Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 25 Februari 2026
Trending
  • Jadwal Kapal Surabaya-Makassar 2026: Harga, Jadwal, Pilihan Kapsul
  • 7 alasan memilih motor lelang lebih hemat
  • Profil dan Biodata Agnez Mo, dari Artis Kecil ke Dunia Internasional
  • Akhirnya Sukses Besar, 3 Zodiak Ini Buktikan Kesabaran Membawa Berkah
  • Adik Tewas Dianiaya Anggota Polda Maluku, Kakak Marah Lihat Penanganannya: Ditarik Seperti Hewan
  • Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Belum Terima TPG, Setahun 14 Kali
  • Prediksi Skor Real Sociedad vs Real Oviedo 21 Februari 2026: Head-to-Head dan Live Streaming
  • Ramalan zodiak Libra dan Scorpio 22 Februari 2026: Finansial, cinta, karier, dan kesehatan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Ramalan Ekonomi 2026: Angka 5,2% Terwujud di Tengah Badai Global
Ekonomi

Ramalan Ekonomi 2026: Angka 5,2% Terwujud di Tengah Badai Global

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 berada dalam kisaran 5,1 hingga 5,2 persen. Proyeksi ini didasarkan pada kondisi ekonomi yang terus berkembang dari tahun sebelumnya, khususnya 2025, yang menunjukkan momentum positif dan stabilitas sebagai kunci utama.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (yoy), sedikit meningkat dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar 5,03 persen yoy. Penguatan terutama terlihat pada triwulan IV 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,39 persen yoy, menjadi laju tertinggi sejak triwulan III 2022. Hal ini menunjukkan bahwa momentum ekonomi semakin membaik di akhir tahun.

Kinerja ekonomi tersebut mencerminkan daya tahan permintaan domestik yang tetap solid di tengah ketidakpastian global. Kondisi ini didukung oleh konsumsi rumah tangga yang stabil serta aktivitas investasi yang menguat. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, menjaga stabilitas makroekonomi menjadi prasyarat penting.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menyampaikan bahwa capaian di atas 5 persen mencerminkan fondasi pertumbuhan yang semakin seimbang. “Pertumbuhan 2025 menegaskan bahwa permintaan domestik masih menjadi jangkar utama. Di saat yang sama, lonjakan investasi khususnya pada mesin dan peralatan menunjukkan dunia usaha mulai meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi kebutuhan ke depan,” ujarnya.

Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi

Sebagai kontributor terbesar PDB, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,11 persen yoy pada triwulan IV 2025, meningkat dari 4,89 persen pada triwulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh mobilitas dan belanja musiman selama periode Natal dan Tahun Baru, serta peningkatan transaksi ritel daring dan dukungan distribusi bantuan sosial tunai pemerintah.

Secara keseluruhan, konsumsi rumah tangga sepanjang 2025 tumbuh sebesar 4,98 persen, sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menegaskan ketahanan daya beli masyarakat.

Di sisi lain, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) meningkat menjadi 6,12 persen yoy pada triwulan IV 2025 dari 5,04 persen pada triwulan sebelumnya. Sepanjang tahun, investasi tumbuh sebesar 5,09 persen, naik dari 4,61 persen pada 2024. Akselerasi ini terutama berasal dari investasi mesin dan peralatan yang melonjak tajam, baik pada akhir tahun maupun secara kumulatif tahunan.

Belanja Pemerintah dan Sektor Eksternal

Belanja pemerintah tumbuh sebesar 4,55 persen yoy pada triwulan IV 2025. Namun secara tahunan, pertumbuhannya melambat menjadi 2,50 persen akibat tingginya basis belanja pada periode pemilu tahun sebelumnya serta pergeseran fokus kebijakan untuk mendorong konsumsi dan investasi.

Dari sisi eksternal, pertumbuhan ekspor pada triwulan IV 2025 melambat menjadi 3,25 persen yoy setelah sebelumnya terdorong percepatan pengiriman menjelang perubahan kebijakan tarif perdagangan global. Sementara itu, impor meningkat sebesar 3,96 persen yoy, sejalan dengan kebutuhan bahan baku dan barang modal yang lebih tinggi.

Di tengah dinamika tersebut, ketahanan eksternal Indonesia tetap ditopang oleh surplus perdagangan yang masih terjaga. Meski demikian, prospek ekspor 2026 perlu mencermati perubahan kebijakan dagang global dan permintaan dari mitra dagang utama.

Perkembangan Sektor Ekonomi

Sektor industri pengolahan sebagai penyumbang terbesar PDB tumbuh sebesar 5,40 persen yoy pada triwulan IV dan 5,30 persen sepanjang 2025. Perdagangan menguat menjadi 6,10 persen yoy pada triwulan IV, didorong oleh permintaan domestik yang stabil dan pemulihan perdagangan otomotif.

Sektor pertanian juga membaik, didorong oleh peningkatan produksi peternakan dan perikanan untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Aktivitas mobilitas masyarakat membuat transportasi dan pergudangan serta jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi pada triwulan IV 2025.

Sebaliknya, pertambangan masih tertekan akibat pelemahan ekspor batu bara dan gangguan produksi di sejumlah lokasi.

Proyeksi Pertumbuhan 2026 dan Tantangan yang Menghadang

PIER memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,1–5,2 persen pada 2026. Potensi peningkatan menuju 5,2–5,3 persen terbuka apabila tekanan eksternal mereda dan reformasi struktural semakin memperkuat keyakinan pelaku usaha serta konsumen.

Dalam proyeksi tersebut, konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi diperkirakan tetap menjadi penopang utama. Namun, volatilitas pasar keuangan global serta dinamika perdagangan dunia menjadi faktor yang perlu dicermati.

“Prospek pertumbuhan tetap baik, namun dinamika perdagangan global, konflik geopolitik, dan perlambatan ekonomi Tiongkok perlu terus dicermati. Kebijakan domestik harus dikelola secara hati-hati agar dukungan terhadap pertumbuhan tetap sejalan dengan stabilitas makroekonomi,” tutup Josua.

Kebijakan Moneter dan Fiskal

PIER menilai ruang pelonggaran kebijakan moneter masih terbuka secara terbatas pada 2026, seiring inflasi inti yang relatif terjaga dan prospek penurunan suku bunga global yang lebih gradual. Namun, tekanan harga pangan yang bersifat musiman serta risiko dari pelemahan nilai tukar perlu diantisipasi agar inflasi tetap terkendali.

Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mengelola volatilitas pasar, dan mempertahankan persepsi risiko yang sehat bagi pasar keuangan domestik. Selain itu, transmisi kebijakan ke pembiayaan sektor produktif harus berjalan efektif.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Denda Influencer BVN, OJK Selidiki Dugaan Manipulasi Saham Selebgram

24 Februari 2026

Apa Itu Vendor? Definisi, Contoh, dan Peran dalam Rantai Pasok

24 Februari 2026

Nestlé Lepas Bisnis Es Krim, Fokus pada 4 Kategori Utama

24 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal Kapal Surabaya-Makassar 2026: Harga, Jadwal, Pilihan Kapsul

25 Februari 2026

7 alasan memilih motor lelang lebih hemat

25 Februari 2026

Profil dan Biodata Agnez Mo, dari Artis Kecil ke Dunia Internasional

25 Februari 2026

Akhirnya Sukses Besar, 3 Zodiak Ini Buktikan Kesabaran Membawa Berkah

25 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?