Keindahan Pantai Tarimbang yang Masih Terjaga
Pantai Tarimbang adalah salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal di Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bukan hanya di wilayah Sumba, tetapi juga sudah mendunia. Meskipun begitu, pantai ini belum sepenuhnya dikembangkan secara optimal. Lokasinya yang jauh dan terpencil membuat suasana di sini terasa sepi dan tenang.
Secara administratif, Pantai Tarimbang berada di Kecamatan Tabundung, Kabupaten Sumba Timur. Laut dan pantainya masih bersih, karena belum banyak terjamah. Kondisi alaminya pun masih terlihat alami. Tempat ini juga dikenal oleh para turis mancanegara sebagai surganya selancar, karena didukung oleh gulungan ombak yang menarik.
Di atas pantai, terdapat pemandangan indah dari pegunungan yang cukup menakjubkan. Indahnya butiran pasir putih dipadukan dengan birunya air laut menambah keindahan panorama alam yang memukau. Suasana ini akan memanjakan mata setiap pengunjung yang berkunjung ke sini.
Untuk sampai ke obyek wisata ini, perjalanan memakan waktu yang cukup lama. Jika berangkat dari Kota Waingapu, diperlukan waktu sekitar 3-4 jam untuk tiba di Pantai Tarimbang. Perjalanan dari Waingapu melewati jalur lintas Sumba Timur menuju Sumba Tengah. Kondisi jalan berliku seperti huruf S.
Sebelum tiba di ibu kota Kecamatan Lewa, ada simpang kiri yang menuju ke Pantai Tarimbang. Meski perjalanan cukup jauh dan lelah, namun akan terbayar ketika tiba di pantai ini. Pantauan dari Indonesiadiscover.com pada Minggu 6 Juni 2021 menunjukkan bahwa suasana pantai ini boleh dibilang cukup unik, karena diapit oleh dua bukit tanjung. Gulungan ombak yang menakjubkan bagi siapa saja yang berkunjung ke sini.
Panorama pantai yang nun cantik dan memukau sering kali menjadi tempat favorit bagi fotografer atau sebagai lokasi foto pre-wedding. Di salah satu titik pantai, terdapat banyak ranting pohon kering yang menjadi spot foto favorit.
Keunikan inilah yang menyebabkan Pantai Tarimbang sempat meraih penghargaan sebagai tempat surfing terpopuler pada tahun 2017 lalu. Udara di pantai ini juga sejuk, sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama.
Di lokasi ini belum ada rumah makan. Meskipun ada cafe dan resort di sekitar obyek wisata, namun semenjak pandemi Covid-19, fasilitas tersebut tidak lagi beroperasi. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti toilet, tempat duduk, atau shelter juga belum tersedia.
Meski begitu, suasana pantai, pasir putih, gelombang laut, dan bentangan alamnya mampu menghipnotis pengunjung. Suasana ini dirasakan oleh Melisa Puspita Sentosa, salah satu pengunjung asal Jakarta. Melisa berkunjung ke destinasi wisata ini bersama suaminya dan anak mereka Ghrizam. Dia tampak gembira dan mencari spot foto yang indah di lokasi tersebut.
Dia berharap destinasi wisata ini bisa dikelola secara baik agar dapat memberikan keuntungan bagi daerah setempat. Di tepi pantai, terdapat sebuah rumah yang dibangun oleh sebuah perusahaan. Di sekitar bangunan dan depannya, terdapat sejumlah rakit.
Menurut Yarib, salah satu pengerja, rakit-rakit itu digunakan untuk mencari udang di sekitar perairan Tarimbang. Dalam hal kunjungan wisatawan ke obyek wisata ini, Yarib mengakui bahwa semenjak adanya pandemi, tidak ada lagi wisatawan mancanegara yang berkunjung.
“Kalau dulu banyak sekali wisatawan mancanegara yang datang, tapi setelah adanya Covid-19 tidak lagi. Sedangkan wisatawan domestik juga jarang datang,” kata Yarib.



