Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 23 Februari 2026
Trending
  • Frank dan Co. gelar pameran ‘Cinta yang Jujur’ di Mall Kelapa Gading 3
  • Ramalan Zodiak Leo Hari Ini: Hoki, Karier, Cinta, dan Kesehatan
  • Camat Air Periukan Seluma Kembali Digerebek Bersama Guru PPPK
  • Jadwal Imsakiyah Hari Ini: Waktu Imsak dan Buka Puasa 3 Ramadan 1447 H di Tarakan, Kalimantan Utara
  • Sriwijaya FC Terdegradasi ke Liga 3 Jika Kalah dari Sumsel United
  • 5 Restoran Favorit All You Can Eat di Surabaya untuk Buca Beramai-ramai dengan Keluarga dan Teman
  • Jangan Terjebak Macet! 4 Transportasi Cepat Jakarta Saat Ramadhan 2026 untuk Efisiensi Waktu
  • McDonald’s Indonesia: 35 Tahun Berdiri, Serap 10 Ribu Karyawan, Termasuk Teman Tuli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Rencana Agrina Impor 105.000 Pikap India, Gaikindo Khawatirkan Industri Lokal
Otomotif

Rencana Agrina Impor 105.000 Pikap India, Gaikindo Khawatirkan Industri Lokal

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran Industri Otomotif Nasional dalam Menghadapi Rencana Impor



Industri otomotif nasional kembali diuji dengan munculnya rencana impor mobil pikap dari India. Rencana tersebut dilakukan oleh BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor sebanyak 105.000 unit mobil pikap. Dalam rencana ini, sebanyak 35.000 unit mobil pikap Scorpio dipasok oleh produsen otomotif Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors India, yang terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit. Seluruh kendaraan ini akan digunakan untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menyampaikan kekhawatiran terkait dampak rencana impor tersebut terhadap pelaku industri kendaraan niaga lokal dan rantai pasoknya. Ia menekankan bahwa anggota Gaikindo masih mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik. Menurutnya, industri pendukung seperti GIAMM memiliki kapasitas produksi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriteria produk dapat dipenuhi.

Putu menjelaskan bahwa jika diberikan kesempatan serta waktu yang memadai, anggota Gaikindo dan GIAMM sebagai bagian dari ekosistem industri otomotif nasional diharapkan dapat turut berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan kendaraan komersial tersebut. Langkah ini juga dapat membantu mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri yang saat ini belum termanfaatkan secara penuh. Selain itu, hal ini juga bisa mengurangi potensi pengurangan tenaga kerja yang dinilai cukup tinggi akibat pelemahan permintaan pasar domestik dalam beberapa tahun terakhir.

Kapasitas Produksi dan Utilisasi

Segmen kendaraan komersial kelas menengah ke bawah, khususnya pikap, selama ini ditopang oleh sejumlah produsen seperti PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, serta PT Astra Daihatsu Motor. Secara keseluruhan, kapasitas produksi pikap dari pabrikan tersebut telah melampaui 400.000 unit per tahun. Namun, utilisasinya belum optimal seiring lesunya permintaan domestik dalam beberapa tahun terakhir.

Produk yang dihasilkan mayoritas merupakan kendaraan penggerak 4×2 dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40%. Capaian tersebut mencerminkan kuatnya basis manufaktur nasional serta kedalaman rantai pasok industri komponen di dalam negeri. Dari sisi pasar, kendaraan komersial 4×2 ini dinilai mampu menjangkau kebutuhan masyarakat hingga ke berbagai daerah, didukung oleh jaringan bengkel dan layanan purnajual yang luas. Adapun, untuk kendaraan jenis penggerak 4×4 juga dapat diproduksi lokal, namun memerlukan waktu untuk persiapan produksinya.

Dampak Terhadap Tenaga Kerja

Di balik kapasitas tersebut, industri otomotif nasional menopang sekitar 1,5 juta tenaga kerja di seluruh ekosistemnya, mulai dari manufaktur, komponen, distribusi, hingga layanan purnajual. Artinya, dinamika penjualan domestik memiliki implikasi langsung terhadap stabilitas ketenagakerjaan. Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan kendaraan bermotor di pasar domestik tercatat berada di bawah 1 juta unit per tahun. Tekanan daya beli dan perlambatan ekonomi menjadi faktor yang membayangi kinerja pasar dalam negeri.

Di sisi lain, industri otomotif masih ditopang oleh kinerja ekspor yang menunjukkan daya saing yang relatif terjaga. Indonesia mampu mengekspor lebih dari 518.000 unit kendaraan ke 93 negara pada 2025, menegaskan peran basis produksi nasional sebagai hub manufaktur untuk pasar global. Dengan demikian, meskipun ada tantangan dalam pasar domestik, industri otomotif nasional tetap memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Harga Toyota Hilux Double Cabin 2022 Bekas, Pilihan SUV Nyaman

23 Februari 2026

Beli Toyota New Fortuner 2023 Bekas? Cek Harga dan Spesifikasi

23 Februari 2026

Rekap Tes Pramusim Moto2 2026 – Mario Aji Tak Puas Meski Pecahkan Waktu Pole dan Ritme Pembalap Top 10

22 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Frank dan Co. gelar pameran ‘Cinta yang Jujur’ di Mall Kelapa Gading 3

23 Februari 2026

Ramalan Zodiak Leo Hari Ini: Hoki, Karier, Cinta, dan Kesehatan

23 Februari 2026

Camat Air Periukan Seluma Kembali Digerebek Bersama Guru PPPK

23 Februari 2026

Jadwal Imsakiyah Hari Ini: Waktu Imsak dan Buka Puasa 3 Ramadan 1447 H di Tarakan, Kalimantan Utara

23 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?