Jawa Timur — Upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air. Salah satunya dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dengan melaksanakan penandatanganan kontrak Paket Pekerjaan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Molek Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2026 antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi Rawa I dengan Aura Tirta Magelang, KSO.
Kegiatan penandatanganan kontrak tersebut menjadi langkah awal dimulainya pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi yang memiliki peran strategis dalam menunjang sektor pertanian di wilayah Kabupaten Malang dan sekitarnya. Rehabilitasi DI Molek diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem distribusi air sehingga kebutuhan irigasi lahan pertanian dapat terpenuhi secara optimal, merata, dan berkelanjutan.
BBWS Brantas menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas produksi pertanian nasional. Keberadaan jaringan irigasi yang baik menjadi faktor utama dalam mendukung produktivitas petani, terutama di tengah tantangan perubahan iklim, musim kemarau panjang, hingga meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.
Melalui rehabilitasi ini, sejumlah infrastruktur irigasi yang mengalami penurunan fungsi maupun kerusakan akan diperbaiki dan ditingkatkan kapasitasnya. Dengan demikian, distribusi air menuju area persawahan diharapkan menjadi lebih efisien dan mampu mengurangi potensi kehilangan air di sepanjang jaringan irigasi.
Selain itu, proyek rehabilitasi DI Molek juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Sektor pertanian yang bergantung pada pasokan air irigasi akan memperoleh manfaat langsung berupa peningkatan intensitas tanam, produktivitas hasil panen, hingga peningkatan kesejahteraan petani.

BBWS Brantas juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat dalam mendukung kelancaran pelaksanaan proyek. Dengan kolaborasi yang baik, proses rehabilitasi diharapkan dapat berjalan sesuai target, tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat luas.
Sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah Sungai Brantas, BBWS Brantas terus berkomitmen menghadirkan layanan infrastruktur air yang modern, andal, dan berkelanjutan. Berbagai program rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendukung swasembada pangan serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional berbasis sektor pertanian.
Tidak hanya fokus pada aspek teknis, BBWS Brantas juga mendorong penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam setiap pelaksanaan proyek infrastruktur. Hal tersebut dilakukan agar manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan generasi mendatang.
Dengan dimulainya rehabilitasi DI Molek Kabupaten Malang, diharapkan sistem irigasi di wilayah tersebut semakin optimal dalam melayani kebutuhan pertanian masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan Indonesia.(Puji)



