Membeli tiket pesawat tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Sebaliknya, maskapai menggunakan sistem dynamic pricing yang terus menyesuaikan harga berdasarkan permintaan, sisa kursi, musim liburan, hingga jarak waktu menuju hari keberangkatan. Karena itu, tidak ada satu “hari sakti” untuk membeli tiket murah. Yang lebih berpengaruh justru fleksibilitas tanggal, waktu terbang, serta strategi dalam memantau harga.
Agar tidak salah langkah, berikut tips mudah yang bisa langsung diterapkan:
1. Pesan di Waktu yang Tepat (Jangan Terlalu Cepat, Jangan Terlalu Dekat)
Untuk banyak rute, harga cenderung lebih stabil dan kompetitif beberapa minggu hingga beberapa bulan sebelum keberangkatan. Data publik dari Google melalui fitur Google Flights menunjukkan banyak penerbangan domestik berada di harga rendah sekitar 21-60 hari sebelum berangkat, dengan rata-rata titik optimal sekitar 44 hari.
Sebagai panduan sederhana:
Tiket pesawat domestik Indonesia: mulai pantau 2-4 bulan sebelum berangkat, eksekusi sering efektif 3-8 minggu sebelum terbang.
Asia & regional: 1-4 bulan sebelum.
* Eropa/AS: 3-6 bulan atau lebih, terutama saat mengincar di musim ramai.
Hindari membeli terlalu mepet hari H karena kursi murah biasanya sudah habis.
2. Fleksibel Tanggal dan Jam Terbang
Hari keberangkatan sering lebih berpengaruh daripada hari pembelian. Penerbangan Selasa atau Rabu biasanya lebih murah dibanding Jumat-Minggu karena permintaan lebih rendah. Gunakan fitur kalender fleksibel di platform seperti:
Google Flights
Skyscanner
* KAYAK
Geser tanggal ±3 hari dan bandingkan selisih harga. Perbedaan satu hari saja bisa menghemat ratusan ribu rupiah.
3. Aktifkan Price Alert di Beberapa Platform
Daripada mengecek manual setiap hari, aktifkan notifikasi harga. Beberapa platform yang menyediakan fitur ini adalah:
Google Flights (Track Prices)
Skyscanner (Price Alert)
Traveloka (Notifikasi harga)
tiket.com (Price Alert)
Tipsnya:
Buatkan 2-3 alert sekaligus.
Coba bandara alternatif (misalnya antara CGK dan HLP).
* Bandingkan opsi one-way terpisah vs pulang-pergi.
4. Hindari Musim Puncak atau Pesan Lebih Awal
Di Indonesia, lonjakan harga hampir pasti terjadi menjelang:
Idulfitri (mudik lebaran)
Natal & Tahun Baru
* Long weekend nasional
Pada periode ini, harga bisa mendekati tarif batas atas untuk rute domestik. Jika harus bepergian saat high season, pesan jauh lebih awal dari biasanya.
5. Hitung Total Biaya, Bukan Hanya Harga Dasar
Tiket murah belum tentu paling hemat. Maskapai berbiaya rendah sering mengenakan biaya tambahan untuk bagasi, kursi, dan makanan. Contohnya, Air Asia menyatakan biaya bagasi jauh lebih murah jika dibeli saat pemesanan awal dibanding di bandara.
Sebelum checkout:
Tambahkan bagasi jika memang dibutuhkan.
Bandingkan total biaya di OTA (Online Travel Agent) dan situs resmi maskapai.
* Periksa aturan refund dan reschedule.
6. Manfaatkan Promo Bank dan Kartu Kredit
Platform seperti Traveloka dan tiket.com sering bekerja sama dengan bank untuk diskon atau cashback. Namun perhatikan:
Kuota harian sering terbatas.
Ada minimum transaksi.
* Kadang hanya berlaku di jam tertentu.
Selalu baca syarat sebelum membayar.
Mendapatkan tiket pesawat murah bukan soal keberuntungan, melainkan strategi. Dengan mencoba melakukan cara di atas, peluang mendapatkan harga terbaik akan jauh lebih besar tanpa harus berburu “mitos hari murah” yang belum tentu berlaku.



