Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 1 April 2026
Trending
  • Tiket kapal Pelni Jayapura-Manokwari mulai Rp259 ribu, cek jadwal April 2026
  • Waspada Kenaikan Harga Avtur dan Tekanan pada Maskapai Lokal
  • Kabar Liga Italia: Perpanjangan Kontrak Inter Milan dan Augusto yang Tertunda, AS Roma Jadi Pengganggu
  • Mengungkap Kunci Kedaulatan Energi di Selat Hormuz
  • Kisah tak terduga, lihat sinopsis tiga episode perdana drama China Pursuit of Jade
  • Jangan Tertipu! 5 Mitos Investasi Emas yang Sering Menyesatkan Pemula
  • Tanpa Nama dan Spanduk, Albizar Tetap Layani Servis Jam di Era Teknologi
  • Kasus Amsal Sitepu Dibahas Komisi III DPR RI, RDPU Digelar Besok Pukul 10 pagi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Waspada Kenaikan Harga Avtur dan Tekanan pada Maskapai Lokal
Nasional

Waspada Kenaikan Harga Avtur dan Tekanan pada Maskapai Lokal

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Lonjangan Harga Avtur dan Kesiapan Industri Penerbangan



Indonesia, Jakarta – Lonjakan harga minyak dunia diproyeksikan turut mengerek harga avtur domestik yang membuat industri penerbangan waswas. Sejumlah langkah antisipasi pun telah disiapkan oleh maskapai guna meminimalisasi tekanan terhadap kinerja keuangan.

Ketatnya pasokan hingga kenaikan harga avtur mulai menyengat industri penerbangan di sejumlah negara tetangga Indonesia. Maskapai di Vietnam misalnya mulai mengurangi penerbangan, sedangkan Filipina juga tengah bersiap menghadapi kelangkaan pasokan avtur. Sementara itu, China telah mulai membatasi ekspor dan Korea Selatan mempertimbangkan mengalihkan bahan bakar jet ekspor untuk pasar domestik.

Di Indonesia, stok avtur dipastikan masih dalam kondisi aman. PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok avtur di dalam negeri saat ini di atas ketahanan nasional. “Untuk stok avtur Indonesia dalam kondisi sangat aman. Bahkan di atas ketahan stok yang ditentukan,” ucap Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun.

Kendati demikian, Pertamina tak memungkiri penyesuaian harga avtur berpotensi terjadi seiring perkembangan geopolitik yang terjadi. Berdasarkan daftar harga yang dirilis Pertamina, harga avtur untuk periode 1-31 Maret 2026 di Bandara Soekarno Hatta (CGK) adalah Rp13.656,51 per liter. Harga tersebut naik 4,15% dibandingkan bulan sebelumnya yang seharga Rp13.111,14 per liter.

Hingga saat ini, Pertamina belum merilis harga avtur untuk periode April 2026. Pertamina pun masih mencermati perkembangan geopolitik yang terjadi. “Untuk penentuan harga saya pikir pasti akan terkoreksi atas dampak geopolitik. Kebijakan dan evaluasi masih dilakukan dalam memonitor kondisi terkini geopolitik dan pastinya faktor kebijakan dalam negeri juga,” kata Roberth.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan avtur dalam kondisi aman. Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia meyakini Indonesia akan mampu melewati kondisi krisis. Hal ini seiring produksi avtur dari kilang dalam negeri masih memadai. “Seperti yang disampaikan Pak Menteri [ESDM] sebelumnya, insyaallah kita bisa melewati kondisi ini dengan memperkuat stok energi nasional. Demikian juga untuk avtur, dari sisi stok, kita kuat, karena produksi dari kilang kita juga memadai,” jelas Dwi.

Kendati demikian, pemerintah akan tetap mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan dampaknya pada fluktuasi harga energi global. Menurut Dwi, perkembangan pasar minyak dan gas bumi (migas) di tingkat regional juga menjadi perhatian. “Namun demikian, kami terus memonitor perkembangan pasar migas baik di tingkat regional maupun global,” katanya.

Langkah Antisipasi Maskapai

Maskapai nasional menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi kenaikan harga avtur, menjelang pengumuman penyesuaian harga pada 1 April 2026 mendatang oleh Pertamina. Langkah menyesuaikan tarif tiket pesawat di tengah lonjakan biaya operasional menjadi opsi yang sulit dilakukan untuk penerbangan domestik karena terganjal tarif batas atas (TBA).

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto menyampaikan, untuk itu pihaknya mau tidak mau akan meninjau ulang penerbangan yang kurang menguntungkan. “Antisipasinya, satu, pengurangan flight atau rute yang demand atau load factor-nya rendah atau kurang ekonomis,” ujarnya.

Bayu yang juga merupakan pimpinan di PT Transnusa Aviation Mandiri (TransNusa) menuturkan, langkah lainnya yakni memaksimal harga tiket dan fuel surcharge untuk rute-rute dengan permintaan yang masih tinggi. Saat ini, harga tiket domestik dibatasi oleh TBA, misalnya untuk rute favorit seperti Jakarta (CGK)—Denpasar, harga minimal tiket pesawat (pesawat jet) senilai Rp501.000 per pax dan tarif termahal Rp1.431.000.

Sementara itu, rute Jakarta—Medan (KNO) dibanderol termurah dengan harga Rp630.000 dan termahal dengan tarif Rp1.799.000 per orang. INACA pun sudah mengajukan permohonan kenaikan TBA sebesar 15%, diikuti dengan penyesuaian fuel surcharge dari 10% menjadi 15%.

Merespons keresahan maskapai penerbangan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang penyesuaian TBA maupun fuel surcharge. Namun, pemerintah masih akan menunggu kepastian penyesuaian harga avtur dari Pertamina yang akan dirilis setiap awal bulan, dalam hal ini pada 1 April 2026. “Kami sedang menunggu pengumuman dari Pertamina, kita lihat kenaikan avturnya dengan kondisi perang di Timur Tengah saat ini,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa.

Pada dasarnya, Lukman membuka peluang penyesuaian TBA maupun fuel surcharge—sebagaimana permintaan maskapai nasional. Namun, dirinya perlu mendiskusikan hal tersebut dengan seluruh operator penerbangan, Pertamina, MRO, dan kementerian terkait lainnya usai harga avtur terbaru dirilis. Pasalnya, pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi keekonomian maskapai, daya beli masyarakat, keberlanjutan industri penerbangan, serta aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan. “Kita akan diskusi sebelum diputuskan perubahan TBA dan FS tersebut dan juga mempertimbangkan kondisi perekonomian dan tentunya daya beli masyarakat,” lanjut Lukman.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Tiket kapal Pelni Jayapura-Manokwari mulai Rp259 ribu, cek jadwal April 2026

1 April 2026

Jangan Tertipu! 5 Mitos Investasi Emas yang Sering Menyesatkan Pemula

1 April 2026

Mengungkap Kunci Kedaulatan Energi di Selat Hormuz

1 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Tiket kapal Pelni Jayapura-Manokwari mulai Rp259 ribu, cek jadwal April 2026

1 April 2026

Waspada Kenaikan Harga Avtur dan Tekanan pada Maskapai Lokal

1 April 2026

Kabar Liga Italia: Perpanjangan Kontrak Inter Milan dan Augusto yang Tertunda, AS Roma Jadi Pengganggu

1 April 2026

Mengungkap Kunci Kedaulatan Energi di Selat Hormuz

1 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?