Persebaya Surabaya Menghadapi Kehilangan Pemain Bintang
Persebaya Surabaya sedang menghadapi situasi yang cukup menantang. Sejumlah pemain utama mereka akan habis kontrak pada akhir musim 2025/2026, dan ini menjadi perhatian serius bagi klub. Dari sembilan nama yang terancam pergi secara gratis, enam di antaranya sering tampil dalam line up Persebaya Surabaya sepanjang paruh kedua musim ini.
Dua dari pemain tersebut bahkan berasal dari posisi krusial, yaitu penjaga gawang. Hal ini menunjukkan bahwa Persebaya Surabaya harus segera memperkuat lini pertahanan mereka untuk menghadapi musim depan. Selain itu, ada satu nama yang saat ini tengah mendapat kritikan tajam dari Bonek Mania, yaitu kapten asal Brasil, Bruno Moreira.
Kritikan terhadap Bruno Moreira tidak lepas dari performanya yang menurun setelah Persebaya Surabaya kalah telak 1-5 dari tuan rumah Borneo FC. Beberapa komentar dari penggemar menyebutkan bahwa Bruno tidak lagi memberikan performa yang optimal. Contoh komentar tersebut adalah:
- “Bruno gae nomer 10 ga enak blass. Cobak kongkon balek nomer 99.”
- “Mas @brunomoreira99 ada apakah denganmu…are you ok bro? Kenapa mainnya skrng kyk kurang semangat bgt.”
- “Bruno ojok dadi kapten kaboten, mending pemain liane ae…semenjak dadi kapten gak konsisten main’e bruno, eman enko ngerusak ritme tim.”
- “Mending kapten ganti liane Bruno kabotan ban lengan.”
- “Wes wayahe Bruno Moreira CADANGAN. Under Perform. Lupat Luput ae terlalu Sering. Matos Blunder.”
Berikut ini adalah daftar sembilan pemain yang kontraknya akan habis pada akhir musim 2025/2026:
- Francisco Rivera: 31 Mei 2026
- Bruno Moreira: 30 April 2026
- Ernando Ari: 31 Mei 2026
- Andhika Ramadhani: 30 Juni 2026
- Bruno Paraiba: akhir musim 2025/2026
- Leo Lelis: akhir musim 2025/2026
- Risto Mitrevski: akhir musim 2025/2026
- Pedro Matos: akhir musim 2025/2026
- Riyan Ardiansyah: Pinjaman (akhir musim 2025/2026).
Kekalahan Tragis dari Borneo FC
Persebaya Surabaya kalah tragis dari Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda dengan skor 5-1. Lima gol Borneo FC ke gawang Persebaya Surabaya diborong oleh empat nama berbeda. Gol balasan Persebaya Surabaya dicatatkan oleh bek asal Brasil, Leo Lelis.
Selepas laga, beberapa Bonek legowo menerima kekalahan sebagai dinamika dalam sepak bola. Namun, kritikan juga menyasar sektor depan Persebaya Surabaya. Absennya Mihailo Perovic yang alami cedera sangat berpengaruh dengan aliran bola yang seolah kehilangan arah di lini depan.
Terlebih, Persebaya Surabaya tak memiliki striker murni selain Perovic di musim ini. Sehingga absennya Perovic yang juga tengah onfire sangat berpengaruh di kualitas lini depan Persebaya Surabaya.
Solusi untuk Lini Depan
Melihat urgensi lini depan yang sangat mempengaruhi performa Persebaya Surabaya, satu nama eks orbitan Bernardo Tavares bisa jadi solusi jawabannya. Seperti diketahui, Persebaya Surabaya sejatinya hampir mendapatkan tanda tangan pemain grade A Timnas Indonesia di paruh musim lalu.
Klub kebanggaan Bonek itu intens goda bekas anak asuh Bernardo Tavares yang kini tengah abroad bersama tim Liga Super Malaysia, DPMM. Sosok pemain berlabel Timnas Indonesia yang coba didatangkan dari DPMM yakni Ramadhan Sananta. Sayangnya, kabar itu pun hanya berakhir pada kegagalan setelah Ramadhan Sananta memutuskan untuk bertahan hingga akhir musim bersama DPMM.
Padahal, kedatangan Ramadhan Sananta sangat dinantikan Persebaya Surabaya di tengah krisis yang dialami Bajul Ijo di lini depan. Akan tetapi, transfer itu memang harus urung terjadi dan Persebaya Surabaya harus arungi putaran kedua dengan mengandalkan beberapa wajah lama sejak awal musim di lini depan.
Peluang Ramadhan Sananta Bergabung dengan Persebaya Surabaya
Kabar tentang peluang Ramadhan Sananta bergabung dengan Persebaya Surabaya dibongkar oleh akun fans base Persebaya Surabaya, @mbahboyo.cuk. Menurutnya, sang pemain lebih memilih fokus dengan timnya yang sekarang.
Di tengah krisis striker yang di alami Persebaya Surabaya usai laga melawan BUFC pekan kemarin, bajul ijo gagal menambah slot di lini depan setelah salah satu pemain incarannya memilih tetap mendampingi klub yang saat ini di belanya.
Namun, Bonek dan Bonita jangan kecewa, Persebaya Surabaya masih berpeluang amankan tanda tangan Ramadhan Sananta akhir musim nanti. Kabar itu pernah dibongkar oleh akun Instagram seputar sepak bola Indonesia, @transfernews__ft.
“RUMOR Persebaya Surabaya, kabarnya tertarik untuk mendatangkan striker lokal Indonesia, Ramadhan Sananta (23) foot. Ramadhan Sananta saat ini bermain untuk DPMM FC Malaysia (1tier), dan telah mencatatkan 2 Gol 1 Assist dalam 15 Pertandingan. Namun tetapi, Ada 2 kemungkinan Sananta bergabung dengan Persebaya, Ntah pada paruh musim Super League Indonesia 2025/26, atau Musim Baru Super League Indonesia 2026/27.”
Dengan demikian kontrak Sananta bersama DPMM FC akan berakhir pada 30 Juni 2026. MENARIK UNTUK DITUNGGU.!



