Persebaya Surabaya Diambang Kehilangan Diego Mauricio
Persebaya Surabaya kini sedang dihadapkan pada situasi yang cukup menegangkan. Kabar mengenai kemungkinan pergiya striker asal Brasil, Diego Mauricio, ke Liga India semakin menguat dan memicu kegelisahan di kalangan pendukung klub, terutama Bonek. Dalam musim Super League 2025/2026, Persebaya berpotensi kehilangan pemain yang sebelumnya dijuluki sebagai “Drogbinha”, titisan legenda Pantai Gading Didier Drogba.
Kabar ini muncul setelah laporan dari Transfermarkt menyebut bahwa Diego Mauricio masuk dalam radar Inter Kashi, salah satu klub promosi di Indian Super League (ISL). Isu tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya di kalangan penggemar sepak bola Indonesia.
Rekam Jejak Diego Mauricio di Liga India
Diego Mauricio memiliki pengalaman panjang di Liga India. Sebelum bergabung dengan Persebaya Surabaya, ia pernah bermain untuk Odisha FC dan Mumbai City FC. Pengalaman tersebut membuat adaptasinya ke kompetisi ISL dinilai tidak akan terlalu sulit. Namun, bagi Persebaya, kabar ini datang di momen yang sangat krusial. Klub berjuluk Green Force masih mencari konsistensi dalam performa dan membutuhkan ketajaman lini depan.
Performa Diego Mauricio di Persebaya Surabaya
Diego Mauricio direkrut oleh Persebaya Surabaya pada 22 Agustus 2025 dengan ekspektasi besar. Posturnya yang tinggi dan gaya bermain cepat serta fisik membuatnya disandingkan dengan Drogba. Namun, harapan besar itu belum terwujud di atas lapangan.
Hingga paruh musim berjalan, kontribusi Diego Mauricio justru jauh dari kata memuaskan. Dari tujuh laga yang dimainkan, ia hanya tampil selama 253 menit. Statistik ini menunjukkan bahwa ia belum menjadi pilihan utama di lini depan.
Lebih mencolok lagi, kolom gol masih menunjukkan angka nol. Dengan expected goals (xG) sebesar 0,94, ketajamannya dinilai belum sebanding dengan peluang yang didapat. Total tembakan yang dilakukannya musim ini hanya empat kali, dengan hanya satu yang mengarah ke gawang dan akurasi tembakan sebesar 25 persen.
Kontribusi Lain yang Belum Menonjol
Selain itu, kontribusi dalam aspek lain juga belum terlalu menonjol. Diego Mauricio belum mencatatkan assist dan hanya membukukan satu umpan kunci sepanjang musim ini. Meski akurasi umpannya cukup baik, yaitu 82 persen, perannya dalam membangun serangan belum memberi dampak signifikan.
Di sisi duel dan agresivitas, dia hanya sekali melakukan dribel dan satu kali terjebak offside. Statistik ini menegaskan minimnya keterlibatan aktif di area berbahaya lawan. Di sektor bertahan, ia mencatat satu sapuan dan empat kali pemulihan bola. Angka tersebut menunjukkan kontribusi defensif ada, meski bukan nilai utama seorang penyerang tengah.
Kemungkinan Pergi ke Liga India
Secara keseluruhan, statistik musim ini memperlihatkan adaptasi yang belum berjalan mulus. Faktor menit bermain yang terbatas turut memengaruhi ritme dan kepercayaan dirinya di lapangan. Situasi ini membuat rumor kepindahan ke Liga India terasa semakin relevan. Bagi Diego Mauricio, kembali ke kompetisi yang sudah dikenalnya bisa menjadi jalan untuk menghidupkan kembali karir.
Sinyal perpisahan juga datang dari fanbase Persebaya Surabaya di media sosial. Akun @emosijiwakucom bahkan sudah menyampaikan pesan perpisahan secara terbuka. Unggahan tersebut memperkuat spekulasi hengkannya sang striker. Bila rumor ini benar, Persebaya Surabaya harus bergerak cepat mencari pengganti. Kehilangan Diego Mauricio di paruh musim bisa memengaruhi kedalaman skuad, meski kontribusinya belum maksimal.
Tantangan di Masa Depan
Manajemen Persebaya Surabaya tentu tak ingin salah langkah untuk kedua kalinya. Pengalaman musim ini menjadi pelajaran penting dalam memilih striker asing yang benar-benar sesuai kebutuhan tim. Bagi Bonek, rumor ini memunculkan rasa campur aduk. Ada kekecewaan karena ekspektasi tak terwujud, namun juga harapan akan hadirnya sosok baru yang lebih tajam.
Rumor Diego Mauricio ke Liga India kini tinggal menunggu kepastian. Apakah Persebaya Surabaya benar-benar akan ditinggal titisan Drogba, atau justru memberi kesempatan kedua hingga akhir musim?



