Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan telak 3-0 atas PSIM Yogyakarta dalam laga yang berlangsung di Stadion Mandala Krida. Meski pertandingan ini tergolong sederhana, peran seorang pemain baru yang turut serta dalam laga tersebut menjadi faktor penting yang tidak disadari oleh banyak orang.
Pedro Matos, gelandang anyar Persebaya Surabaya, melakoni debut resminya pada pertandingan tersebut. Ia masuk ke lapangan pada menit ke-71 menggantikan Milos Raickovic. Meskipun hanya bermain selama 24 menit, kontribusi Pedro terasa sangat signifikan.
Dalam waktu singkat itu, Pedro mampu memberikan dampak besar. Ia mencatatkan akurasi umpan sebesar 86 persen dari tujuh percobaan, dengan enam di antaranya berhasil mencapai target. Selain itu, ia juga aktif dalam duel dan transisi bertahan. Dengan dua dribel, satu tekel, satu pemulihan bola, serta 86 persen keberhasilan dalam duel melawan pemain PSIM, Pedro menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang pekerja yang disiplin dan cerdas.
Namun, kontribusi terpenting Pedro bukan sekadar angka statistik. Ia memiliki tugas rahasia dari pelatih untuk menempel ketat Ze Valente, sosok yang dikenal sebagai otak serangan PSIM Yogyakarta. Sepanjang Pedro berada di lapangan, ruang gerak Ze Valente terlihat jauh lebih terbatas. Alur serangan PSIM kerap terputus karena tekanan intens yang diberikan Pedro di lini tengah.
Peran krusial itu berujung langsung pada gol ketiga Persebaya Surabaya. Dalam situasi transisi, Ze Valente kehilangan bola setelah tekanan berlapis yang berawal dari penjagaan ketat Pedro. Momen tersebut dimanfaatkan Rachmat Irianto untuk melakukan intersep bersih. Ia kemudian melakukan solo run sebelum menuntaskannya menjadi gol terakhir yang memastikan kemenangan 3-0 untuk Persebaya Surabaya.
Kemenangan ini terasa semakin spesial karena diraih di kandang lawan dengan dominasi yang jelas. Persebaya Surabaya tampil solid, disiplin, dan efektif memanfaatkan setiap celah yang ada.
Usai pertandingan, Pedro Matos mengaku sangat senang dengan debutnya bersama Persebaya Surabaya. Ia menyebut kemenangan atas PSIM menjadi modal kepercayaan diri untuk laga-laga berikutnya. Pedro juga menyatakan sudah tidak sabar untuk kembali bermain dan berkontribusi lebih besar. Fokusnya kini tertuju pada laga kandang menghadapi Dewa United pada 1 Februari mendatang.
Menariknya, peran Pedro saat melawan PSIM berpotensi kembali dimainkan pada laga berikutnya. Ia disebut siap mengawal Alexis Messidoro, gelandang kreatif yang menjadi otak serangan Dewa United. Pedro menyadari kualitas calon lawan yang akan dihadapi Persebaya Surabaya. “Dewa United adalah tim yang bagus dan terorganisasi. Kami harus fokus dari menit pertama dan bermain dengan intensitas tinggi,” ujar Pedro.
Laga kontra Dewa United juga akan menjadi momen istimewa bagi Pedro Matos. Pertandingan itu menjadi penampilan perdananya di Gelora Bung Tomo dengan seragam Persebaya Surabaya. Pedro mengaku sudah banyak mendengar cerita tentang atmosfer luar biasa stadion kebanggaan Bonek tersebut. Ia percaya dukungan penuh suporter akan memberikan energi tambahan bagi tim.
“Saya sangat menantikan bermain di GBT. Banyak orang mengatakan atmosfernya luar biasa. Dukungan Bonek dan Bonita pasti akan memberi energi tambahan bagi kami,” katanya. Menurut Pedro, kehadiran suporter bisa menjadi faktor pembeda dalam laga penting. Tekanan dari tribun diyakini mampu membuat pemain Persebaya Surabaya tampil lebih percaya diri dan agresif.
Ia berharap atmosfer Gelora Bung Tomo dapat membantu Persebaya Surabaya menekan lawan sejak menit awal. Intensitas tinggi dan disiplin seperti saat menghadapi PSIM ingin kembali ditampilkan.
Kemenangan atas PSIM Yogyakarta menjadi sinyal positif bagi perjalanan Persebaya Surabaya musim ini. Kehadiran Pedro Matos memberi dimensi baru di lini tengah Green Force. Dengan tugas rahasia yang kini terbongkar, Pedro Matos menunjukkan dirinya bukan sekadar rekrutan pelengkap. Ia datang sebagai kepingan penting dalam skema permainan Persebaya Surabaya. Jika konsistensi ini terjaga, Pedro berpotensi menjadi kunci dalam laga-laga besar berikutnya. Persebaya Surabaya pun punya alasan kuat untuk optimistis menatap duel kontra Dewa United di hadapan publik sendiri.



