Warga Cimanggu Membuat Jembatan Sementara dari Batang Kelapa
Di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, sejumlah warga mengambil inisiatif untuk membuat jembatan sementara menggunakan batang kelapa. Tindakan ini dilakukan setelah jembatan utama yang menjadi akses penghubung tiga desa di wilayah tersebut ambruk akibat dilalui kendaraan truk pengangkut kayu.
Jembatan yang menghubungkan Desa Tugu, Cibadak, dan Rancapinang, ambruk pada Minggu (7/12/2025). Sejak saat itu, warga terisolasi dan kesulitan dalam beraktivitas sehari-hari. Dengan kondisi ini, warga memutuskan untuk membuat jembatan sementara agar dapat melintasi area tersebut.
Nasron, salah satu warga setempat, menjelaskan bahwa jembatan sementara dibuat dari batang kelapa. Ia menyampaikan bahwa pemerintah belum juga memperbaiki jembatan yang rusak selama lebih dari seminggu.
“Kemarin buat jembatan untuk sepeda motor, supaya ada akses warga bisa nyebrang,” ujarnya.
Selain itu, Nasron juga menyebutkan bahwa Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, telah datang meninjau lokasi jembatan yang ambruk. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan ini mendapat perhatian dari pihak pemerintah.
Proses Perbaikan Jembatan oleh DPUPR Pandeglang
Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan proses pengiriman bahan material untuk perbaikan jembatan. Namun, pengiriman membutuhkan waktu sekitar dua hari.
“Andaikan saat ini proses mobilisasi jembatan dulu, karena itemnya itu banyak,” katanya.
Andrian juga menyebutkan bahwa DPUPR Pandeglang menerima pinjaman jembatan bailey atau jembatan besi dari DPUPR Provinsi Banten. Akan tetapi, keterbatasan tenaga ahli menjadi kendala dalam proses pembuatan jembatan tersebut.
“Jembatan ini kewenangan kabupaten, cuman kabupaten sendiri kesulitan dari sisi ketersediaan jembatan bailey dan SDM yang bisa merangkai jembatan,” ujarnya.
Tim Teknis akan Tiba Pada 20 Desember
Menurut Andrian, tim teknis untuk membuat jembatan akan tiba di lokasi pada tanggal 20 Desember. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk bersabar dalam menunggu proses perbaikan.
“Iyah mereka terisolir, cuman kita juga gak asal-asalan, kalau kita pasang (jembatan) terus kalau jembatannya rusak, lagi kan nanti malah tambah runyam. Mangkanya perlu tenaga ahli, keterbatasan juga di Pandeglang, jadi bukan rahasia umum, dan kedepan mudah-mudahan bisa lebih cepat lagi kalau ada hal urgent,” tandasnya.
Penutup
Meski jembatan sementara telah dibuat oleh warga, proses perbaikan jembatan permanen masih memerlukan waktu. Dengan keterbatasan sumber daya dan tenaga ahli, pihak pemerintah berusaha memastikan bahwa perbaikan dilakukan dengan tepat dan aman.
Warga diharapkan tetap sabar dan mematuhi aturan yang diberlakukan selama proses perbaikan berlangsung. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, harapan besar dipegang bahwa jembatan yang rusak akan segera diperbaiki dan dapat digunakan kembali sebagai akses utama bagi penduduk setempat.



