Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Februari 2026
Trending
  • MEBI Luncurkan SPKLU Signature Station Pertama di Indonesia dengan Teknologi Huawei Fast Charging
  • 4 Tips Menyimpan Dana Darurat untuk Generasi Sandwich
  • Eks Kapolres Bima Kota Terancam Hukuman Penjara Akibat Narkoba
  • Kuliah Gratis, Lulus Jadi CPNS: Dua Sekolah Kedinasan Baru 2026
  • Persib dan Borneo FC Kembali Naik! Update Klasemen Super League 2025/2026 Setelah Persija Kalahkan Bali United
  • Jadwal Kapal Pelni Dorolonda Februari-Maret 2026: Rute Makassar, Baubau, Namlea, Ambon & Lainnya
  • Ramalan Virgo Hari Ini: Finansial, Karier, Kesehatan, dan Lainnya
  • Tiga zodiak ini akan temukan kebahagiaan sejati mulai 17 Februari 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Suzuki belum ikuti tren BEV, fokus pada strategi multi-jalur dan hybrid yang diminati
Otomotif

Suzuki belum ikuti tren BEV, fokus pada strategi multi-jalur dan hybrid yang diminati

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Strategi Multi-Pathway Suzuki dalam Menghadapi Tren Elektrifikasi

Peralihan ke mobil listrik murni (BEV) di Indonesia dan dunia memang semakin pesat. Namun, Suzuki mengambil pendekatan yang berbeda dengan pabrikan lain. Perusahaan otomotif asal Jepang ini menilai bahwa peralihan total ke BEV tidak bisa dilakukan secara instan. Ada beberapa alasan utama yang membuat Suzuki memilih strategi multi-pathway.

Alasan Pemilihan Strategi Multi-Pathway

Infrastruktur pengisian daya di Indonesia masih belum merata, terutama di luar kota besar. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pengembangan BEV. Selain itu, harga BEV masih relatif tinggi, sehingga belum terjangkau bagi sebagian besar konsumen. Kebiasaan konsumen yang masih nyaman dengan kendaraan berbahan bakar fosil atau hybrid juga menjadi faktor penting. Tak kalah penting adalah kebutuhan energi alternatif yang lebih fleksibel, tidak hanya bergantung pada listrik.

Dengan pertimbangan tersebut, Suzuki memilih strategi multi-pathway, yaitu menghadirkan berbagai pilihan teknologi ramah lingkungan: ICE (Internal Combustion Engine) efisien, hybrid, dan BEV.

Pendekatan Multi-Pathway yang Dilakukan Suzuki

Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Dony Saputra, menegaskan bahwa strategi multi-pathway bukan hanya berlaku di Indonesia, tetapi juga secara global. Suzuki percaya bahwa penurunan emisi karbon tidak bisa diselesaikan dengan satu solusi teknologi saja. Pendekatan ini mencakup:

  • Hybrid: Menjadi fokus utama karena lebih mudah diterima konsumen.
  • BEV: Tetap dikembangkan, tetapi tidak tergesa-gesa.
  • Energi alternatif: Termasuk biofuel dan efisiensi mesin ICE.

Hybrid: Teknologi yang Kian Diminati

Suzuki telah meluncurkan beberapa model hybrid di Indonesia, seperti Suzuki XL7 Hybrid dan Grand Vitara Hybrid. Keunggulan kendaraan hybrid antara lain:

  • Lebih hemat bahan bakar dibanding mobil konvensional.
  • Emisi lebih rendah, mendukung target net zero emission.
  • Tidak bergantung penuh pada charging station, sehingga lebih praktis di Indonesia.
  • Harga lebih terjangkau dibanding BEV murni.

Data penjualan menunjukkan bahwa mobil hybrid semakin diminati konsumen Indonesia, terutama mereka yang ingin berkontribusi pada lingkungan tetapi belum siap beralih ke BEV sepenuhnya.

Suzuki e-Vitara: BEV Pertama Suzuki

Meski belum gaspol, Suzuki tetap menyiapkan Suzuki e-Vitara, mobil listrik murni yang akan diperkenalkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Model ini akan menjadi tonggak awal Suzuki di segmen BEV, sekaligus bukti bahwa Suzuki tidak meninggalkan tren elektrifikasi. Namun, peluncuran dilakukan dengan hati-hati agar sesuai dengan kesiapan pasar.

Perbandingan Strategi Suzuki vs Pabrikan Lain

PabrikanStrategi UtamaFokus di Indonesia
SuzukiMulti-pathway (ICE, Hybrid, BEV)Hybrid lebih dulu, BEV bertahap
ToyotaHybrid + BEVHybrid dominan, Innova Zenix Hybrid sukses
HondaHybrid + BEVFokus hybrid, EV masih terbatas
Pabrikan China (BYD, Wuling)BEV agresifMeluncurkan banyak BEV dengan harga kompetitif

Suzuki jelas berbeda dengan pabrikan China yang langsung “gaspol” di BEV. Suzuki lebih mirip Toyota dan Honda yang mengutamakan hybrid sebagai jembatan menuju elektrifikasi penuh.

Dampak Strategi Multi-Pathway di Indonesia

Strategi multi-pathway Suzuki memiliki beberapa dampak positif, antara lain:

  • Konsumen lebih fleksibel, bisa memilih kendaraan sesuai kebutuhan: ICE efisien, hybrid, atau BEV.
  • Meningkatkan adopsi teknologi ramah lingkungan, hybrid menjadi pintu masuk bagi masyarakat sebelum beralih ke BEV.
  • Mendukung target pemerintah Indonesia yang menargetkan net zero emission 2060.
  • Mengurangi risiko bisnis, Suzuki tidak terjebak pada satu teknologi yang mungkin belum siap secara infrastruktur.

Tantangan ke Depan

Meski strategi multi-pathway dianggap realistis, Suzuki tetap menghadapi tantangan. Persaingan ketat dari pabrikan China yang agresif meluncurkan BEV murah menjadi salah satu tantangan. Tekanan regulasi yang semakin mendorong elektrifikasi penuh juga menjadi hal yang harus dihadapi. Ekspektasi konsumen muda yang lebih tertarik pada BEV modern juga menjadi tantangan tersendiri.

Suzuki harus memastikan bahwa produk hybrid tetap relevan dan kompetitif, sambil menyiapkan BEV yang mampu bersaing dari segi harga dan teknologi.

Kesimpulan

Suzuki belum gaspol di segmen BEV karena memilih strategi multi-pathway yang lebih realistis untuk kondisi pasar Indonesia dan global. Fokus pada kendaraan hybrid terbukti tepat karena semakin diminati konsumen, sementara BEV tetap disiapkan dengan peluncuran Suzuki e-Vitara di IIMS 2026.

Dengan pendekatan ini, Suzuki berharap bisa menjembatani transisi menuju era elektrifikasi penuh tanpa mengorbankan kebutuhan konsumen dan kesiapan infrastruktur. Strategi ini mungkin lebih lambat dibanding pabrikan lain, tetapi justru bisa menjadi langkah bijak untuk jangka panjang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Februari 2026, Kredit Motor Murah: Cicilan Rp700 Ribu hingga Diskon Rp24 Juta!

19 Februari 2026

Harga Terbaru Toyota Veloz Hybrid EV 2026: Era Baru Mobil Keluarga

19 Februari 2026

Harga Terbaru Toyota Veloz Hybrid EV 2026: Konsumsi BBM Mencapai Angka Ini

19 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

MEBI Luncurkan SPKLU Signature Station Pertama di Indonesia dengan Teknologi Huawei Fast Charging

19 Februari 2026

4 Tips Menyimpan Dana Darurat untuk Generasi Sandwich

19 Februari 2026

Eks Kapolres Bima Kota Terancam Hukuman Penjara Akibat Narkoba

19 Februari 2026

Kuliah Gratis, Lulus Jadi CPNS: Dua Sekolah Kedinasan Baru 2026

19 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?