Ringkasan Materi SAS Informatika Kelas 10 SMA Semester 2 Kurikulum Merdeka
Materi SAS Informatika untuk kelas 10 SMA semester 2 berfokus pada konsep-konsep dasar berpikir komputasional, algoritma, dan pemrograman. Siswa diajarkan untuk memahami berbagai teknik seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan flowchart. Selain itu, mereka juga diperkenalkan dengan struktur kontrol seperti percabangan dan perulangan dalam kode. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan logika, analisis, serta pemecahan masalah secara sistematis menggunakan bahasa pemrograman.
Pemahaman tentang berpikir komputasional sangat penting dalam membangun dasar pemrograman yang kuat. Berikut adalah beberapa contoh soal latihan yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi mandiri sebelum ujian resmi di sekolah:
Soal No. 1
Dalam menyusun sebuah program peta rute terpendek untuk kurir pengantar paket, seorang programmer harus memecah masalah besar menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil, seperti menentukan titik koordinat, menghitung jarak antar-lokasi, dan mengabaikan detail warna kendaraan kurir yang tidak relevan.
Proses memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola dalam berpikir komputasional disebut:
– A. Dekomposisi
– B. Pengenalan Pola
– C. Abstraksi
– D. Algoritma
Kunci Jawaban: A. Dekomposisi
Soal No. 2
Seorang siswa sedang menganalisis data riwayat nilai ujian sekolah kakak tingkatnya selama 5 tahun terakhir. Ia menemukan bahwa setiap siswa yang memiliki nilai latihan harian di atas 85 selalu berhasil lulus ujian utama dengan nilai memuaskan.
Metode berpikir komputasional yang digunakan siswa tersebut untuk menemukan kesamaan atau karakteristik tertentu dari data masa lalu dinamakan:
– A. Algoritma
– B. Dekomposisi
– C. Pengenalan Pola
– D. Abstraksi
Kunci Jawaban: C. Pengenalan Pola
Soal No. 3
Saat membuat algoritma untuk sistem registrasi akun media sosial baru, tim pengembang fokus menentukan alur pengisian baris nama, email, dan kata sandi, serta mengabaikan ukuran layar ponsel pengguna atau lokasi geografis saat mendaftar.
Proses menyaring atau mengeliminasi detail/informasi yang tidak penting dan fokus pada informasi inti dalam penyelesaian masalah disebut:
– A. Dekomposisi
– B. Abstraksi
– C. Struktur Data
– D. Pemrograman Terbuka
Kunci Jawaban: B. Abstraksi
Soal No. 4
Perhatikan urutan instruksi berikut:
Mulai
Masukkan nilai alas dan tinggi segitiga
Hitung Luas = 0.5 * alas * tinggi
Tampilkan hasil Luas
Selesai
Urutan langkah-langkah logis dan sistematis yang dibuat untuk menyelesaikan suatu masalah komputasi seperti di atas dinamakan:
– A. Variabel
– B. Algoritma
– C. Coding
– D. Array
Kunci Jawaban: B. Algoritma
Soal No. 5
Dalam penulisan algoritma, terdapat metode representasi visual yang menggunakan simbol-simbol geometris tertentu (seperti persegi panjang untuk proses, belah ketupat untuk percabangan/keputusan) yang dihubungkan dengan tanda panah alur.
Diagram alir visual yang menggambarkan langkah-langkah sistematis suatu program tersebut dikenal dengan istilah:
– A. Pseudocode
– B. Flowchart
– C. Source Code
– D. Teks Deskriptif
Kunci Jawaban: B. Flowchart
Soal No. 6
Perhatikan potongan baris kode program Python berikut:
sisi = 5
luas = sisi * sisi
print(luas)
Simbol atau wadah memori di dalam memori komputer yang digunakan untuk menyimpan nilai data sementara seperti kata sisi dan luas pada kode di atas disebut:
– A. Konstanta
– B. Variabel
– C. Tipe Data
– D. Fungsi
Kunci Jawaban: B. Variabel
Soal No. 7
Di dalam bahasa pemrograman, setiap data memiliki karakteristik yang berbeda. Untuk menyimpan data yang berupa angka bulat seperti jumlah siswa (35 anak) atau tahun (2026), komputer menggunakan kategori memori khusus.
Tipe data yang paling tepat digunakan untuk menyimpan nilai numerik berupa bilangan bulat tanpa pecahan adalah:
– A. Float
– B. String
– C. Integer
– D. Boolean
Kunci Jawaban: C. Integer
Soal No. 8
Sebuah program kasir toko kelontong membaca harga barang belanjaan yang memiliki nilai pecahan desimal, seperti harga telur per kg senilai Rp28.500,50 atau total berat beras 5,5 kg.
Tipe data yang digunakan untuk menyimpan bilangan desimal atau pecahan dalam pemrograman dasar adalah:
– A. Integer
– B. Character
– C. Float (atau Real)
– D. Boolean
Kunci Jawaban: C. Float (atau Real)
Soal No. 9
Sebuah sistem keamanan pintu digital membaca kondisi sensor. Jika password yang dimasukkan benar, maka sistem akan menghasilkan nilai Benar (True) sehingga pintu terbuka. Jika salah, sistem menghasilkan nilai Salah (False).
Tipe data yang hanya memiliki dua kemungkinan nilai, yaitu True atau False, dinamakan:
– A. String
– B. Char
– C. Boolean
– D. Array
Kunci Jawaban: C. Boolean
Soal No. 10
Perhatikan struktur algoritma berikut:
“Jika nilai siswa lebih besar atau sama dengan 75, maka siswa dinyatakan LULUS. Jika tidak, maka siswa dinyatakan REMEDIAL.”
Struktur kontrol dalam pemrograman yang digunakan untuk mengeksekusi suatu perintah berdasarkan pemenuhan kondisi tertentu seperti ilustrasi di atas disebut:
– A. Struktur Perulangan (Looping)
– B. Struktur Percabangan/Kondisional (Selection)
– C. Struktur Sekuensial (Sequential)
– D. Struktur Modular (Function)
Kunci Jawaban: B. Struktur Percabangan/Kondisional (Selection)
Soal No. 11
Sebuah program komputer dirancang untuk mencetak kalimat “Selamat Datang di Portal Sekolah” sebanyak 100 kali secara otomatis di layar tanpa harus menulis baris perintah print sebanyak 100 kali secara manual.
Struktur kontrol pemrograman yang digunakan untuk mengeksekusi baris kode secara berulang-ulang selama kondisi tertentu terpenuhi adalah:
– A. Percabangan IF-ELSE
– B. Perulangan (Looping/For/While)
– C. Fungsi Void
– D. Deklarasi Variabel
Kunci Jawaban: B. Perulangan (Looping/For/While)
Soal No. 12
Ketika seorang programmer menulis kode menggunakan perintah if (umur > 17):, terjadi kesalahan saat program dijalankan karena ia lupa menuliskan tanda titik dua (:) di akhir baris perintah, sehingga komputer menampilkan pesan error.
Kesalahan dalam penulisan kode program yang melanggar aturan tata bahasa atau struktur penulisan dari bahasa pemrograman tersebut dinamakan:
– A. Syntax Error
– B. Logical Error
– C. Runtime Error
– D. Human Error
Kunci Jawaban: A. Syntax Error
Soal No. 13
Sebuah program kalkulator buatan siswa berhasil dijalankan tanpa pesan error. Namun, saat pengguna memasukkan angka 10 ditambah 5, program justru menampilkan hasil 50 (bukan 15) karena siswa salah menuliskan simbol operator * yang seharusnya +.
Jenis kesalahan di mana program berjalan lancar tanpa error materi kode tetapi menghasilkan output yang salah akibat kekeliruan logika berpikir programmer disebut:
– A. Syntax Error
– B. Logical Error
– C. Hardware Error
– D. Compiler Error
Kunci Jawaban: B. Logical Error
Soal No. 14
Di dalam struktur data, terdapat metode penyimpanan data linier yang bekerja dengan prinsip “Yang Pertama Masuk, Akan Menjadi Yang Pertama Keluar” (First In First Out / FIFO), seperti antrean pembeli di loket tiket bioskop.
Konsep struktur data linier yang menerapkan prinsip FIFO seperti ilustrasi di atas dinamakan:
– A. Stack (Tumpukan)
– B. Queue (Antrean)
– C. Tree (Pohon)
– D. Graph (Jaringan)
Kunci Jawaban: B. Queue (Antrean)
Soal No. 15
Berbeda dengan antrean loket, terdapat konsep struktur data lain yang menerapkan prinsip “Yang Terakhir Masuk, Akan Menjadi Yang Pertama Keluar” (Last In First Out / LIFO), seperti susunan tumpukan piring di dapur.
Konsep struktur data linier yang menerapkan prinsip LIFO tersebut dinamakan:
– A. Queue
– B. Stack (Tumpukan)
– C. Array
– D. Linked List
Kunci Jawaban: B. Stack (Tumpukan)
Soal No. 16
Seorang siswa ingin menyimpan kumpulan data nama-nama teman sekelasnya yang berjumlah 30 orang ke dalam satu variabel tunggal yang terindeks, agar kodenya lebih efisien dibandingkan membuat 30 variabel terpisah.
Struktur data yang dapat menyimpan sekumpulan data dengan tipe data yang sama dalam satu nama variabel yang menggunakan indeks urutan numerik disebut:
– A. Integer
– B. Array (Larik)
– C. Constant
– D. Array Campuran
Kunci Jawaban: B. Array (Larik)
Soal No. 17
Dalam bahasa pemrograman Python, fungsi standar yang digunakan untuk menampilkan atau mencetak teks output ke permukaan layar monitor pengguna adalah:
A. input()
B. print()
C. scan()
D. read()
Kunci Jawaban: B. print()
Soal No. 18
Kebalikan dari menampilkan data, sebuah program membutuhkan baris perintah agar pengguna bisa mengetikkan nama atau angka melalui keyboard, yang kemudian data inputan tersebut disimpan komputer ke dalam program.
Fungsi standar yang digunakan untuk menerima masukan data dari pengguna (user input) pada bahasa pemrograman Python adalah:
– A. print()
– B. input()
– C. output()
– D. write()
Kunci Jawaban: B. input()
Soal No. 19
Di dalam penulisan algoritma metode Pseudocode, alur logika program ditulis menggunakan kode tiruan yang bentuknya menyerupai struktur bahasa pemrograman asli, tetapi menggunakan bahasa manusia yang universal.
Keuntungan utama dari penggunaan representasi Pseudocode dalam merancang sebuah algoritma sebelum tahap coding adalah:
– A. Program bisa langsung dijalankan di komputer tanpa aplikasi compiler
– B. Lebih mudah dipahami oleh manusia dan mudah diterjemahkan ke bahasa pemrograman apa pun
– C. Memiliki tampilan visual warna-warni yang menarik untuk dicetak
– D. Secara otomatis menghapus virus yang ada di dalam komputer
Kunci Jawaban: B. Lebih mudah dipahami oleh manusia dan mudah diterjemahkan ke bahasa pemrograman apa pun
Soal No. 20
Perhatikan baris kode pemrograman berikut:
x = 10
y = 3
hasil = x persen y
print(hasil)
Operator aritmatika % (Modulus) pada potongan program di atas berfungsi untuk menghitung sisa hasil pembagian. Berapakah output angka yang akan tercetak di layar?
– A. 1
– B. 3
– C. 10
– D. 0
Kunci Jawaban: A. 1



