Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 31 Maret 2026
Trending
  • Raja Diesel Isuzu Panther Mini 2026 Bangkit, Hemat 20 KM/L Muat 9 Orang, Mengapa Murah?
  • Wisata Jolotundo Nganjuk: Informasi Lengkap
  • Warga Menunggu Berjam-jam di SPBU, Kelangkaan BBM Menerjang Lima Negara
  • Ponsel Samsung Diperbarui Pasca Lebaran hingga April 2026: Harga HP Samsung A57 5G Siap Dirilis
  • Baju Meleleh, Andrie Yunus Disiram Cairan Asam, Luka Pulih dalam Dua Tahun
  • Jangan Pilih Jumat, DPR Bongkar Dampak Tersembunyi WFH
  • Prediksi Skor Solomon Islands vs Bulgaria, Head-to-Head dan Statistik di FIFA Series 2026
  • 7 Lukisan Dali Terkenal dan Makna Rahasianya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Warga Menunggu Berjam-jam di SPBU, Kelangkaan BBM Menerjang Lima Negara
Ekonomi

Warga Menunggu Berjam-jam di SPBU, Kelangkaan BBM Menerjang Lima Negara

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover31 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Dampak Krisis Energi Global di Berbagai Negara

Krisis energi global kini mulai terasa di berbagai negara, akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama perang antara Iran dan Israel serta keterlibatan Amerika Serikat yang mengganggu jalur distribusi minyak dunia. Hal ini menyebabkan gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara, sehingga masyarakat terpaksa mengantre panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Berikut adalah enam negara yang sudah mengalami gangguan pasokan BBM hingga warganya antre di SPBU:

1. India

Di India, antrean panjang terjadi di SPBU di wilayah Gujarat sejak Senin dan Selasa pekan ini. Sejumlah warga mengantre karena ada rumor bahwa India akan kehabisan bahan bakar. Pemerintah India telah mengambil langkah antisipasi dengan menggelar pertemuan lintas partai untuk menjelaskan situasi Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasokan energi.

Seorang anggota parlemen menyatakan bahwa lebih banyak kapal tanker minyak akan diizinkan melewati Selat Hormuz agar pasokan energi tetap terjaga. Sekretaris Luar Negeri India, Vikram Misri, juga menyampaikan bahwa empat kapal tanker minyak telah diberikan izin untuk bersandar di pelabuhan India dalam beberapa hari ke depan.

Selain itu, pemerintah India meningkatkan produksi gas domestik untuk mengurangi tekanan pasokan energi. Mereka juga memprioritaskan keselamatan warga negaranya di negara-negara Teluk, mengingat jutaan warga India tinggal dan bekerja di kawasan tersebut.

2. Thailand

Antrean panjang kendaraan terlihat di SPBU di distrik perbatasan Ban Kruat, provinsi timur laut Thailand, meskipun harga BBM baru saja naik 6 baht per liter. Pengemudi, petani, dan sopir truk tetap mengantre karena tidak memiliki pilihan lain selain mengisi bahan bakar untuk bekerja dan mempertahankan penghasilan mereka.

Pembatasan pembelian BBM dilakukan oleh SPBU karena masalah penimbunan dan hambatan distribusi. Kenaikan harga BBM sebesar 6 baht memicu masyarakat berbondong-bondong mengisi BBM sebelum harga baru berlaku. Setelah harga naik pun, antrean panjang tetap terjadi di SPBU, terutama di wilayah perbatasan dengan Cambodia.

Warga khawatir kekurangan BBM akan berlangsung lama karena banyak masyarakat bergantung pada kendaraan untuk bekerja. Seorang kontraktor pengurukan tanah bernama Sak mengeluhkan pembatasan pengisian BBM, yang membuatnya sulit bekerja setengah hari.

3. Bangladesh

Krisis BBM juga terjadi di Bangladesh akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Sejumlah SPBU mengalami antrean panjang dan situasi kacau akibat stok BBM yang terbatas. Asosiasi Pemilik SPBU Bangladesh mendesak pemerintah meningkatkan keamanan di SPBU dan bahkan mengancam akan menghentikan pasokan BBM jika situasi tidak terkendali.

Perusahaan pemasok bahan bakar negara, Bangladesh Petroleum Corporation, disebut memasok minyak dengan jumlah yang tak mencukupi permintaan. Akibatnya, masyarakat harus mengantre berjam-jam untuk membeli BBM. Banyak pelanggan kelelahan, frustrasi, dan marah karena harus menunggu lama. Situasi bahkan memburuk karena masalah keamanan, termasuk ancaman membakar SPBU dan pengambilan BBM tanpa bayar.

4. Australia

Krisis pasokan BBM juga terjadi di Australia. Lebih dari 500 SPBU dilaporkan kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar akibat gangguan distribusi minyak global. Menteri Energi Chris Bowen menyatakan sebanyak 520 SPBU di seluruh negeri saat ini kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar.

Kekurangan BBM terjadi di berbagai wilayah, termasuk New South Wales, Victoria, Queensland, dan wilayah lainnya. Ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat dan mengganggu aktivitas harian mereka.

5. Laos

Di Laos, antrean panjang terjadi di banyak SPBU di ibu kota Vientiane akibat kelangkaan BBM yang semakin parah. Lebih dari 40% dari sekitar 2.500 SPBU di Laos dilaporkan tutup karena kehabisan bahan bakar. Banyak SPBU yang masih buka melakukan pembatasan pembelian BBM karena stok sangat terbatas.

Laos sangat bergantung pada impor BBM dari Thailand. Ketika Thailand sempat menghentikan ekspor BBM untuk menjaga stok domestik, Laos langsung mengalami panic buying dan stok BBM di Vientiane habis hanya dalam beberapa jam. Meski Thailand kemudian memberikan pengecualian dan mengirim pasokan darurat sekitar 12 juta liter BBM, pasokan tersebut cepat habis.

Harga BBM di Laos juga melonjak tajam, dengan harga diesel naik hampir 50%.

6. Indonesia

Antrean BBM juga sempat terjadi di sejumlah daerah di Kalimantan Barat. Namun, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan antrean ini dipicu oleh pembatasan BBM oleh pemerintah daerah yang diterjemahkan sebagai kelangkaan BBM oleh masyarakat. Akibatnya masyarakat panik dan berbondong-bondong membeli BBM.

Tito telah meminta Wali Kota Singkawang dan Bupati Bengkayang mencabut surat edaran pembatasan pembelian BBM karena justru memicu panic buying di masyarakat. Pembatasan tersebut awalnya ditujukan untuk mengurangi antrean di SPBU dengan membatasi pembelian maksimal sekitar 30 liter per kendaraan.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan ketahanan pasokan BBM di Kalimantan masih terkendali dan suplai ke SPBU telah ditingkatkan sejak 20 Maret. Sejumlah SPBU di Pontianak bahkan dioperasikan 24 jam untuk mengurangi antrean.

Menurut Pertamina, kondisi antrean BBM di Kalimantan Barat mulai berangsur normal sejak 22–23 Maret. Antrean di Pontianak dan Kubu Raya sudah normal, sementara di Singkawang dan Bengkayang masih dalam kondisi sedang, dan pemerintah masih berupaya mengurai antrean di Sambas dan Landak.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

80 Kata-Kata Lucu Pasca-Lebaran untuk Bangkitkan Semangat Aktivitas

31 Maret 2026

5 Cara Hemat Mahasiswa untuk Menabung Dana Darurat

30 Maret 2026

Apa Itu Kharg Island? Pulau Strategis Ekspor Minyak

30 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Raja Diesel Isuzu Panther Mini 2026 Bangkit, Hemat 20 KM/L Muat 9 Orang, Mengapa Murah?

31 Maret 2026

Wisata Jolotundo Nganjuk: Informasi Lengkap

31 Maret 2026

Warga Menunggu Berjam-jam di SPBU, Kelangkaan BBM Menerjang Lima Negara

31 Maret 2026

Ponsel Samsung Diperbarui Pasca Lebaran hingga April 2026: Harga HP Samsung A57 5G Siap Dirilis

31 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?