/6), juru bicara dewan keamanan nasional AS John Kirby mengatakan perjanjian Rusia-Korea Utara, harus menjadi perhatian bagi negara mana pun yang peduli menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.

Para analis mengatakan bahwa perjanjian tersebut dapat mempunyai dampak yang signifikan bagi dunia dan juga kawasan. Selain kemungkinan Korea Utara secara terbuka mempersenjatai Rusia, hal ini juga berpotensi melihat campur tangan Rusia dalam konflik baru di semenanjung Korea. (BBC/P-5)

Tinggalkan Balasan