Kenaikan Mobilitas dan Aktivitas Digital Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026
Selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H (RAFI 2026), mobilitas masyarakat meningkat pesat. Hal ini sejalan dengan lonjakan aktivitas digital yang terjadi di berbagai wilayah. Telkomsel, sebagai penyedia layanan komunikasi terdepan, telah melakukan persiapan yang matang untuk memastikan kualitas konektivitas pelanggan tetap stabil dan andal.
Dengan komitmen Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel berhasil menjaga kualitas layanan selama momen penting ini. Persiapan dilakukan sejak awal Ramadan, termasuk penguatan dan optimalisasi jaringan di titik-titik prioritas, pemantauan kualitas layanan berbasis AI secara end-to-end, serta kesiapan tim lapangan untuk mendukung pelanggan dalam menjalani ibadah, perjalanan mudik, hingga momen Lebaran.
Puncak Pergerakan Pelanggan dan Trafik Data
Berdasarkan data internal Telkomsel, selama RAFI 2026, puncak pergerakan pelanggan antarwilayah mencapai 10,9 juta pelanggan pada H+1 Idulfitri. Arus pergerakan pelanggan terbesar mengarah ke Jawa Tengah-DI Yogyakarta (2,15 juta), Jawa Barat (883 ribu), dan Jawa Timur (602 ribu).
Selain itu, penggunaan layanan digital juga meningkat signifikan. Payload puncak trafik data mencapai 70,4 petabyte – meningkat 13,4 persen dibanding hari normal dan 4,5% dibanding puncak RAFI 2025.
Pertumbuhan Trafik Data Berdasarkan Wilayah
Pertumbuhan trafik data tertinggi tercatat di beberapa wilayah, yaitu:
- Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara: +24.18 %
- Sumatra: +17.56 %
- Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan: +10.4 %
- Jakarta, Banten dan Jawa Barat: +2.21 %
Secara nasional, aktivitas digital pelanggan didominasi oleh penggunaan TikTok, Facebook, WhatsApp, YouTube, dan Instagram. Dari sisi aplikasi, WhatsApp mencatat pertumbuhan payload tertinggi, meningkat 41,79% dibanding hari biasa. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya peran layanan pesan dan panggilan suara maupun video sebagai sarana utama silaturahmi digital.
Online Gaming dan Layanan Digital Lainnya
Di sisi lain, online gaming menjadi kontributor pertumbuhan payload terbesar, tumbuh 48,20% dibanding hari biasa. Popularitas game seperti Roblox, Mobile Legends, dan Free Fire turut mendorong pertumbuhan ini.
Selain itu, kategori layanan komunikasi seperti WhatsApp, Telegram, dan aplikasi pesan instan lainnya meningkat signifikan hingga 34,19%. Media sosial seperti X, Facebook, dan Instagram juga meningkat sebesar 16,28%, sedangkan video streaming melalui TikTok, YouTube, CapCut, Netflix, dan platform sejenis meningkat sebesar 12,23%.
Layanan e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Alfagift juga mengalami pertumbuhan sebesar 3,01%.
Penguatan Titik Prioritas Berbasis Analitik
Untuk memastikan pelanggan tetap terhubung di momen penting kebersamaan, Telkomsel memperkuat 495 titik prioritas. Titik-titik ini mencakup jalur mudik, simpul transportasi, kawasan wisata, area permukiman, hingga titik-titik keramaian lainnya.
Penentuan titik prioritas dilakukan berbasis analitik dan pemodelan Machine Learning (ML), serta diperkuat pemanfaatan AI melalui Autonomous Network untuk menjaga stabilitas layanan secara end-to-end.
Selama periode RAFI 2026, hampir seluruh gangguan jaringan di titik prioritas berhasil diselesaikan tepat waktu (94,4%), dengan ketersediaan layanan mencapai 99,7%. Meskipun terjadi lonjakan trafik di kota-kota tujuan mudik seperti Pandeglang (+111,45%), Magetan (+111,4%), Kuningan (+109,6%), Kebumen (+102,35%), dan Wonogiri (+95,41%), kualitas layanan Telkomsel tetap terjaga.
Komentar dari VP Corporate Communications & Social Responsibility
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyatakan, “Ramadan dan Idulfitri adalah momen yang sangat personal bagi banyak orang, mulai dari momen untuk beribadah, mudik, hingga menjaga kedekatan dengan keluarga dan kerabat. Karena itu, Telkomsel telah berupaya menyiapkan jaringan sebaik mungkin sebagai bagian dari komitmen Melayani Sepenuh Hati, agar pelanggan bisa menjalani rangkaian Ramadan hingga Lebaran dengan sepenuh hati.”



