Sosok Alm. Salim Mengga dalam Pandangan Keluarga
Sosok almarhum Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim Sayyid Mengga, dikenang oleh keluarganya dengan penuh kehangatan dan rasa hormat. Dalam berbagai kesempatan, keluarga menggambarkan dirinya sebagai sosok yang tidak hanya tegas tetapi juga humoris, serta memiliki prinsip hidup yang kuat.
Sosok Humoris yang Menarik Perhatian
Salim Mengga dikenal sebagai sosok yang gemar melontarkan lelucon cerdas dan satir. Bahkan, beberapa orang menyebut gaya humorisnya mirip dengan buku “Mati Ketawa Cara Rusia.” Ia sering memberikan analogi-analogi yang menarik, membuat suasana di sekitarnya selalu riang. Ibrahim Musawa, adik dari Irjen Pol (Purn) M Naufal Yahya, menuturkan bahwa meskipun ia tegas dalam menjalankan tugas, ia juga memiliki sisi humoris yang tinggi.
“Beliau sering mengajak keluarga bercanda dan memberikan jokes-jokes yang satir,” ujarnya. “Bahkan, beliau sering bercerita dengan cara yang mirip seperti buku ‘Mati Ketawa Cara Rusia.’”
Disiplin Tinggi dalam Hidup dan Karier
Selain humoris, Salim Mengga juga dikenal memiliki disiplin yang tinggi. Ia sangat ketat soal waktu, kejujuran, dan keikhlasan dalam bekerja. Nilai-nilai ini menjadi pondasi utama yang ia tanamkan kepada anak dan cucunya.
Ibrahim mengungkapkan bahwa Salim selalu menasihati keluarga untuk bersosialisasi dengan baik dan terus berbagi terhadap sesama manusia. Prinsip kejujuran dan keikhlasan dalam bekerja selalu menjadi pedoman hidupnya.
Pesan Terakhir untuk Keluarga dan Masyarakat
Sebelum wafat, Salim sempat menitipkan pesan agar keluarga tetap harmonis dan peduli pada lingkungan sekitar. Kepergian almarhum juga meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Sulawesi Barat, khususnya karena kontribusinya dalam pembangunan daerah.
Riwayat Karier yang Mengesankan
Salim Sayyid Mengga lahir pada 24 September 1951 dan meninggal dunia pada 31 Januari 2026 akibat komplikasi jantung dan paru-paru. Sebelum menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulbar, ia pernah menjadi Anggota DPR RI periode 2009–2014. Ia kemudian terpilih sebagai Wakil Gubernur Sulbar periode 2025–2030 mendampingi Suhardi Duka.
Karier militernya dimulai setelah lulus Akabri Kavaleri tahun 1974. Pangkat terakhirnya adalah Mayor Jenderal, dengan jabatan puncak sebagai Panglima Kodam XV/Pattimura. Ia juga menempuh berbagai pendidikan militer, termasuk Lemhanas pada 2001, dan dikenal satu angkatan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Upacara Pemakaman Militer
Jenazah Salim Mengga rencananya akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Minggu (1/2/2026). Suasana haru menyelimuti rumah duka di Jalan Taman Cilandak IV Nomor 26, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Jenazah tiba dari Makassar sekitar pukul 18.00 WIB di kediaman putri sulungnya, Mega Kamila.
Setibanya jenazah, keluarga dan pelayat segera menggelar pengajian Yasinan. Nampak karangan bunga dari sejumlah tokoh bangsa memadati area rumah duka. Ucapan duka cita datang dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Shalat Gaib sebagai Bentuk Penghormatan
Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, mengajak seluruh umat Islam di Sulawesi Barat untuk melaksanakan shalat gaib dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir atas wafatnya Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga.
Ini juga menindaklanjuti arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka agar memberikan doa atas wafatnya Wagub Salim S Mengga. Murdanil menjelaskan bahwa shalat gaib dan doa bersama diharapkan dapat dilaksanakan secara serentak di masjid dan mushalla masing-masing setelah shalat fardu, pada rentang waktu Minggu hingga Selasa, 1-3 Februari 2026.



