Pandangan Paolo Simoncelli tentang MotoGP dan Kekuatan Marc Marquez
Paolo Simoncelli, yang dikenal sebagai sosok yang jujur dan tegas dalam menyampaikan pendapatnya, baru-baru ini memberikan beberapa pandangan menarik dalam sebuah wawancara. Sebagai bos besar SIC58 Squadra Corse Moto3, ia memiliki visi yang jelas tentang perkembangan olahraga balap motor, khususnya di ajang MotoGP.
Simoncelli menyampaikan kekhawatirannya terhadap peran Liberty Media, pemilik baru MotoGP dari Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa ia khawatir pihak tersebut terlalu fokus pada tontonan, sehingga bisa kehilangan esensi dari balapan itu sendiri. Menurutnya, balap motor adalah tentang kompetisi, ketangguhan, dan semangat, bukan sekadar hiburan yang menarik perhatian penonton.
Selain itu, Simoncelli juga memberikan sudut pandang unik tentang apa yang akan terjadi di lintasan pada 2025. Ia mengatakan bahwa dominasi Marc Marquez, terutama saat mengendarai Ducati, bukanlah hal yang mengejutkan baginya. Namun, ia tidak banyak berkomentar saat ditanya tentang musim Bagnaia yang mengecewakan. Pada musim lalu, Bagnaia turun ke posisi kelima dalam klasemen kejuaraan dengan hanya dua kemenangan.
Ketika ditanya apakah yakin akan mampu melawan kembali pada 2026, Simoncelli menjawab dengan singkat: “Mari kita berharap ia sudah tenang dengan otaknya.” Ia menjelaskan bahwa Bagnaia tidak siap menghadapi rekan sekuat Marquez. Pecco berasal dari kelompok Valentino Rossi, dan karena mendengarkan semua hal yang mereka katakan, ia meremehkan Marquez. Tahun sebelumnya (2024), Bagnaia kalah dalam Kejuaraan Dunia meski memenangi 11 balapan. Ia berpikir, “Yang perlu saya lakukan adalah mengurangi crash.” Tapi, Marc di lintasan adalah binatang buas dan itu membuatnya mengalami krisis.
Kenangan tentang Marco Simoncelli
Pria berusia 75 tahun ini memberikan apresiasi tinggi terhadap sang juara asal Cervera tersebut. Gaya balap Marquez mengingatkannya pada putranya, Marco, yang merupakan talenta hebat yang meninggal dalam kecelakaan di Grand Prix Malaysia 2011. Simoncelli mengatakan, “Saya tahu dia adalah yang terkuat. Saya selalu menyukainya, ia berlari dan berpikir seperti anak saya, ia tidak pernah menyerah dan selalu berusaha. Jika Marco tidak meninggal, kami akan bersenang-senang. Anda tahu apa itu pertarungan olahraga…”






