Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 16 Februari 2026
Trending
  • Waktunya Berpindah dari Hilirisasi ke Reindustrialisasi
  • Apa Itu ChatGPT Atlas? Penjelasan, Cara Pakai, dan Fitur Utamanya
  • PUMA x McLaren Racing Bawa Semangat Balap dalam Gaya Jakarta
  • Bahar bin Smith Minta Damai, Banser Minta Proses Hukum Dilanjutkan
  • Said Didu Bantah Klaim Prabowo Takluk pada Jokowi, Sebut Prabowo Tetap Jadi Diri Sendiri
  • Update Terkini: Bek Timnas Indonesia Setara Bintang Barcelona, Bek Madrid Tersingkir
  • 5 shio beruntung naik pangkat dan gaji: karier meledak jadi andalan di kantor!
  • Kalender 2026: Libur Lebaran, Cuti Bersama, dan Akhir Pekan Panjang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Said Didu Bantah Klaim Prabowo Takluk pada Jokowi, Sebut Prabowo Tetap Jadi Diri Sendiri
Politik

Said Didu Bantah Klaim Prabowo Takluk pada Jokowi, Sebut Prabowo Tetap Jadi Diri Sendiri

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Mantan Sekretaris BUMN: Prabowo Tidak Berada di Bawah Bayang-Bayang Jokowi

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak berada di bawah bayang-bayang mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pernyataan ini disampaikan oleh Said Didu dalam sebuah wawancara yang tayang di program ROSI di Kompas TV, Kamis (12/2/2026).

Said Didu mengungkapkan bahwa beberapa usulan Jokowi pernah ditolak oleh Prabowo. Ia juga memberikan contoh konkret tentang bagaimana Prabowo bertindak secara independen tanpa mematuhi keinginan Jokowi.

Contoh Tindakan Prabowo yang Menunjukkan Kemandiriannya

Salah satu contoh yang disebutkan oleh Said Didu adalah gagalnya putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, menjadi calon Gubernur Jawa Tengah tahun 2024. Saat itu, DPR membatalkan pengesahan revisi UU Pilkada yang sebelumnya telah disepakati.

“Saat itu Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua DPR sudah menyatakan besok akan sidang pleno untuk mengubah UU Pilkada sesuai dengan putusan MA. Nah, kita tahu besoknya dibatalkan,” ujar Said Didu.

Menurut Said Didu, hanya Prabowo yang bisa memerintahkan Dasco untuk melakukan hal tersebut. Jika Prabowo benar-benar berada di bawah bayang-bayang Jokowi, ia tidak mungkin memerintahkan Dasco yang merupakan kader Partai Gerindra.

Selain itu, dalam pertemuan dengan “tokoh oposisi” di Jalan Kertanegara pada 30 Januari 2026, Prabowo berkata, “Jangan menganggap saya di bawah bayang-bayang Jokowi.”

Sikap Prabowo terhadap Usulan Jokowi

Said Didu mengklaim bahwa beberapa usulan Jokowi pernah ditolak oleh Prabowo. Namun, ia menolak mengungkapkannya secara terbuka di depan publik. Menurutnya, jika saat ini rakyat melihat Prabowo seolah-olah masih di bawah bayang-bayang Jokowi, itu mungkin cara Prabowo menghormati Jokowi. Namun, sikap seperti itu bukan berarti Prabowo berada di bawah Jokowi.

Adapun Jokowi beberapa waktu lalu menyatakan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua periode. Sementara itu, Said Didu mengatakan Prabowo pernah dengan tegas menyebut bahwa dia belum menyatakan menginginkan dua periode.

“Kalau memang saya gagal dan dianggap salah, saya bersedia mendapat hukuman dari rakyat,” kata Prabowo menurut Said Didu.

Persoalan Lahan Sawit di Kawasan Hutan

Said Didu juga menyebutkan bahwa ada banyak contoh yang menunjukkan bahwa Prabowo bukanlah keberlanjutan dari Jokowi. Salah satunya adalah persoalan 3,3 juta lahan sawit di kawasan hutan pada era Jokowi.

Pada masa itu, Menteri Koordinator Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengaku akan menegosiasikan ulang lahan sawit tersebut dengan pemilik lama. Namun, pemerintahan Prabowo tidak menegosiasikan ulang dan memilih mengambil alih lahan sawit.

“Itu adalah fakta bahwa dia (Prabowo) tidak kelanjutan dari itu,” kata Said Didu.

Percakapan dengan Prabowo tentang Ancaman Oligarki

Beberapa waktu lalu, Said Didu membeberkan isi percakapan pentingnya dengan Prabowo tentang ancaman oligarki di Indonesia. Hal ini disampaikan Said Didu setelah deklarasi Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) yang digelar di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Said Didu sebelumnya telah bertemu langsung dengan Prabowo pada Jumat (31/1/2026). Pada saat itu, ia menyampaikan mengenai kondisi negara yang menurutnya sedang disandera oleh kepentingan segelintir orang.

“Saya menyampaikan ke Presiden, Pak Presiden, saya mengetahui sekarang bahwa yang merusak negeri ini adalah oligarki yang menusuk hampir semua aspek kehidupan dan merusak,” ujar Said Didu kepada awak media.

Menurut Said, Presiden Prabowo menyambut baik gerakan tersebut dan menyatakan dukungannya untuk mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Said Didu juga menyoroti bagaimana kekuatan oligarki telah melumpuhkan peran pejabat publik di daerah. Dia memberikan contoh konkret berupa proyek pembangunan di wilayah Banten.

“Contoh saja di Banten umpamanya, PIK 2 itu Gubernur tidak pernah bisa bicara, Bupati tidak pernah bisa bicara, DPR tidak pernah bisa bicara, karena memang mereka adalah kaki tangan oligarki,” katanya.

Said Didu menambahkan jumlah orang yang merusak negeri ini tidaklah banyak, tetapi memiliki kekuatan finansial yang luar biasa untuk menyogok para politisi dan aparat hukum.

“Sebenarnya yang merusak negeri ini itu tidak lebih dari 50 orang. Dan orangnya itu-itu saja. Anda bisa bayangkan pada saat kemiskinan kita anjlok, kekayaan mereka naik tiga kali lipat pada saat Covid,” ungkap Said Didu dengan nada emosional.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Mantan Wakapolri Sebut Laporan Jokowi soal Roy Suryo Tak Jelas Dasar Hukumnya

16 Februari 2026

Nilai Kepahlawanan Abu Beureueh

16 Februari 2026

Warga Eks Transmigrasi Bakambit Kotabaru dan PT SSC Belum Sepakat Harga, Mediasi Digelar

15 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Waktunya Berpindah dari Hilirisasi ke Reindustrialisasi

16 Februari 2026

Apa Itu ChatGPT Atlas? Penjelasan, Cara Pakai, dan Fitur Utamanya

16 Februari 2026

PUMA x McLaren Racing Bawa Semangat Balap dalam Gaya Jakarta

16 Februari 2026

Bahar bin Smith Minta Damai, Banser Minta Proses Hukum Dilanjutkan

16 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?