Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 28 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Sistem Parkir Surabaya Berubah, Warga dan Paguyuban Berkomentar
Otomotif

Sistem Parkir Surabaya Berubah, Warga dan Paguyuban Berkomentar

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Sistem Parkir di Surabaya Menimbulkan Beragam Tanggapan



Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan perubahan besar-besaran terhadap sistem parkir di wilayahnya. Perubahan ini menarik perhatian berbagai pihak, baik warga maupun organisasi seperti paguyuban jukir. Salah satu perubahan utama adalah penggunaan sistem pembayaran digital atau non tunai.

Pendapat Warga yang Setuju

Putri Aisyah (41), seorang warga Surabaya, menyambut baik kebijakan tersebut. Ia mengatakan bahwa sistem parkir digital akan meningkatkan kepercayaan antara petugas dan pemilik kendaraan. Selain itu, ia juga berharap bahwa pendapatan dari parkir bisa langsung masuk ke anggaran pemerintah.

“Parkir digital bisa menjaga profesionalitas dari parkiran-parkiran Surabaya,” ujarnya. Ia juga menilai bahwa dengan sistem ini, setiap toko modern atau swalayan akan memiliki petugas parkir resmi yang dapat memastikan keamanan kendaraan.

Menurut Putri, sistem parkir digital juga akan membantu mengurangi masalah jukir liar. “Kalau jukir liar, mereka mungkin jaga kendaraan, tapi jika ada hal buruk, mereka tidak akan bertanggung jawab. Malah bisa menimbulkan keributan di jalan,” katanya.

Ia berharap pihak swasta dan pemerintah bisa menjamin keamanan kendaraan setelah sistem digital diterapkan. “Penyelenggara parkir harus memberikan perlindungan 100 persen bagi pengguna jasa parkir,” harapnya.

Penolakan dari Sebagian Warga

Namun, tidak semua warga merasa senang dengan kebijakan ini. Kayla Jasmine (23) menolak sistem parkir digital karena dinilai merepotkan masyarakat. Ia mengatakan masih banyak orang yang belum paham tentang sistem cashless atau non tunai.

“Masih banyak masyarakat yang belum memiliki akses internet yang merata dan literasi digital yang cukup,” ujarnya. Ia juga menyarankan agar pihak penyedia parkir menyediakan kartu tap sebagai alternatif bagi yang tidak bisa menggunakan sistem digital.

“Jika begitu, maka tetap ada dua sistem, yaitu tunai dan cashless,” tambahnya. Kayla menilai bahwa saat ini penerapan sistem digital di Surabaya belum siap dilakukan.

“Tapi, kalo ngomongin situasi sekarang ya memang belum siap. Aku bisa setuju dengan situasi bersyarat, ya itu tadi pemerataan akses,” terangnya.

Penolakan dari Paguyuban Jukir Surabaya

Selain warga, Paguyuban Jukir Surabaya (PJS) juga menolak kebijakan baru ini. Wakil Ketua PJS, Feri Fadli, mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Pemkot Surabaya.

Pertama, Pemkot harus membuat aturan parkir yang jelas dan tidak abu-abu. “Seperti kasus toko modern, katanya digaji yang layak tapi ada yang Rp 300.000 sampai Rp 700.000,” ujarnya.

Feri juga ingin Pemkot Surabaya memikirkan kesejahteraan anggota PJS. Ia menyarankan adanya sistem bagi hasil yang lebih adil. “Bagi hasil harus lebih banyak untuk jukir, misalnya jukirnya 80 persen terus pemerintah 20 persen. Biar enggak terlalu jomplang, karena kalau kendaraan hilang jukirnya yang ganti,” ucapnya.

Dengan perubahan ini, PJS khawatir kesejahteraan anggotanya akan terganggu. Mereka berharap pemerintah dapat memperhatikan kepentingan para jukir dalam penerapan sistem parkir digital.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ulasan Mitsubishi X-Force: Keunggulan & Pengalaman Pemilik Setelah 24.000 km

31 Agustus 2026

Penjualan BEV Melonjak 88,6 Persen, Tanda Perubahan Industri Otomotif

30 Agustus 2026

5 Alasan Wiper Mobil Masih Berisik Meski Sudah Ganti Karet

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?