Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Maret 2026
Trending
  • 4 cara mengubah baju bekas jadi uang banyak
  • Dendi Mengarungi 400 KM Rally Raid dengan BAIC BJ40
  • Reece James tetap di Chelsea, kontrak diperpanjang hingga 2032
  • Mudik Lancar Tanpa Sinyal: Gunakan Google Maps Offline!
  • Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat
  • Borneo FC vs Persib Bandung: Thom Haye Tak Hadir, Bojan Hodak Beri Respons Menarik
  • 5 Benda Jadul 1970-an yang Kini Berharga Jutaan hingga Miliaran
  • Israel Ancam Bunuh Pemimpin Tertinggi Iran
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Teka-Teki Farhan Gunawan, Co-Pilot yang Hilang di Hutan
Hukum

Teka-Teki Farhan Gunawan, Co-Pilot yang Hilang di Hutan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penemuan Ponsel Farhan Gunawan Memicu Harapan

Seorang perempuan yang mengaku sebagai saudara dari Dian, pacar dari Farhan Gunawan, korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung, membuka suara dan mengungkapkan fakta mengejutkan terkait pencarian korban. Teka-teki jejak Farhan, Co-Pilot pesawat yang jatuh di perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, kini semakin menjadi sorotan.

Dalam video berdurasi 1.42 detik yang beredar, perempuan tersebut mengaku mewakili adiknya Dian yang sedang syok atas kabar Farhan menjadi korban kecelakaan pesawat. Ia menyampaikan bahwa ponsel Farhan telah ditemukan oleh Tim SAR di hutan dan diserahkan kepada Dian. Wanita itu menjelaskan bahwa ponsel Farhan tersambung dengan smartwatch-nya dan ada pergerakan langkah kaki yang direkam.

“Nah, hapenya itu terhubung ke smartwatch-nya. Ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa dari pagi jam 6 hingga malam hari, tercatat beberapa langkah kaki. “Saya lupa jam berapa, tapi jam 10 sampai malam juga ada,” tambahnya.

Perempuan tersebut meminta Presiden Prabowo Subianto dan para menteri untuk menurunkan lebih banyak Tim SAR dan menggunakan helikopter agar bisa mencapai lokasi hutan tempat Farhan hilang. “Saya mohon sekali pak selamatkan Farhan pak,” pintanya.

Staf SMC Basarnas Makassar, Arman Amiruddin, membenarkan adanya temuan ponsel korban. SMC adalah singkatan dari SAR Mission Coordinator. Ponsel itu telah diserahkan ke Dian dan selanjutnya dibawa ke Tim Cyber Polda Sulsel untuk dideteksi koordinat keberadaan smartwatch-nya Farhan.

“Kami sudah koordinasi bahwa pihak pacarnya sudah melaporkan ke Cyber Crime Polda,” kata Arman saat ditemui di Posko AJU SAR Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Senin (19/1/2026). Arman juga membenarkan adanya pergerakan langkah kaki yang direkam smartwatch-nya korban.

“Kami meminta supaya bisa dilacak koordinat terakhir. Karena dari laporan yang dia kirim itu, per jam 06.53 Wita hari Minggu, ada terbaca seribu langkah. Terus sampai ke jam 05.33 wita, ada 13 ribu langkah,” ujarnya. Namun ia belum mengetahui kondisi terbaru Farhan. “Untuk memastikan yang beredar, kami belum bisa memastikan bahwa ini hidup atau gimana,” jelas Arman.

Penyerahan ponsel itu dilakukan karena ponsel dalam kondisi terkunci. Surat tanda terima alat komunikasi tersebut juga disertakan. “Intinya, handphone kami serahkan kemarin untuk bisa dibuka kuncinya. Karena locknya gak bisa di ini, makanya kami buatkan surat pernyataan supaya bisa dibawa ke Makassar untuk dibuka,” sebutnya.

Selama tiga hari pencarian, Tim SAR belum mendengar adanya suara minta tolong dari korban. Padahal, Tim SAR di lokasi sudah menyisir hampir keseluruhan lokasi perkiraan pesawat terjatuh. “Tidak ada sama sekali mendengar permintaan tolong dan lain sebagainya. Termasuk tim yang menuruni tebing. Yang nginap di atas kan masih ada sepuluh orang,” katanya.

Arman mengaku, hingga saat ini Tim SAR masih menunggu hasil pelacakan dari tim IT Cyber Polda Sulsel. “Sambil menunggu laporan dari cyber crime, kami menunggu koordinat yang terakhir on, supaya kami bisa menuju ke titik itu,” tuturnya.

Pencarian Terus Dilakukan

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menegaskan bahwa pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung masih menjadi fokus utama tim SAR gabungan. “Untuk black box kami belum fokus ke black boxnya. Melihat dari jumlah korban, kami fokusnya di korban dulu,” ujarnya.

Andi menambahkan, titik koordinat bagian ekor pesawat sudah diketahui. Namun, kondisi medan yang sulit membuat lokasi tersebut belum sepenuhnya dapat dijangkau. “Tetap juga nanti kita upayakan, itu kan titik koordinat ekornya sudah jelas,” jelasnya.

Untuk memperluas area pencarian, tim SAR berencana melibatkan masyarakat setempat yang memahami medan, termasuk pencari madu yang terbiasa menembus jalur ekstrem. “Besok mungkin kita bersama masyarakat pencari madu melakukan pencarian di lokasi,” tambahnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Alasan Hakim Bebaskan Delpedro, Tak Bersalah Tapi 6 Bulan Di Penjara, Polisi Lindungi Ojol

19 Maret 2026

Jejak Dokter Richard Lee yang Kini Ditahan, Dulu Dilaporkan Kartika Putri

18 Maret 2026

Berita Terpopuler Kotim: Kecelakaan di Eks Golden, 1 Orang Terluka, Arus Mudik 2026 Terlihat di Sampit

18 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

4 cara mengubah baju bekas jadi uang banyak

19 Maret 2026

Dendi Mengarungi 400 KM Rally Raid dengan BAIC BJ40

19 Maret 2026

Reece James tetap di Chelsea, kontrak diperpanjang hingga 2032

19 Maret 2026

Mudik Lancar Tanpa Sinyal: Gunakan Google Maps Offline!

19 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?