Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 24 Maret 2026
Trending
  • 7 Inspirasi Lampu Gantung 3D Modern yang Menarik
  • Alasan Aurelie Moeremans Angkat “Broken Strings” Jadi Film: Edukasi Bahaya Child Grooming
  • Emas melonjak, batu permata jadi pilihan investasi 2026
  • Usaha Kambing Bangkrut, Pemilik Koper Akui Bawa Sabu 785,71 Gram
  • Profil Ayep Zaki, Wali Kota Sukabumi Dihujat Pembohong Gara-Gara Izin Salat Ied, Hartanya Rp13 Miliar
  • Bacaan Injil Katolik 23 Maret 2026: Renungan Harian yang Lengkap
  • Jadwal Bola Malam Ini: Bou vs Man Utd dan Napoli di Liga Italia Live SCTV dan ANTV
  • Ketidakjelasan TNI Ambil Alih Kasus Andrie Yunus, Ini Tanggapan Prabowo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Tok! APBD DKI Jakarta 2026 Disahkan Rp 81,32 Triliun, Ini Fokus Utama Pramono Anung
Nasional

Tok! APBD DKI Jakarta 2026 Disahkan Rp 81,32 Triliun, Ini Fokus Utama Pramono Anung

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penetapan APBD Tahun Anggaran 2026

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Meski terjadi penurunan nilai total dibandingkan tahun sebelumnya, anggaran sebesar Rp 81,32 triliun ini akan digunakan untuk mempercepat berbagai program strategis yang telah ditetapkan.

Penetapan payung hukum tersebut dilakukan pada 23 Desember 2025 dan didampingi dengan Pergub Nomor 44 Tahun 2025. Dibandingkan dengan APBD tahun 2025 yang mencapai Rp 91,86 triliun, angka APBD 2026 turun sekitar Rp 10,54 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh pengurangan alokasi Dana Transfer Ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat.

Sektor yang paling terdampak adalah Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak yang mengalami penyusutan hingga Rp14,79 triliun. Namun, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa prioritas pembangunan tidak akan terganggu. Ia menjelaskan bahwa APBD Tahun Anggaran 2026 menyoroti beberapa isu strategis seperti penanganan sampah, pengendalian banjir, pencegahan stunting, penanggulangan kemiskinan, dan penanganan kemacetan.

Fokus Infrastruktur dan Pelayanan Publik

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi menyampaikan bahwa porsi belanja untuk infrastruktur pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Pemprov mengalokasikan 43,06 persen dari total belanja daerah untuk sektor ini.

“Secara aturan minimal harus dialokasikan hanya 40 persen,” ujar Michael. Selain infrastruktur fisik senilai Rp 3,77 triliun, investasi besar juga ditanamkan pada modal manusia dengan anggaran mencapai Rp 17,58 triliun. Hal ini mencakup transformasi tata kelola pemerintahan hingga penciptaan kawasan berorientasi transit (TOD) sebesar Rp 7,82 triliun.

Bedah Anggaran: Banjir, Sampah, hingga Subsidi Transportasi

Masalah klasik Jakarta seperti banjir dan sampah mendapat porsi khusus dalam anggaran pekerjaan umum:

  • Pengendalian Banjir: Rp 3,64 triliun.
  • Pengelolaan Sampah: Rp 1,38 triliun.
  • Pembangunan Jembatan & Flyover: Rp 289,72 miliar.

Selain itu, demi menekan kemacetan, subsidi transportasi umum tetap digelontorkan dalam jumlah besar. Transjakarta menerima subsidi Rp 3,75 triliun, disusul MRT Jakarta Rp 536,70 miliar, dan LRT Jakarta Rp 325,28 miliar.

Sekolah Swasta Gratis dan Perlindungan Sosial

Di bidang pendidikan, Pemprov DKI melampaui kewajiban mandatory spending dengan mengalokasikan Rp 19,75 triliun (26,59 persen). Salah satu inovasi menarik adalah alokasi untuk sekolah swasta gratis sebesar Rp 282,46 miliar.

Program bantuan sosial eksisting juga dipastikan berlanjut, antara lain:

  • KJP Plus: Rp 3,25 triliun.
  • KJMU: Rp 399 miliar.
  • Kartu Lansia Jakarta (KLJ): Rp 625,89 miliar.
  • Kartu Anak Jakarta (KAJ): Rp 100,10 miliar.

“Seluruh program ini akan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Kami berharap, APBD 2026 ini dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh warga Jakarta,” imbuh Michael.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Emas melonjak, batu permata jadi pilihan investasi 2026

24 Maret 2026

Profil Ayep Zaki, Wali Kota Sukabumi Dihujat Pembohong Gara-Gara Izin Salat Ied, Hartanya Rp13 Miliar

24 Maret 2026

Usaha Kambing Bangkrut, Pemilik Koper Akui Bawa Sabu 785,71 Gram

24 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 Inspirasi Lampu Gantung 3D Modern yang Menarik

24 Maret 2026

Alasan Aurelie Moeremans Angkat “Broken Strings” Jadi Film: Edukasi Bahaya Child Grooming

24 Maret 2026

Emas melonjak, batu permata jadi pilihan investasi 2026

24 Maret 2026

Usaha Kambing Bangkrut, Pemilik Koper Akui Bawa Sabu 785,71 Gram

24 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?