
IndonesiaDiscover.com – Aktor Reza Rahadian diketahui sempat melakukan adegan intim dengan Anya Geraldine dalam serial Layangan Putus dan sempat menjadi sorotan publik luas kala itu. Reza pun membeberkan proses pengambilan gambar untuk adegan intim yang pernah dilakukannya di dunia seni peran ketika menjadi bintang tamu dalam podcast Deddy Corbuzier.
Reza Rahadian mengatakan bahwa adegan intim yang mengharuskan adanya sentuhan menantang dengan lawan jenis tidak langsung diambil layaknya syuting seperti biasanya.
Menurut Reza Rahadian, sebelum proses pengambilan gambar dilakukan, lebih dulu dilakukan persiapan dengan didampingi oleh intimacy coordinator. Koordinator ini yang berusaha mencari kesepahaman antara Reza Rahadian dengan lawan mainnya.
“Misalnya aku ada adegan sama lawan main, adegan ciuman. Intimacy coodrinator akan duduk di tengah kami dan bertanya dulu ke masing-masing pihak, kamu oke apa tidak melakukan adegan seperti ini?,” tutur Reza Rahadian.
Ketika keduanya sudah menyatakan kesanggupannya untuk melakukan adegan, intimacy coodrinator kemudian menanyakan bagian tubuh mana yang boleh dipegang dan batasan adegan yang ditoleransi sampai sejauh mana.
“Nyamannya dipegang di bagian tubuh yang mana? Ada trauma atau tidak sebelumnya yang kalau kamu ke-trigger dipegang bagian pinggang, leher atau apa. Reza boleh maju sampai sejauh apa? Bolehkah mencium hanya sebatas pipi, kening atau boleh turun ke leher, itu ada koordinatornya,” jelasnya.
Ciuman pada bagian bibir juga harus mencapai titik kesepahaman antara Reza Rahadian dengan lawan mainnya. Ketika kedua belah pihak sudah tahu mana yang boleh dilakukan dan yang sebaiknya dihindari, proses syuting bisa dilakukan.
“Bibir pun apakah hanya kecupan saja selesai atau french kiss gitu, harus didiskusikan dulu,” jelasnya.
Reza Rahadian mengungkapkan, aktor atau aktris boleh-boleh saja menyatakan keberatan untuk melakukan adegan apabila merasa tidak nyaman karena terlalu vulgar atau yang lainnya. Hal itu bisa didiskusikan dengan sutradara untuk kemudian dicarikan solusi terbaiknya.
“Alternatifnya bisa pakai body double, diambil badannya saja tanpa memperlihatkan muka kita. Tapi pas ke muka kita, itu sudah muka kita beneran,” kata Reza Rahadian.
Sejumlah produksi film di Indonesia sudah mulai menggunakan intimacy coodrinator untuk memastikan kenyamanan sekaligus memberikan perlindungan kepada pemain supaya tidak merasa menjadi korban pelecehan atau eksploitasi seksual selama menjalani syuting.