Nasional Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Masih Terjadi Hingga Pekan Ketiga Maret, Waspada...

Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Masih Terjadi Hingga Pekan Ketiga Maret, Waspada Bencana Hidrometeorologi

27
0

IndonesiaDiscover –

Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Masih Terjadi Hingga Pekan Ketiga Maret, Waspada Bencana Hidrometeorologi
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem seperti banjir, angin kencang, dan gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.(MI/Ramdani)

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Tanah Air masih akan terjadi selama 3-4 hari mendatang hingga akhir pekan ketiga Maret. Masyarakat diimbau mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir disertai petir, angin kencang, dan gelombang laut yang tinggi.

Sub Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan BMKG, Ida Pramuwardhani, menjelaskan potensi cuaca ekstrem tersebut telah beralih dan berkonsentrasi hampir merata di seluruh wilayah Tanah Air khususnya pada wilayah Indonesia Tengah dan Timur yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

“Berbagai wilayah tersebut akan berpotensi mengalami hujan dengan durasi lama disertai kilat petir dan angin kencang serta gelombang tinggi. Hal ini disebabkan adanya Bibit Siklon Tropis 99S yang terpantau di daratan Australia Utara, Samudera Hindia, dan sebelah Selatan Jawa Timur,” ujar Ida di Jakarta, Senin (18/3).

Baca juga : Cuaca Ekstrem, Bencana di Darat dan Laut Landa Jawa Tengah

Ida mengatakan pihaknya memantau dua siklon tropis yang memengaruhi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia. Siklon Tropis Megan di Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum 60 knots dan tekanan udara minimum 978 hPa bergerak ke arah selatan-barat daya.

“Dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan bibit siklon ini terhadap kondisi cuaca di Indonesia yaitu wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku bagian Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua bagian Tengah dan Selatan, harus waspada adanya angin kencang disertai hujan yang lebat,” jelasnya.

Ida mengungkapkan ada pula bibit siklon tropis 91S terpantau di Samudra Hindia bagian tenggara, selatan Bali, dengan kecepatan angin maksimum 25-30 knots dan tekanan udara minimum 1000 hPa bergerak ke arah barat-barat laut.

Baca juga : Awas, Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi Melanda Jateng

Sementara itu, gelombang laut yang cukup tinggi juga akan terjadi di wilayah perairan sebelah selatan Lampung sampai dengan sebelah Selatan Nusa Tenggara Timur, laut Bada, Arafuru hingga ke Samudra Hindia sebelah selatan Lampung sampai dengan Selatan Jawa Timur.

“Ketinggian gelombang cukup signifikan terutama hingga di atas 3 meter yang berlangsung 3-4 hari ke depan. Hal itu membuat tarikan angin yang cukup kuat dan gelombang laut sangat tinggi di beberapa wilayah khususnya pada Indonesia Timur,” ungkap Ida.

Untuk wilayah yang telah terdampak bencana hidrometeorologi akibat hujan ekstrem di pulau Jawa seperti wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur akan terjadi pengurangan intensitas hujan dikatakan selama 3-4 hari mendatang konsentrasi hujan akan terjadi di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

Baca juga : BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca Redam Bencana Hidrometeorologi di Awal 2024

“Untuk wilayah-wilayah yang sebelumnya terdampak bencana misalnya terendam banjir seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur, intensitas hujan akan berkurang dan menurun dari sepekan lalu. Kini konsentrasinya ada di wilayah Selatan Indonesia, diprediksi kondisi ini juga akan bergeser dalam beberapa hari ke wilayah Tengah dan Timur Indonesia,” jelas Ida.

Waspada gelombang tinggi

Kondisi gelombang tinggi ini kata Ida, sudah kerap terjadi sejak Februari lalu dengan kondisi kecepatan angin hingga 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, aktivitas warga yang menggunakan perahu nelayan dan kapal tongkang dinilai berisiko besar dan dihimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar area pesisir.

Baca juga : Waspada! Potensi Cuaca Ekstrem di Libur Natal dan Tahun Baru

Sementara itu, korban akibat kecelakaan laut yang disebabkan cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi di wilayah Perairan Maluku terus bertambah dan masih dalam tahap pencarian selama beberapa hari ke depan oleh BNPB. Hingga kini 7 orang hilang saat hendak pulang menggunakan perahu panjang menuju Desa Wowonda, setelah piknik di Pantai Cinta Kasih, Tumbur, Tanimbar, Maluku sejak Rabu (13/3).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengimbau kepada masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah pesisir laut wilayah Timur agar selalu waspada, menyiapkan upaya mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan. Dihimbau agar pemangku kebijakan di tiap-tiap daerah rutin memberikan pendampingan dan sosialisasi peringatan dini kepada masyarakat.

“Upaya lain yang dianggap perlu untuk antisipasi dari adanya potensi risiko bahaya gelombang sangat tinggi air laut agar dilakukan secara berkala. Aktivitas wisata pesisir agar dihentikan sementara waktu. Segala kegiatan seperti mencari ikan, memancing muara sungai maupun pesisir agar dihentikan sementara. Selain itu aktivitas bongkar muat pelabuhan dan pelayaran juga diimbau agar dihentikan sementara waktu,” jelasnya.

Sementar itu, Ida menjelaskan kebencanaan tidak hanya dipengaruhi kondisi cuaca saja tapi juga lingkungan yang sudah tidak baik dan karakter topografi. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah berpotensi bencana seperti daerah lereng gunung dan bantaran sungai agar selalu waspada selama cuaca ekstrem berlangsung.

“Wilayah-wilayah dengan karakter topografi tersebut bisa memberikan resiko lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya seperti banjir dan longsor. Masyarakat dihimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan memperhatikan kondisi lingkungannya serta selalu mengupdate informasi prakiraan cuaca dari BMKG juga supaya ketika potensi cuaca ekstrem itu diinformasikan maka sudah siap,” ujarnya. (Z-3)

Tinggalkan Balasan