Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 2 April 2026
Trending
  • Perang Matematika 2.0
  • Skenario Persipura Jayapura Lolos Liga 1 Musim Depan Usai Kalahkan Deltras: Cukup Ini Saja
  • Kebijakan WFH Hemat Energi: Hanya untuk yang Mampu, Bukan untuk Pekerja Informal
  • Sopiah Tewas Hamil di Jurang Liku 9, Orang Tua Menangis Minta Pelaku Diungkap
  • Saham Blue Chip? Waspadai Bahaya Tersembunyi Ini
  • Harga HP Realme Terbaru 2026: Realme 16 Mulai Rp 5 Juta, Realme 16 Pro Plus Rp 8 Jutaan
  • Kode Redeem Mobile Legends 30 Maret 2026, Klaim Segera Sebelum Kadaluarsa
  • Denah Rumah Minimalis 6×8 dengan 2 Kamar yang Efisien
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Sopiah Tewas Hamil di Jurang Liku 9, Orang Tua Menangis Minta Pelaku Diungkap
Hukum

Sopiah Tewas Hamil di Jurang Liku 9, Orang Tua Menangis Minta Pelaku Diungkap

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 April 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kematian Sopiah yang Menyedihkan

Kehilangan seorang anak adalah duka yang sangat berat bagi keluarga. Bagi Sahimin (65) dan Rusila (61), orang tua Sopiah, kehilangan anak bungsu mereka adalah hal yang tidak bisa dipahami dan diterima dengan mudah. Mereka memohon kepada pihak kepolisian untuk segera mengungkap pelaku di balik kematian tragis anak mereka.

Sopiah, seorang gadis asal Desa Sungai Pinang, Kabupaten Musi Rawas, ditemukan tewas dalam kondisi hamil tua di jurang Liku 9, Jalan Lintas Gunung Kepahiang, Bengkulu, pada Selasa (10/3/2026). Kehilangan tersebut membuat keluarga sangat terpukul dan sulit menerima kenyataan. Mereka pun mendesak agar dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Rusila mengaku tak kuasa menahan kesedihan, terlebih di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sulit. Ia memohon kepada aparat penegak hukum agar segera mengungkap pelaku. “Tolong pak polisi, siapa pelaku yang tega membunuh dan membuang anak kami. Kami berharap kasus ini segera terungkap,” pintanya.

Penyelidikan Berlangsung

Sementara itu, Satreskrim Polres Kepahiang masih melakukan penyelidikan intensif dan menunggu hasil autopsi. Dua rekaman CCTV telah diamankan sebagai barang bukti. Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yuda Gama, mengatakan bahwa polisi telah mengamankan dua rekaman CCTV hasil kerja sama dengan Dinas Kominfo Kepahiang.

“CCTV kita sudah bekerjasama dengan kominfo dan sudah mengambil 2 titik hasil rekaman cctv,” kata Bintang. Namun, isi rekaman belum diungkap. Polisi juga masih menunggu hasil visum dan autopsi dari dokter.

Dalam proses penyelidikan, delapan saksi dari berbagai daerah telah diperiksa. “Untuk yang mengarah ke calon tersangka sampai saat ini masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan,” ungkap Bintang.

Tes DNA dan Pencocokan

Polisi juga mengambil sampel DNA korban dan bayi dalam kandungan untuk dicocokkan dengan ayahnya. “Ada sampel DNA yang diambil dari korban, ibu dan anak yang nantinya akan di cocokan kepada siapa ayah dari anak tersebut dan ada dua saksi yang dilakukan pencocokan DNA, tidak tutup kemungkinan akan bertambah,” beber Bintang.

Namun demikian, pihaknya belum dapat memberikan keterangan terkait keterlibatan saksi, modus, dan motif karena masih dalam proses penyelidikan. “Untuk yang mengarah ke calon tersangka sampai saat ini masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan,” ungkap Bintang.

Selain itu, hasil autopsi dan visum korban juga belum dikeluarkan dari dokter. “Hasil visum awal maupun autopsi dari dokter belum dikeluarkan,” ucap Bintang.

Rekaman CCTV Terakhir

Sebelumnya diberitakan, video rekaman CCTV terakhir Sopiah dibagikan oleh akun Facebook Atin pada Sabtu (14/3/2026). Dalam unggahan tersebut, terlihat beberapa orang sedang beraktivitas di dalam ruangan yang diduga merupakan tempat pencabutan bulu ayam.

Di bagian tengah, dua orang terlihat duduk di lantai sambil mengolah atau membersihkan ayam. Sementara itu, di sisi kanan tampak seorang berdiri di dekat tumpukan besar potongan ayam atau sisa hasil pemotongan. Sejumlah ember dan wadah besar berwarna hitam dan biru juga terlihat tersebar di lantai, yang diduga digunakan untuk menampung air atau bahan.

Di bagian depan, terlihat seorang perempuan duduk di atas sepeda motor sambil memegang sesuatu, diduga sedang menunggu atau beristirahat. Ruangan tersebut memiliki pintu terbuka di bagian belakang yang mengarah ke ruangan lain, dengan kondisi dinding yang terlihat lembap di bagian bawah.

Pada bagian atas kiri video terlihat timestamp kamera bertuliskan 03-05-2026 Thu 03:06:07, sementara di kanan bawah terdapat tulisan Camera 03, yang menandakan rekaman tersebut diambil pada dini hari, Kamis (5/3/2026).

Awal Hilangnya Sopiah

Ayah korban, Sahamin, mengungkapkan bahwa sebelum hilang, Sopiah sempat berpamitan kepada ibunya untuk pergi ke Kota Lubuk Linggau guna menjalani suntik pada kakinya yang sakit. Namun sejak Kamis (5/3/2026), Sopiah tidak pernah kembali ke rumah.

“Ceritanya saat sahur dia bekerja di tempat pembubutan ayam, mencabut bulu ayam biasanya balik sekitar jam 08.00 WIB, dari hari Kamis dia tidak pulang,” ucap Sahamin. Kecurigaan muncul saat hari kedua Sopiah tidak kunjung pulang. Menurut ayahnya, perjalanan untuk berobat seharusnya tidak memakan waktu hingga berhari-hari. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk dilakukan pencarian.

Lima hari kemudian, Sopiah ditemukan dalam kondisi tewas di jurang kawasan Liku 9 pada Selasa (10/3/2026).

Dugaan Kekerasan dari Hasil Awal Autopsi

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk menjalani autopsi pada Rabu (11/3/2026). Sepupu korban, Remo, mengungkapkan adanya dugaan kekerasan berdasarkan analisa awal tim medis. Ia menyebut terdapat retakan pada bagian kepala korban dengan ukuran sekitar 5 sentimeter yang diduga akibat benturan benda tumpul.

Kekerasan tersebut ditemukan di beberapa bagian kepala, termasuk belakang, kiri dan kanan atas, serta di area pelipis. “Kalau autopsi kita masih menunggu itu 15 hari lagi, tapi dari analisa mengarah pada adanya kekerasan di sekitar kepala,” ujar Remo.

Kasus Semakin Viral

Kasus ini semakin menjadi sorotan publik setelah berbagai informasi bermunculan di media sosial. Salah satunya, unggahan yang menyebut Sopiah sempat membahas gaun pengantin beberapa bulan sebelum kejadian. Dalam unggahan akun Facebook Erick Ibrahim pada 13 Maret 2026, disebutkan bahwa korban pernah menanyakan soal baju pengantin kepada penyedia jasa pelaminan.

“Bulan Oktober 2025 almarhumah Sopiah la ngechat Wang pelaminan nanye mslah baju penganten , rupe e almarhumah hanya di PHP oleh sang cwok dan sampailah terjadi hal yang tidak di inginkan kmren☹️????. Surga menantimu adik ku Sopiah binti sahamin,” tulis akun tersebut. Unggahan tersebut kembali memicu reaksi publik yang mempertanyakan siapa sosok pria yang disebut dalam cerita tersebut.

Hingga kini, kasus kematian Sopiah masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penasehat hukum menolak tuntutan tersangka anak mantan bupati SBB: Proses cacat, saham tak berpindah

2 April 2026

Kantong Parkir Resmi Ditingkatkan Usai Video Pungli Viral di Pantai Padang

2 April 2026

Empat Nakes Tambrauw Ditembak, Polisi Sebut KKB Dalangnya

2 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Perang Matematika 2.0

2 April 2026

Skenario Persipura Jayapura Lolos Liga 1 Musim Depan Usai Kalahkan Deltras: Cukup Ini Saja

2 April 2026

Kebijakan WFH Hemat Energi: Hanya untuk yang Mampu, Bukan untuk Pekerja Informal

2 April 2026

Sopiah Tewas Hamil di Jurang Liku 9, Orang Tua Menangis Minta Pelaku Diungkap

2 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?