Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 11 Maret 2026
Trending
  • UEA tanggung biaya penginapan dan makan 20 ribu wisatawan akibat konflik regional
  • Honda CBR250RR 2026: Masih Dominasi Motor Sport 250cc Indonesia?
  • 5 Pilihan HP Oppo A6 Edisi Ramadhan 2026, Oppo A6t Hanya Rp1 Jutaan
  • Mudik Lancar Tanpa Sinyal: Gunakan Google Maps Offline untuk Hemat Kuota dan Baterai
  • Mata Satu di Musik Video Abadhi Jadi Sorotan, Isyana Sarasvati Dihujat Isu Sekte Satanik
  • Jam Live Jadwal Sprint Race MotoGP Brasil 2026, Kekecewaan Marc Marquez di Thailand Terungkap
  • Monitor lipat pertama di dunia! Layar 28 inci ini bisa masuk ke dalam tas laptop
  • Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Dekat Amerika: Jaga Ekonomi di Tengah Kekacauan Global
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»UEA tanggung biaya penginapan dan makan 20 ribu wisatawan akibat konflik regional
Pariwisata

UEA tanggung biaya penginapan dan makan 20 ribu wisatawan akibat konflik regional

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah Mempengaruhi Industri Perjalanan Global

Ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah telah berdampak langsung pada industri perjalanan global. Setelah serangan Iran yang memicu eskalasi dengan Amerika Serikat dan Israel, sejumlah negara di Teluk mengambil langkah tegas dengan menutup wilayah udaranya secara mendadak. Uni Emirat Arab (UEA) menjadi salah satu yang terdampak paling parah, sehingga ribuan penerbangan dibatalkan atau dijadwalkan ulang dalam waktu singkat.

Akibat situasi ini, lebih dari 20 ribu wisatawan yang sedang berada di Dubai dan Abu Dhabi harus tertahan. Banyak dari mereka sudah mencapai tanggal check out hotel, sementara jadwal penerbangan pulang masih belum jelas. Untuk merespons kondisi ini, pemerintah UEA mengambil langkah cepat dengan menjamin seluruh biaya akomodasi dan konsumsi wisatawan yang terdampak hingga situasi kembali normal.

Pemerintah Tanggung Seluruh Biaya Akomodasi

Melalui pernyataan resmi pada Minggu (1/3), General Civil Aviation Authority (GCAA) mengumumkan bahwa negara akan menanggung seluruh biaya jamuan dan akomodasi bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan. Selain itu, layanan esensial tetap tersedia selama periode penyesuaian operasional.

Menurut laporan Euronews, otoritas memperkirakan sekitar 20.200 penumpang terdampak pembatalan atau penjadwalan ulang penerbangan dalam beberapa hari terakhir. Mereka diberikan akomodasi sementara, lengkap dengan makanan dan minuman, serta difasilitasi proses pemesanan ulang tiket sesuai rencana operasional yang telah disetujui.

Instruksi Resmi untuk Hotel di Abu Dhabi dan Dubai

Langkah konkret juga datang dari Department of Culture and Tourism – Abu Dhabi yang mengirimkan surat edaran dengan nomor DCT-LRCD-560-2026 kepada manajemen hotel di Abu Dhabi pada 28 Februari lalu. Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa tamu yang telah mencapai tanggal check out namun tidak dapat bepergian karena alasan di luar kendali mereka, diminta untuk diperpanjang masa tinggalnya hingga mereka dapat kembali berangkat.

Surat itu juga menegaskan bahwa biaya perpanjangan masa tinggal akan ditanggung oleh DCT Abu Dhabi. Di Dubai, kebijakan serupa diterapkan oleh Dubai Department of Economy and Tourism. Hotel diminta memperpanjang masa inap tamu dengan kondisi yang sama seperti pemesanan awal. Jika ada tamu yang tidak mampu membayar perpanjangan sementara, pihak hotel diminta melapor kepada Dubai DET untuk proses penjaminan biaya.

Bandara dan Maskapai Hentikan Operasional Sementara

Sejumlah bandara utama UEA menghentikan operasional sementara, termasuk Dubai International Airport dan Zayed International Airport. Penangguhan ini terjadi setelah aktivitas rudal dan drone di kawasan meningkatkan risiko keamanan penerbangan. Maskapai nasional seperti Emirates dan Etihad Airways turut menghentikan sebagian besar operasionalnya hingga waktu yang ditentukan.

Penumpang dengan tiket terdampak diberikan opsi rebooking gratis atau refund penuh sesuai kebijakan masing-masing maskapai. Koordinasi antara bandara dan maskapai terus berlangsung untuk memantau status penerbangan dan mempercepat proses penjadwalan ulang. Pihak mereka juga menyatakan bahwa pembukaan kembali operasional akan dilakukan secara bertahap dan terorganisir setelah kondisi dinilai aman.

Jaminan Visa dan Stabilitas Hukum

Selain menjamin biaya hotel dan konsumsi, pemerintah UEA juga memastikan tidak ada sanksi overstay bagi wisatawan yang masa visanya habis selama penutupan wilayah udara berlangsung. Sistem imigrasi diperbarui untuk memberikan perpanjangan otomatis bagi turis terdampak, sehingga mereka tidak dikenakan denda administratif.

Hotline multibahasa juga disiapkan untuk membantu wisatawan mendapatkan informasi terbaru mengenai status penerbangan dan dokumen perjalanan secara efisien.

Respons Positif dan Dukungan Sektor Swasta

Langkah cepat pemerintah UEA mendapat respons positif dari wisatawan maupun pelaku industri. Beberapa perusahaan swasta turut menawarkan bantuan tambahan. Sejumlah penyedia akomodasi jangka pendek di Dubai membuka unit apartemen secara gratis bagi keluarga dan lansia yang terdampak.

Salah satu pendiri perusahaan penyewaan properti di Dubai mengatakan bahwa banyak wisatawan membutuhkan lebih dari sekadar tempat tinggal sementara. “Yang dibutuhkan orang bukan hanya atap untuk bermalam. Mereka membutuhkan kepastian, informasi yang jelas, dan keyakinan bahwa ada pihak yang menjaga mereka,” ujarnya, dikutip dari The National.

Dukungan ini memperkuat citra UEA sebagai pusat transit dan destinasi global yang mampu mengelola krisis secara cepat dan terstruktur.

GCAA mengimbau seluruh penumpang untuk mengikuti pembaruan informasi melalui saluran yang resmi serta menghubungi maskapai masing-masing secara langsung sebelum menuju bandara. Wisatawan juga disarankan tetap berada di penginapan hingga jadwal penerbangan baru benar-benar terkonfirmasi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Mudik Lancar Tanpa Sinyal: Gunakan Google Maps Offline untuk Hemat Kuota dan Baterai

11 Maret 2026

Jadwal Kapal Pelni KM Lawit Maret 2026: Rute Terbaru via Surabaya dan Sampit

10 Maret 2026

Jadwal KM Egon Maret 2026 Lengkap

10 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

UEA tanggung biaya penginapan dan makan 20 ribu wisatawan akibat konflik regional

11 Maret 2026

Honda CBR250RR 2026: Masih Dominasi Motor Sport 250cc Indonesia?

11 Maret 2026

5 Pilihan HP Oppo A6 Edisi Ramadhan 2026, Oppo A6t Hanya Rp1 Jutaan

11 Maret 2026

Mudik Lancar Tanpa Sinyal: Gunakan Google Maps Offline untuk Hemat Kuota dan Baterai

11 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?