Francesco Bagnaia menghadapi musim yang cukup berat dalam ajang MotoGP 2025. Hal ini terjadi karena rentetan hasil yang kurang memuaskan, sementara rekan setimnya, Marc Marquez, justru tampil luar biasa dan menjadi sorotan utama.
Ducati memiliki peran besar dalam keberhasilan tim mereka pada MotoGP 2025. Kekuatan yang dimiliki oleh Marc Marquez dan Francesco Bagnaia sebagai satu tim memberikan dampak signifikan terhadap prestasi yang diraih oleh pasukan Borgo Panigale.
Marquez berhasil meraih gelar juara dunia ketujuh dalam kariernya di kelas tertinggi MotoGP. Dominasinya sangat luar biasa, dengan total 15 podium dan 11 kemenangan Grand Prix sepanjang musim. Hal ini membuatnya mengunci gelar juara saat masih tersisa lima seri.
Meski mengalami kecelakaan di Mandalika dalam seri GP Indonesia dan harus absen hingga akhir musim, Marquez tetap tidak terbendung dan menjadi raja di kelas MotoGP.
Di sisi lain, performa Bagnaia tidak sebaik yang diharapkan. Meskipun dia mampu meraih delapan podium dengan dua kemenangan Grand Prix, hal ini tidak cukup untuk menempatkannya sebagai runner-up. Pada akhirnya, Bagnaia menyelesaikan MotoGP 2025 di peringkat kelima klasemen akhir.
Sebagai rekan setim, Bagnaia mengakui bahwa dia sangat kagum dengan apa yang ditunjukkan oleh Marquez dalam musim perdananya sebagai andalan Ducati. Mengunci gelar juara saat kompetisi masih menyisakan lima seri adalah hal yang tidak biasa dan menunjukkan kemampuan luar biasa dari pembalap asal Spanyol tersebut.
Bagnaia juga mengakui bahwa ada ruang kosong dalam dirinya setelah meraih hasil yang kurang baik dibandingkan Marquez. Sebelum kedatangan Marquez, Bagnaia adalah andalan utama Ducati. Dia bahkan berhasil mengakhiri penantian panjang tim untuk meraih gelar juara dunia sejak Casey Stoner pada 2008.
Maka, melihat Marquez tampil lebih baik darinya menjadi sebuah tamparan yang sangat keras bagi Bagnaia. Rasa iri tak bisa dihindarkan, terutama karena keduanya menggunakan motor dengan spesifikasi yang sama.
Beberapa kali, Bagnaia tidak percaya bahwa Marquez bisa melaju lebih cepat dan meraih hasil lebih baik darinya dalam balapan. “Ini tidak mudah,” ujarnya. “Jika rekan setim Anda menang dan Anda mendapatkan hasil buruk, sulit untuk mempercayainya.”
Dalam kesempatan yang sama, Bagnaia menegaskan bahwa dia masih percaya penuh dengan apa yang dilakukan Ducati untuk mengatasi masalahnya pada musim lalu. “Saya tidak pernah meragukan Ducati, karena saya percaya karier saya dapat dimulai dan diakhiri dengan tim ini,” ucapnya.



