Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • KIC Jadi Ikon Kuliner dan Olahraga Sehat, Destinasi Akhir Pekan Favorit Kuningan
  • Reuni Gelap Conte: Juventus Hancurkan Napoli 3-0 di Allianz Stadium
  • Kunci Gitar dan Lirik Lagu Batamu Mangko Bapisah – Anyqu feat Aprilian : Cinta Tinggal Kenangan
  • Gresik United Tetap di Liga 3 Nusantara, Kalahkan Perseden 1-0
  • Musyawarah Kerja KONI Sultra: Program 2026 dan Penentuan Tujuan Pekan Olahraga Provinsi
  • Persib Bandung Kembali ke Puncak, Berguinho Jadi Pahlawan Kemenangan Lawan PSBS Biak
  • Giveaway Disangka Settingan, Willie Salim: Ini Bentuk Hiburan, Bukan Niat Menipu
  • Lima Tanda Serangan Jantung Saat Olahraga yang Sering Diabaikan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Soal Aksi Indonesia Gelap, Istana Kebebasan Berekspresi Dijamin Konstitusi
Politik

Soal Aksi Indonesia Gelap, Istana Kebebasan Berekspresi Dijamin Konstitusi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Maret 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Soal Aksi Indonesia Gelap, Istana: Kebebasan Berekspresi Dijamin Konstitusi
Demonstrasi mahasiswa di deoan kantor DPRD Salatiga(ANTARA)

AKSI bertajuk Indonesia Gelap kembali digelar di sejumlah kota di Tanah Air. Demonstrasi yang diikuti mahasiswa seluruh Indonesia ini salah satunya digelar di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Aksi ini mengajukan sembilan tuntutan, yakni kaji ulang Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.,Tranparansi status pembangunan dan pajak rakyat, Evaluasi besar-besaran Makan Bergizi Gratis. Lalu, tolak revisi UU Minerba yang bermasalah, tolak dwifungsi TNI, sahkan RUU Perampasan Aset, tingkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan secara nasional. Kemudian, tolak impunitas dan tuntaskan HAM berat, juga tolak cawe-cawe Jokowi dalam Pemerintahan Prabowo

Merespons itu, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Ujang Komarudin menyebut di dalam negara dengan sistem demokrasi, demonstrasi merupakan suatu keniscayaan.

“Kalau kita sudah bersepakat berdemokrasi maka segala bentuk kebebasan berekspresi itu dijamin oleh konstitusi,” ungkap Ujang kepada Media Indonesia, Kamis (20/2).

Baca juga : 9 Tuntutan Mahasiswa dalam Aksi Demo Indonesia Gelap

“Pemerintahan Prabowo-Gibran betul-betul menjaga dan melaksanakan kebijakan demokrasi yang inklusif dan terbuka,” imbuhnya. 

Ujang juga menyebut Prabowo membuka seluas-luasnya untuk mahasiswa bisa melakukan kritik, dan melakukan demonstrasi kepada pemerintah. Tetapi, lanjut Ujang, pemerintah punya kebijakan-kebijakan yang sangat ril, sangat nyata untuk kepentingan publik. 

Ujang menuturkan, pemerintah saat ini memiliki tingkat kepuasan sangat tinggi dari masyarakat hingga 80,9%. Lalu tingkat keyakinan publik terhadap Prabowo mencapai 89%. Hal itu, kata Ujang, karena banyak hal-hal yang sudah dilakukan prabowo dalam 3-4 bulan terakhir. Ia mencontohkan adanya makan bergizi gratis yang diapresiasi oleh rakyat Indonesia hingga dipuji oleh pakar luar negeri. 

Baca juga : Mahasiswa Se-Solo Raya Tuntut Jokowi Bertanggung Jawab atas Rusaknya Demokrasi

“Cek kesehatan gratis, bagaimana program ini dijalankan. Bagi yang berulang tahun silakan cek kesehatan gratis. Itu kado dari negara dan presiden,” tuturnya.

“Ini juga program pro rakyat yang sengaja diberikan oleh bapak Prabowo yang peduli kepada kesehatan rakyat Indonesia. Lalu juga pemutihan kredit UMKM.”

Intinya, Ujang menegaskan pemerintah menerima kritik dengan terbuka. Ujang berpendapat kritik sebaiknya berbasis pada data, objektif dan konstruktif. Jangan sampai, ucap Ujang, kritik-kritik berbasiskan hal-hal yang subjektif dan program pemerintah yang baik lalu diframing tidak bagus. 

“Jadi kita membangun negara ini dengan benar, objektif, sehingga betul-betul dinikmati oleh masyarakat,” tukasnya.

“Kami yakin pemerintah saat ini berkomitmen untuk menjaga demokrasi dan menyejahterakan rakyat Indonesia”.(M-2)

Aksi Berekspresi Dijamin Gelap Indonesia Istana Kebebasan Konstitusi Soal
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Syifa Nekat Jadi Tentara AS, Ancaman Kehilangan Kewarganegaraan

28 Januari 2026

Geliat Partai Baru Gema Bangsa dan Gerakan Rakyat: Harapan Efek Coattail Prabowo dan Anies

28 Januari 2026

Klarifikasi Anwar Usman soal Kehadiran di Sidang MK yang Dikaitkan dengan Sakit Sejak Tahun Lalu

28 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

KIC Jadi Ikon Kuliner dan Olahraga Sehat, Destinasi Akhir Pekan Favorit Kuningan

29 Januari 2026

Reuni Gelap Conte: Juventus Hancurkan Napoli 3-0 di Allianz Stadium

29 Januari 2026

Kunci Gitar dan Lirik Lagu Batamu Mangko Bapisah – Anyqu feat Aprilian : Cinta Tinggal Kenangan

29 Januari 2026

Gresik United Tetap di Liga 3 Nusantara, Kalahkan Perseden 1-0

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?